Top

12 April 2019

Sementara seharian kemarin saya banyak merenungkan prinsip tentang emosi, tentang energi yang bergerak – dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan hidup kita ke arah yang positif maupun menuju kehancuran, Roh Kudus mengingatkan saya akan satu ayat firman berikut:

 

Habakuk 3:17-19 (TB) Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, NAMUN AKU AKAN BERSORAK -SORAK DI DALAM TUHAN, BERIA-RIA DI DALAM ALLAH YANG MENYELAMATKAN AKU. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

 

Dari ayat diatas, Roh Kudus menjalaskan kepada saya:

 

1. Sukacita, sorak sorai, ucapan syukur, damai sejahtera dan berbagai emosi positif lainnya adalah merupakan hasil dari pengambilan keputusan kita.

 

Secara lahiriah, Habakuk mendapati kondisi yang ada disekelilingnya semuanya adalah negatif – pohon ara, pohon anggur, pohon zaitun dan bahkan kambing domba yang ada sama sekali tidak menghasilkan – semua memberikan alasan yang kuat untuk seseorang jadi bersungut-sungut, kecewa, frustasi, down dan berbagai emosi negatif lainnya. Tapi Habakuk mengambil suatu keputusan untuk tetap bersorak sorak & beria-ria didalam Tuhan.

 

Justru di saat emosi kita sedang negatif – atau dipancing untuk menjadi negatif oleh situasi/ keadaan sekeliling, kita harus mengambil suatu keputusan tegas untuk bersukacita didalam Dia!

 

Membiarkan kesedihan, kefrustasian, kekecewaan dan berbagai emosi negatif lain berkecamuk dalam hidup kita hanya akan membuat terjadinya ‘kebocoran-kebocoran’ dalam hidup kita dan hal tersebut akan mengakibatkan ‘kekosongan’ dalam batin kita: air kehidupan yang Tuhan beri jadi ‘mengalir keluar’ dari dalam hidup kita; otomatis hal tersebut mengakibatkan terbukanya suatu celah untuk roh-roh dunia, para penguasa di udara – musuh kita, jadi memiliki peluang untuk masuk ke dalam hidup kita & menciptakan kerusakan yang lebih parah lagi.

 

Orang yang sedang dikuasai emosi negatif biasanya cenderung menghanyutkan diri dalam berbagai perilaku yang hanya akan merusak dirinya sendiri atau bakal ia sesali dikemudian hari; ada siklus pekerjaan musuh, siklus kekalahan yang sedang teraktifasi dalam hidupnya.

 

Tidak ada alternatif lain untuk menghentikan siklus kehancuran ini selain orang yang bersangkutan mengambil sikap tegas untuk mulai melakukan hal yang benar: Menghentikan dirinya dari mengikuti arus ‘bad mood‘ dan mulai mengucap syukur atas apa yang sedang terjadi.

 

Ingatlah selalu bahwa Tuhan tidak akan pernah mengijinkan ada apapun terjadi jika bukan untuk kebaikan kita – bahkan dalam kesengajaan kita memberontak terhadap Tuhan-pun, Dia tetap berkuasa untuk mengubahkan semua kehancuran yang kita hasilkan untuk mendatangkan kebaikan bagi diri kita disaat bertobat. He is the only One who has ability to change the mess in your life to become a message for His glory.

 

Jadi tidak peduli apapun kondisi, fakta buruk yang sedang engkau hadapi, mulailah bersukacita didalam Dia karena kemampuan/ kekuatan kita untuk bisa kembali mulai beria-ria didalam Tuhan datang dari padaNya!

 

2. Sumber sukacita & sorak sorai kita bersumber dari pekerjaan firman & Roh yang terjadi didalam hidup kita, bukan dari hal-hal yang sifatnya eksternal.

 

Memang Habakuk mendapati, semua aspek eksternal yang ia lihat, hadapi menyatakan hal yang negatif; tapi Habakuk menyadari bahwa sumber sukacitanya bukan berasal dari hal-hal eksternal – sumber sukacitanya berasal dari Tuhan sendiri!

 

Mulailah berdoa dan meminta kepada Bapa agar Ia mengaktivasi pekerjaan Roh Kudus yang menghibur dalam batin kita – Roh Kudus mengubahkan emosi negatif yang masih berkecamuk menjadi emosi positif yang menggerakkan kita untuk melakukan hal yang benar.

 

Ingatlah selalu bahwa sukacita yang berasal dari Tuhan, itulah kekuatan kita! (Neh 8:10 – terj NKJV)

 

Hari ini, ambillah keputusan tegas untuk menghentikan siklus kekalahan yang selama ini ada dalam hidup kita akibat terus bekerjanya emosi negatif didalam batin kita dan mulailah beria-ria didalam Tuhan; aktifasi siklus kemenangan, siklus tuaian besar yang tanpa akhir didalam hidupmu.

 

Mulailah melangkah dalam iman – tidak peduli apapun yang sedang kita rasakan (tidak peduli kondisi emosi kita) pada saat ini, mulailah bertindak sesuai dengan firmanNya: mulailah bersyukur, mulailah memuji-muji namaNya hingga betul-betul terjadi perubahan kualitas emosi secara permanen! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus