Top

11 Juli 2019

Ulangan 6:1-9 “Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.”

Melalui rangkaian ayat di atas, saya mendapati beberapa prinsip penting:


1. Hal mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa & kekuatan (secara MGH) adalah merupakan perintah & ketetapan Tuhan untuk umatNya.


Semua perintah lainnya (tentang hidup dalam kekudusan, tentang membuang dosa, tentang hal memberi, tentang hidup akurat, tentang hidup dalam Roh dll) akan dengan mudah kita jalani ketika kita mendedikasikan hidup kita untuk mengasihi Dia secara MGH!

 

2. Hal mengasihi Tuhan harus dijadikan sebagai suatu gaya hidup atau kultur yang diteruskan ke anak-cucu kita yang selanjutnya.

 

Adalah tidak benar jika dalam keluarga hanya sang istri atau sang suami yang mencintai Tuhan; juga adalah tidak benar jika hanya anak atau hanya orangtua yang mencintai Tuhan; adalah sebuah kekeliruan jika dari sekian anak yang Tuhan percayakan untuk kita asuh, tetap ada satu atau dua yang tidak mengasihi Tuhan. Seluruh keluarga harus dikondisikan untuk hidup mengasihi Tuhan secara MGH!

 

3. Kehidupan yang mencintai Tuhan secara MGH justru akan mengkondisikan Tuhan bertindak dalam kedaulatanNya untuk meng-establish hidup kita & seluruh keluarga di negeri yang Tuhan berikan kepada kita.

 

Dalam kedaulatanNya, Dia membawa Israel yang awalnya menjadi budak di Mesir untuk mewarisi Tanah Kanaan; dan perintah yang Dia berikan kepada mereka hanya satu: Kasihilah Tuhan Allahmu! Saya meyakini, sebagaimana Tuhan membawa kita untuk hidup mengasihi Dia secara MGH, Dia-pun akan membawa kita mewarisi Tanah Perjanjian kita!

 

4. Hati yang mencintai Tuhan secara MGH akan menarik turun berkat Tuhan sehingga kita akan dapat bermultiplikasi, bisa menikmati kesuburan/ kemakmuran negeri yang Tuhan berikan dan sekaligus menikmatinya dalam umur yang panjang.

 

Pendek kata, saya mendapati di dalam kehidupan yang mencintai Tuhan secara MGH, saya menemukan intisari dari seluruh kehidupan ideal yang diidamkan oleh semua orang – apa pun, siapa pun, dari bangsa mana pun, di belahan dunia mana pun!

Doa saya adalah, biarlah siapa pun yang membaca Daily Devotion ini, akan alami pekerjaan Roh Kudus yang memulihkan kembali hati yang mencintai Tuhan secara mati-matian, gila-gilaan & habis-habisan ke dalam kehidupan/ hatinya. Tanpa kita mengasihi Tuhan secara MGH, kita tidak akan mengalami realita dari keberadaanNya melingkupi kehidupan sehari-hari kita. Tanpa realitaNya dalam hidup kita, kita bukanlah siapa-siapa dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus