Top

11 Oktober 2018

Berlatih untuk mulai membangun Logika Ilahi – memiliki pemikiran & pertimbangan yang terbangun secara sistematis, terstruktur & valid sesuai dengan prinsip firman & pernyataan Roh memang mengasyikkan walau seringkali membutuhkan waktu (Yak 1:25) Dengan berlatih membangun Logika Ilahi, tanpa kita sadari sesungguhnya kita sedang menggali pemahaman yang lebih mendalam dari setiap firman yang Tuhan berikan; kita kembali menggali sumur-sumur yang pernah digali oleh pemimpin/ bapa rohani kita (Kej 26:18) Terbangun suatu keyakinan yang kokoh – berfungsi seperti suatu immune tubuh yang memiliki kemampuan untuk menangkal berbagai ‘serangan virus’ roh-roh dunia/ tipu daya Musuh yang sering memanfaatkan berbagai fakta lahiriah & logika manusiawi untuk menghancurkan kehidupan Iman dari orang-orang percaya…

1. Pikiran adalah area peperangan antara dusta Musuh dengan kebenaran firman; antara fakta lahiriah dengan pernyataan Roh; antara hal-hal yang berdasar pada realita lahiriah dengan hal-hal yang berdasar pada fakta rohani…

Daftarnya bisa terus bertambah panjang. Tapi pada dasarnya sama, di area pikiran itulah manusia (kita) harus mengambil keputusan untuk lebih mempercayai siapa? Kalau kita membiarkan suara Musuh terus memanfaatkan berbagai fakta lahiriah, ditambah dengan logika manusiawi yang masih kita miliki, maka kemungkinannya adalah, kita akan terus menjalani hidup kita secara manusiawi, duniawi bahkan kedagingan (baca: kita dikalahkan melalui tipu muslihat Musuh) Tapi, untuk kita memenangkan peperangan rohani yang ada dalam pikiran kita, kita membutuhkan logika Ilahi – suatu pemikiran/ pertimbangan yang bekerja secara sistematis, terstruktur & valid yang bersumber dr firmanNya/ pernyataan RohNya untuk menangkal semua senjata musuh yang mempergunakan berbagai fakta lahiriah & logika manusiawi untuk memaksa kita terus hidup secara lahiriah, manusiawi & duniawi…

2. Logika Ilahi yang sudah terbangun dalam pikiran seseorang akan berfungsi sebagai benteng pertahanan yang menahan segala bentuk tipu muslihat Iblis sehingga tidak bisa bekerja dalam hidup orang yang bersangkutan.

Misalkan, saat Roh Kudus menyingkapkan firman dari 1 Korintus 10:13 kepada seseorang, Alkitab mencatat: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Maka kita bisa mencoba membangun Logika Ilahi sebagai berikut :
1) Apapun bentuk permasalahan/ pergumulan dan pencobaan yang sedang kita hadapi, semua itu adalah masalah/ pencobaan yang biasa. Tidak ada yang ‘istimewa’ ataupun ‘berbeda’/ ‘hanya diri kita yang mengalaminya’.

2) Apapun masalah/ hal buruk/ pencobaan yang sedang kita alami, tidak akan Tuhan ijinkan melebihi kekuatan kita untuk menghadapinya; jadi seberat apapun, sekompleks apapun, semua itu tetap masih dalam koridor batasan kekuatan kita. Jadi, semua perasaan ‘berat’, ‘tidak sanggup lagi’ dan lain-lain itu hanyalah emosi kita yang sedang ‘berteriak’ karena zona nyaman dalam hidupnya sedang terusik melalui berbagai peristiwa buruk yang ada.

3) Jaminan yang kita miliki bahwa kita pasti akan bisa keluar sebagai pemenang dalam mengatasi semua permasalahan/ tekanan & pencobaan yang ada adalah Kesetiaan Tuhan! Dia pasti sudah menyiapkan kekuatan ekstra bahkan jalan keluar dari masalah yang ada…
Dengan kita membangun jalan berpikir yang sistematis, terstruktur & valid sesuai dengan firmanNya, tidak ada peluang untuk Musuh jadi ikut menekan & memperberat beban masalah yang ada dengan cara ‘meracuni’ pikiran kita. Bukankah pada kenyataannya, suatu masalah, beban hidup/ pencobaan jadi terasa lebih berat dalam hidup kita disebabkan karena perspektif/ sudut pandang dan jalan berpikir kita yang keliru? Ketika jalan berpikir kita dibenahi dan kita mulai melihat permasalahan yang sedang kita hadapi secara lebih obyektif, seketika masalah yang awalnya terasa menekan tersebut jadi terasa lebih ringan/ mudah diselesaikan?

Pastikan kita terus membedah berbagai prinsip firman dengan panduan membangun Logika Ilahi:
a) Apa firman yang sedang Dia nyatakan kepada kita?
b) Apa maksud yang sesungguhnya dari firman tersebut?
c) Apa keterkaitan firman tersebut dalam hidup kita? – Mulai hubung-hubungkan firman tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus