Top

11 Januari 2019

Pagi ini saya menemukan bahwa Tuhan selalu memiliki kerinduan untuk tinggal di tengah umatNya dan menarik turun realita sorga agar terjadi di muka bumi ini. Dia bahkan ingin tinggal menetap di muka bumi ini dengan membangun rumahNya. Dengan membangun rumah kediamanNya, Tuhan bisa tinggal secara permanen, terus berkumpul di tengah-tengah umatNya. Fokus kita seharusnya mulai berubah dari hanya pada hidup mati masuk Sorga, tapi mulai berfokus untuk membenahi diri dengan membangun hidup akurat agar kehidupan kita sebagai tubuh Kristus menjadi rumah kediamanNya yang memperkenan hatiNya
1. Kerinduan Tuhan adalah ingin tinggal di antara umatNya, Dia sayang kepada umatNya dan rumahNya
2 Tawarikh 36 : 15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia SAYANG kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.

2. Pemimpin rohani memiliki pengaruh yang besar untuk menarik umat agar hidup di dalam jalan Tuhan atau hidup sembrono keluar dari jalan Tuhan. Ada satu prinsip kebenaran umum yang dapat saya tarik, jika pemimpin hidup akurat, umatnya juga bakal hidup akurat. Demikian pula sebaliknya. Oleh karenanya pemimpin perlu menjaga hidupnya akurat agar umat di bawah kepemimpinannya dapat trs hidup akurat.
Ini adalah salah satu contoh pemimpin yang hidup sembrono, keluar dari jalan Tuhan, yaitu Raja Manasye:

2 Tawarikh 33 :1-2 Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel.

Ketika pemimpin rohani memiliki kecenderungan hati yang terus dibiarkan melenceng dari kebenaran, menyangkali hati nuraninya, maka hidupnya pun akan keluar dari jalan kebenaran dan bisa lebih jahat ketimbang orang-orang dunia. Dan ia juga akan menyeret orang-orang di bawah kepemimpinannya mengikuti setiap ketidakakuratannya.

2 Tawarikh 33 : 9 Tetapi Manasye menyesatkan Yehuda dan penduduk Yerusalem, sehingga mereka melakukan yang jahat lebih dari pada bangsa-bangsa yang telah dipunahkan TUHAN dari depan orang Israel.

Jika pemimpin yang ada mulai hidup tidak akurat dan menyebabkan penyelewengan/kerusakan di tengah umatNya, Tuhan tidak tinggal diam, Dia akan mengirimkan utusan, yaitu: hamba-hambaNya, nabi-nabiNya untuk memperingatkan sang Pemimpin dan umatNya untuk kembali ke jalanNya, menyembah kepadaNya, dan membangun kembali rumahNya.

2 Tawarikh 33 : 10 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak menghiraukannya.

Namun jika pemimpin yang ada tetap mengeraskan hati, Tuhan akan mengirimkan para penghukum, yaitu pekerjaan musuh, situasi, masalah untuk menekan sang pemimpin agar lunak hatinya dan kembali ke jalan yang benar

2 Tawarikh 33 : 11 Oleh sebab itu TUHAN mendatangkan kepada mereka panglima-panglima tentara raja Asyur yang menangkap Manasye dengan kaitan, membelenggunya dengan rantai tembaga dan membawanya ke Babel.

Saya kagum ketika raja Manasye sudah lunak hatinya dan bertobat, dia berusaha merendahkan diri di hadapanNya, dia bisa bernegosiasi dengan Tuhan, berusaha melunakkan hatiNya. Dan Tuhan pun merespon dengan mengabulkan doanya dan memulihkan kedudukannya dari budak/tawanan raja Babel, kembali menjadi raja.

2 Tawarikh 33:12-13 Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah.

Sebagai contoh pemimpin yang hidup akurat adalah raja Hizkia, Ia mengerjakan perintah Tuhan dengan SEGENAP HATI, Tuhan menyertai perbuatannya, apa yang dikerjakannya menjadi BERHASIL.

2 Tawarikh 31 : 20-21 Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang BAIK, apa yang JUJUR, dan apa yang BENAR di hadapan TUHAN, Allahnya. Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan SEGENAP HATI, sehingga SEGALA USAHANYA BERHASIL.

3. Jika tidak ada umatNya yang dapat dipakai untuk menegakkan rumahNya, Tuhan bisa memakai orang asing yang dipilihNya untuk mewujudkan kerinduanNya membangun rumahNya di muka bumi ini.
Ezra 1 : 1-2 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.

Ini memang terlihat ironis, namun bagaimanapun juga agenda Tuhan harus selalu terwujud di muka bumi ini. Umat pilihanNya selalu menjadi pilihan pertama/first choice, karena mata Tuhan tertuju pada ikatan janji yang pernah Tuhan buat dengan para pemimpin rohani. Namun jika umat pilihanNya tidak hidup akurat, Dia dapat memakai orang lain yang tidak terhisap dalam ikatan janji untuk melanjutkan mewujudkan agendaNya di muka bumi ini. Dan setelah umat pilihannya meresponi agenda Tuhan, maka tongkat estafet untuk mewujudkan agenda Tuhan pun akan diserahkan guna dilanjutkan kembali kepada umat pilihanNya.
Tetapkanlah hatimu utk menjadi partner kerja Tuhan di muka bumi ini! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus