Top

11 February 2019

Kisah Para Rasul 2 : 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Saya mendapati pencurahan Roh yang Tuhan limpahkan atas gerejaNya sedang datang kembali atas kita; bukan sekedar kepenuhan Roh yang ditandai dengan berkata-kata dalam bahasa roh saja, namun ada sesuatu yang Tuhan mau buat lebih jauh dari hal tersebut di atas, saya menemukan ada beberapa hal yang akan Tuhan nyatakan bagi gerejaNya.

Kisah Para Rasul 2:5-11

Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

1. Pencurahan Roh yang Tuhan limpahkan atas gerejaNya, akan menarik umat/mengumpulkan mereka yang berasal dari daerah-daerah/domain kehidupan yang berlainan untuk terhubung dengan satu kegerakan yang sama.

Ibadah yang diadakan di rumah rohani, bukan lagi menjadi suatu ibadah rutin yang mengumpulkan orang dalam suatu kebaktian gerejawi belaka, namun lewat ibadah yang ada, Roh Kudus akan bekerja secara masif melakukan pekerjaan firman dan mencurahkan Roh-Nya, memancarkan sinyal panggilan ilahi, mem-broadcast sinyal Kerajaan Sorga ke segala penjuru yang akan mengumpulkan mereka yang berasal dari tempat-tempat berlainan untuk datang, mereka alami seperti ada dorongan dari hatinya untuk menanggapi sinyal frekwensi ilahi yang sedang dilepaskan dari rumah rohani yang ada.

Sehingga mereka yang berasal dari tempat yang jauh sekalipun akan mengambil keputusan untuk berani datang. Mereka rela membayar harga untuk mengikuti setiap rangkaian ibadah yang ada di rumah rohani dengan ANTUSIAS, SUKACITA dan dipenuhi PASSION gelora ilahi. Masa-masa di mana gereja menjalani ibadah yang suam dan kering sudah berakhir, gereja akan mengalirkan semarak realita hadirat Tuhan secara melimpah, sehingga mereka yang baru datang sekalipun pasti alami jamahan Tuhan, disegarkan, dikuatkan kembali dan alami pembaharuan dan terobosan ilahi setiap kali mereka hadir.

Mereka yang hadir pasti juga membawa latar belakang, domain kehidupan yang berbeda-beda, namun somehow ada pekerjaan realita Tuhan yang luar biasa, yang akan membuat mereka yang memiliki latarbelakang yang berlain-lainan itu untuk mau mengikuti setiap instruksi yang dilepaskan pemimpin rumah rohani, mereka dengan sukarela dan sukacita menundukkan diri, melepaskan segala atribut kehidupannya untuk MELEBUR dalam satu kegerakan yang sama (Kis 2:38-41)

Mereka akan menjadi umat yang mau BERTEKUN dalam pengajaran para rasul (Kis 2:42), mereka akan menjadi umat yang SEHATI dan SEPIKIR di dalam rumah rohani yang ada (Kis 2:46). TANDA-TANDA HERAN dan MUJIZAT akan dialami secara nyata dalam keseharian jemaat (Kis 2:43).

Pencurahan Roh yang mereka alami juga akan menjamah komunitas sekitarnya, karena Tuhan berkehendak mencurahkan RohNya atas semua manusia bukan segelintir orang saja. Saya percaya inilah yang menjadi masa depan dari rumah rohani yang mau membangun secara akurat sesuai dengan pola Kerajaan Sorga! #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus