Top

11 Juni 2020

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas berbagai upaya yang Iblis lakukan untuk menahan agar orang percaya atau para pemimpin tidak mengalami terjadinya penyetaraan pewahyuan dalam kehidupan mereka.

 

Iblis akan melakukan segala cara untuk bisa melancarkan:

 

1. Tipu muslihat terhadap orang percaya,

 

2. Mendakwa orang percaya atau para pemimpin di hadapan hadirat Tuhan.

 

Roma 8:1 (TB)  Demikianlah sekarang TIDAK ADA PENGHUKUMAN BAGI MEREKA YANG ADA DI DALAM KRISTUS YESUS.

 

Wahyu 12:10 (TB)  Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah PENDAKWA saudara-saudara kita, YANG MENDAKWA MEREKA SIANG DAN MALAM DI HADAPAN ALLAH KITA.

 

Salah satu sebutan yang para Rabbi Yahudi berikan kepada si Jahat adalah ‘Pendakwa’, Iblis akan terus berupaya mendakwa umat Tuhan di hadapan Bapa. Musuh akan terus mencari-cari kesalahan, kelemahan ataupun ketidakakuratan yang masih kita miliki dan yang belum mau kita akui di hadapan hadirat Tuhan dengan tujuan supaya kita ada pada posisi sebagai terdakwa, sehingga kita pun jadi kehilangan keistimewaan kita sebagai anak Allah!

 

Kehidupan sehari-hari kita jadi dipenuhi dengan rasa bersalah, rasa tidak layak di hadapan Tuhan, rasa tidak layak untuk berdoa, meminta ataupun bertemu dengan Tuhan! Akibatnya tentu saja hal tersebut akan membuat sang jemaat itu sendiri yang berlari menjauhi Tuhan! Iblis telah berhasil membuat jemaat atau orang percaya jadi hidup dalam penghukuman – penyiksaan dalam batin, gejolak emosi negatif yang terjadi secara terus menerus. Orang percaya yang hidup dalam penghukuman, seringkali akan terus alami bagaimana kondisi emosional mereka selalu berada dalam garis negatif – selalu uring-uringan, sering mengalami konflik batin, diganggu rasa bersalah, kecewa, mudah tersinggung, rasa tidak layak, dan sebagainya.

 

Tentu saja hal tersebut bukanlah atmosfir rohani yang sehat untuk orang percaya bisa terus bertumbuh dan mengalami penyetaraan pewahyuan di dalam Kristus. Jemaat atau para pemimpin jadi kehilangan ground atau pegangan firman dalam kehidupan mereka – tidak ada dasar kebenaran yang bisa mereka pakai untuk menjadi pijakan dan terus melawan dakwaan Iblis di hadapan hadirat Tuhan! Jemaat atau para pemimpin yang sedang alami dakwaan dari si Jahat, kehidupan sehari-harinya akan terus mengalami kemerosotan bahkan kehancuran iman! Jati dirinya sebagai Ciptaan Baru ataupun anak Allah betul-betul dihancurkan – sehancur-hancurnya oleh Iblis!

 

Saat saya menuliskan informasi di atas, tiba-tiba saya mendapati bagaimana Roh Kudus seperti menahan saya dan Dia memberi penegasan kepada saya: “Ada Aku yang menyertai kehidupan umat-Ku!

 

Lalu Roh Kudus seperti mengingatkan saya akan firman dalam Yohanes 14:16 –  Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

 

Yesus menegaskan, ketika Dia dipermuliakan di sebelah kanan Bapa, Dia akan mengutus Roh Kudus sebagai penolong yang lain – Parakletos, seorang pembela atau pengacara yang berbicara di hadapan seorang hakim untuk kepentingan orang yang dia bela.

 

Di saat Iblis mendakwa kita, Roh Kudus akan berbicara kepada Bapa – sebagai Hakim yang adil, untuk kepentingan kita sehingga dengan bukti-bukti penebusan yang Yesus lakukan atas kehidupan kita, tidak akan ada lagi dasar yang bisa Iblis pakai untuk terus mendakwa kita di hadapan Bapa!

 

Itu sebabnya, terlepas dari masih adanya kelemahan atau kekurangan manusiawi yang bisa menjadi dasar dari dakwaan yang Iblis lancarkan atas hidup kita, selama kita terus hidup di dalam Kristus, ada firman yang terus kita pegang dalam hidup kita, dan ada pengharapan yang terus kita arahkan pada pekerjaan firman dan Roh yang menyempurnakan hidup kita, maka Iblis tidak lagi memiliki ground atau dasar untuk mendakwa kita di hadapan Bapa!

 

Bapa telah melihat bagaimana korban Kristus berlaku atas kehidupan kita – artinya walau masih ada kekurangan atau kelemahan dalam diri kita, tapi korban Kristus yang membuat terjadinya pekerjaan firman dan Roh dalam hidup kita sehingga akan terus ada progres atau kemajuan dalam hidup kitalah yang membuat kekurangan atau kelemahan yang masih kita miliki jadi tidak lagi diperhitungkan oleh Bapa sebagai ‘suatu dosa’. Iblis tidak lagi berhak mendakwa hidup kita!

 

Inilah saatnya untuk umat Tuhan terus hidup dalam kebenaran – menggali kebenaran dan memahaminya dengan sungguh sehingga baik tipu daya Iblis maupun upaya Musuh untuk mendakwa kita akan dapat dipatahkan!

 

Yohanes 8:32 (TB)  …dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

 

Ps. Steven Agustinus