Top

11 Juni 2021

Menangkap visi dari Tuhan dan menerima mandat dari Tuhan adalah dua hal yang berbeda. Tanpa kita sadari, saat bersekutu dengan Tuhan dan berhasil ‘menangkap’ suatu kerinduan dalam hati-Nya,  kita menjadikannya sebagai suatu visi dalam hidup kita. Biasanya, serta merta kita juga akan merasa bahwa tanggung jawab untuk merealisasikan visi tersebut ada di pundak kita.

Menangkap visi dan menerima mandat dari Tuhan untuk merealisasikan visi tersebut adalah dua hal yang sama sekali berbeda dan dapat terjadi pada orang yang berbeda.

1. Orang yang berhasil menangkap isi hati Tuhan tidak selalu diberi mandat oleh Tuhan untuk merealisasikannya (1 Tawarikh 28:1-6).

2. Penerima visi yang tidak diberi mandat oleh Tuhan, namun ia harus mempersiapkan orang lain yang sudah ditunjuk oleh Tuhan untuk dapat merealisasikan visi yang sudah ia terima tersebut (1 Tawarikh 28:9-19).

3. Orang yang diberi mandat oleh Tuhan untuk merealisasikan suatu visi, harus terus menghubungkan diri dengan sang penerima visi (1 Raja-raja 3:3-14).

4. Orang yang menerima mandat dari Tuhan untuk merealisasikan suatu visi akan mengalami adanya ‘Divine Provision‘ dalam segala aspek yang ia butuhkan untuk mulai merealisasikan visi tersebut (1 Raja-raja 5:1-10, 13-18).

Aku tidak memberikan ‘mandat pribadi’ kepadamu. Aku memberikan ‘mandat corporate’ untuk engkau dan anak-anak rohanimu merealisasikan visi yang Aku taruh dalam hatimu. Jika engkau masih belum menemukan adanya ‘orang yang Aku beri mandat’, sebaiknya jangan melakukan tindakan atau gerakan apa pun juga. Aku tidak pernah memberkati suatu pekerjaan atau tugas, namun Aku memberkati dan memberikan perkenanan-Ku kepada orang! Lewat orang yang Aku berkati itulah, apa pun yang dilakukannya secara otomatis akan menjadi ‘diberkati’ dan Aku sertai.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus