Top

11 Mei 2020

1 Korintus 9:26-27 (TSI2) Jadi, saya tidak berlari dalam perlombaan rohani ini seperti orang yang berlari tanpa sasaran yang pasti. Contoh pertandingan lainnya, saya tidak bersikap seperti petinju yang asal meninju dan pukulannya tidak kena pada sasaran. Sebaliknya saya seperti olahragawan yang dengan sengaja mengikuti latihan keras— supaya bisa menguasai tubuh dan pikirannya. Saya melakukan itu supaya saya jangan sampai tidak menerima hadiah kemenangan sesudah saya mengajak orang lain untuk masuk dalam perlombaan rohani ini.

 

Paulus adalah pribadi yang tahu dengan pasti sasaran yang akan dia tuju dalam pelayanannya. Ia melihatnya dengan jelas dan menjadi passion atau hasrat yang senantiasa berkobar – kobar dalam batinnya. Ia juga tidak ‘asal’ melayani, tapi setiap tindakannya selalu mengikuti pergerakan Roh Kudus sehingga selalu akurat dan pasti selalu menghasilkan dampak yang maksimal.

 

Untuk mencapai hal tersebut, Paulus melatih tubuh dan pikirannya (dilatih secara keras) untuk senantiasa berasosiasi dengan pekerjaan Roh serta firman. Inilah yang menjadi fokus ‘pelatihan keras’ yang ia lakukan. Jadi memikirkan hal – hal yang dari Roh lalu memperkatakannya sampai roh, jiwa, dan tubuhnya dikuasai oleh realita hadirat Tuhan – itu semua merupakan latihan sehari – hari yang Paulus lakukan dengan kesungguhan. Pendek kata, Paulus tidak pernah ‘absen’ dari kesadaran akan realita Kristus yang ada dalam dirinya. Inilah yang menjadi dasar kekuatan untuk Paulus menyatakan Kristus dalam hidup orang percaya!!

 

Sebagai hamba Tuhan kita HARUS mengadopsi apa yang menjadi tujuan Paulus dan bagaimana dia membangun hidupnya untuk mencapai tujuan tersebut. Sehingga kita pun beroleh hasil yang sama, bahkan lebih. Sebab kebangkitan orang – orang percaya yang menyatakan kepenuhan Kristus di akhir zaman ini bukanlah isapan jempol belaka, atau angan – angan sesaat saja, dan bukan hanya mimpi di siang bolong, INI ADALAH SESUATU YANG SIFATNYA PASTI. Itulah panggilan kita sebagai ‘hamba Tuhan’ yang sejati! Oleh karenanya, tidak ada cara lain, kita harus masuk dalam realita Tuhan dan memikirkan hal – hal yang dari Roh sampai dilingkupi oleh realita-Nya secara kuat!

 

Saya yakin, ini waktunya kita memasuki posisi rohani yang Tuhan tetapkan di musim rohani ini. Itulah yang akan membuat kita bebas dari pergumulan apa pun (tidak bisa tertekan) dan berlari sedemikian rupa, berfokus serta menyelesaikan panggilan ilahi. Gereja Tuhan harus bangkit, umat Tuhan harus sampai pada KEPENUHAN KRISTUS untuk mengalahkan dunia ini. Dibutuhkan hamba – hamba Tuhan yang berfokus mengerjakan hal tersebut tanpa terganggu oleh apa pun (ada posisi rohani yang jauh lebih tinggi dan tidak tergoncangkan) sehingga dampak dari setiap pelayanan dan pembangunan akan semakin kuat.

 

Saya melihat di dalam roh, Tuhan sedang memberikan kepada kita posisi dan senjata – senjata rohani yang berkaliber besar. Sehingga kita dapat membajak tanah – tanah yang keras tanpa pergumulan, kita akan mengubahkan konsep pikir orang tanpa pertentangan dan kita pun akan merobohkan keangkuhan manusia dengan seketika.

 

2 Korintus 10:3-6 (TB) Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

 

Saya sudah melihat, kedurhakaan dunia ini akan dihukum oleh orang – orang percaya yang memanifestasikan Kristus!! Sistem kedurhakaan dunia ini akan kita hancurkan!! Sistem Babel akan binasa selamanya!! Masa tersebut akan segera tiba dan waktu itu sudah dimulai dari sekarang!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus