Top

11 Januari 2020

Saat saya membaca firman secara perlahan dari kitab kejadian, ternyata masih ada banyak ayat – ayat yang dahulu saya baca namun terlewatkan (belum memahami sesuatu) Tapi sekarang Roh Kudus bisa menjelaskan sesuatu dari ayat – ayat firman yang saya baca. Hal itu membuat saya jadi lebih haus akan firman-Nya. Saya jadi sadar, masih ada banyak hal lagi yang Roh Kudus ingin singkapkan mengenai keberadaan Tuhan melalui ayat – ayat firman. Bagian saya adalah terus menjaga hati yang haus dan lapar akan kebenaran, dan tekun dalam menggali kebenaran firman Tuhan.

 

Sekali lagi Roh Kudus menegaskan: Teruslah bertumbuh ‘ke bawah’. Pastikan akar rohanimu (fondasi kehidupan) jadi semakin besar dan kuat. Jangan pernah berhenti membaca, menggali dan mendeklarasikan firman. Pastikan itu terus terjaga di mana pun level rohanimu berada. Karena itulah yang membuat diri mu “terpuaskan”. Sehingga engkau tidak perlu mencari kepuasan lainnya di luar Tuhan (tidak tergoda akan hal-hal lainnya seperti: uang, keduniawiaan, jabatan, posisi, dll) Hidup mu pasti aman dan akan terus naik dan tidak pernah turun.

 

Mazmur 11:3 (TB) Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?

 

Lukas 6:46-49 (TB) “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

 

Ingat dan terus lakukan ayat – ayat di atas! Itulah yang membuatmu tidak tergoyahkan dalam segala aspek! Sebab akan tiba waktunya semuanya akan bergoncang. Masa itu tidak bisa terelakkan, pasti akan datang. Hanya firman-Nya yang akan membuat kita jadi tidak tergoyahkan. Jangan letakkan hidup kita di atas ‘dasar yang lain’ selain firman-Nya.

 

Yosua 1:7-8 (TB) Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

 

Tuhan sungguh – sungguh ingin memastikan agar Yosua tidak membangun hidupnya di atas dasar yang lain, selain firman-Nya!! Sebab jika tidak, maka Yosua tidak akan pernah mengalami kemenangan bersama Tuhan. Karena Tuhan akan bergerak “di atas logika manusiawi”.

 

Lihat saja bagaimana peperangan atas bangsa – bangsa di Kanaan. Bukan Israel lagi yang berperang, bukan kekuatan manusia yang memenangkan peperangan. Mana ada ilmu perang yang menuliskan cara merobohkan tembok dengan berkeliling, lalu bersorak? Tidak ada! Hanya Tuhan yang melakukannya. Dan tidak ada satupun bangsa lain yang dapat menirunya.

 

Jika Yosua menyimpang ke kanan dan ke kiri (mengisi hidupnya dengan “yang lain”), maka ia akan kesulitan mengikuti suara Tuhan. Tapi Dia telah memilih gaya hidup yang tepat (merenungkan dan memperkatakan firman) Jadi tidak ada “tarik menarik” antara Tuhan dengan Yosua. Bahkan perintah Tuhan yang “aneh-aneh” sangat dipercayai oleh Yosua. Tanpa berbantah – bantah! Ia lakukan dengan segera dan sukacita. Hasilnya luar biasa. Intervensi dan kedaulatan keajaiban Tuhan menyertai Yosua!
Saya mau jadi seperti Yosua.

 

Membangun hidup dalam – dalam di atas dasar firman saja. Sehingga oleh iman saya pasti mengalahkan dunia!! Dan mengalami kedahsyatan Tuhan kembali!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus