Top

11 Maret 2019

Saya percaya sejak kita menerima kelahiran baru, kita sudah menikmati jenis kehidupan yang berbeda dari apa yang ditawarkan oleh dunia ini. Bapa membawa kita kembali terhubung dengan diriNya, saat kita melekat kepadaNya, ada kehidupan yang bersifat ilahi (kehidupan zoe) yang terus mengalir di dalam batin kita. Sama seperti ranting yang melekat pada pokok anggur, ranting itu menjadi hidup dan berbuah karena ada aliran kehidupan yang terus mengalir dari pokok anggur ke ranting-ranting tersebut.

 

Yohanes 15 : 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting TIDAK DAPAT BERBUAH  dari DIRINYA SENDIRI sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu TIDAK TINGGAL DI DALAM AKU.

 

Aliran kehidupan ini ada di dalam batin kita dan bersifat internal. Ketika kita terhubung dengan Bapa, aliran-aliran air hidup dari dalam hati kita akan teraktivasi mengalirkan kehidupan zoe di dalam hidup kita sehari-hari. Mereka yang menerima aliran kehidupan zoe, alami betul bahwa sumber kebahagiaan, damai sejahtera, sukacita bukan lagi berasal dari hal-hal yang dari luar (eksternal) tapi berasal dari dalam hatinya (internal).

 

Sehingga ketergantungan terhadap pemenuhan kebutuhan kebahagiaan dari luar lambat laun terpotong satu persatu, sebaliknya ketergantungan dengan Tuhan menjadi semakin kuat setiap harinya. Mereka yang melekat kepadaNya akan alami akan ada aliran air hidup yang semakin bertambah kuat dan maut terus tersingkir dari hidupnya.

 

Dirinya seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Daunnya akan menjadi obat dan buahnya akan menjadi makanan bagi banyak orang. Hidupnya akan berfungsi, makin efektif bagi Kerajaan sorga dan makin berbahaya bagi kerajaan kegelapan.

 

Iblis mengetahui hal ini. Untuk mengelabui kita, si jahat terus berupaya mengarahkan mata dan telinga kita supaya memperhatikan hal-hal eksternal lebih penting daripada yang internal. Ada banyak jebakan dan tipu daya yang dilancarkan untuk mencemari dan merusak tatanan kehidupan ilahi yang sedang Tuhan kerjakan/bangun dalam diri kita. Dengan segala macam cara, iblis berusaha memotong aliran kehidupan ilahi dalam batin kita agar kita terputus dengan keterhubungan dengan Bapa. (Yoh 10:10).

 

Karena iblis tahu, saat kita terputus dari Bapa, nature yang mengandalkan kekuatan diri sendiri, mengandalkan orang lain dan mamon akan muncul. Tanpa sadar kita terbelokkan untuk mengikuti jalan hidup orang dunia, yaitu mengandalkan hal-hal eksternal untuk bertahan hidup. Tidak lagi mengandalkan firman dan pekerjaan rohNya. Kita lebih tergoda untuk mencari alternatif yang lebih mudah. Di sisi lain sumber kebahagiaan kita menjadi begitu dipengaruhi oleh kepuasan hal-hal eksternal. Padahal mencari kebahagiaan dari hal-hal eksternal hanya memiliki efek sementara. Karena tidak bisa memberikan kelegaan/kepuasan yang sejati.

 

Yohanes 4 : 13-14 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi MATA AIR di dalam dirinya, yang TERUS-MENERUS MEMANCAR sampai kepada hidup yang kekal.”

 

Ada konsekuensi saat kita bergantung pada hal-hal eksternal, yaitu kekuatan fakta dan data akan mempengaruhi kita lebih kuat daripada iman yang tumbuh dari dalam diri kita untuk bangkit menaklukkan dunia!

 

1. Untuk Menjagai keterhubungan dan kebergantungan dengan Bapa, adalah dengan terus membangun KETEKUNAN dalam diri kita.

 

Ketekunan menjadi unsur teramat penting yang membuat kita dapat terus terhubung dengan Bapa. Lewat kematian dan kebangkitan Kristus, kita alami kemenangan di dalam Kristus.

 

Peperangan kita bukan lagi bersifat merebut, karena Kristus sudah menaklukkan iblis, dosa dan maut dan Dia sudah duduk di Ruang Tahta. Peperangan kita sekarang adalah untuk mempertahankan, menjaga serta membuat aliran kehidupan ilahi (kehidupan zoe) dalam diri kita terus memancar dan semakin bertambah kuat dari hari ke hari.

 

Ketika kita mulai KENDOR secara rohani, maka sesungguhnya ada sesuatu “pergeseran keterhubungan” dalam kehidupan kita. Kendor terhadap Tuhan artinya: Kita masih ada/memiliki “keterhubungan dengan yang lain”. Tuhan dan rumah rohani belum menjadi prioritas yang utama dalam hidup kita. Kalau hal ini terus dibiarkan, kecenderungan hati kita lambat laun akan mulai serong, berbelok mengikuti aliran kehidupan yang dunia tawarkan (sungai babel), yaitu aliran hidup yang bersifat duniawi dan manusiawi.

 

Yohanes 15 : 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.#AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus