Top

12 Desember 2019

Kolose 2:6-15 (TB)  Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

 

Merujuk kepada ayat-ayat di atas, kita bisa menemukan inti sari mengapa Tuhan membawa kita orang percaya untuk bisa terhubung dengan dimensi alam roh. Bukan untuk membawa kita mengalami ‘petualangan’ dengan berbagai makhluk rohani ataupun mengalami berbagai manifestasi rohani lainnya. Tujuannya adalah untuk membawa setiap orang percaya menikmati realita dari kematian bersama Kristus hingga mengalami seluruh kepenuhan Kristus dalam kehidupan sehari-hari!

 

Untuk lebih sistematisnya, dapat saya jelaskan sebagai berikut:

 

1. Di dalam roh, sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, maka seluruh umat manusia ditetapkan untuk hidup dalam kuasa dosa, tapi sejak kematian dan kebangkitan Yesus dari antara orang mati, terjadi suatu perubahan yang sangat mendasar dalam alam roh – kita bukan lagi orang berdosa tapi umat tebusan.

 

Sekarang, setiap orang yang membuka hatinya dan memutuskan untuk percaya kepada korban Kristus jadi mengalami sesuatu yang Ilahi dalam hidup mereka – dan ini semua terjadi dalam alam roh! Setiap orang yang percaya sekarang kembali ‘dihidupkan’ – maksudnya, jadi kembali memiliki akses untuk terhubung dengan keberadaan Bapa sendiri. Bahkan kita diberi posisi sebagai anak-Nya! (Yohanes 1:12-13)

 

2. Melalui interaksi dengan berbagai dimensi Ilahi di alam roh, Tuhan menghendaki kita jadi makin menyatu dengan Diri-Nya, bahkan jadi hidup dalam kebergantungan penuh hanya kepada-Nya saja.

 

Kolose 2:6 (TSI)  Oleh karena kalian masing-masing sudah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhanmu, teruslah hidup bersatu dengan Dia.

 

Kolose 2:7 (VMD)  Kamu harus bergantung kepada-Nya saja sebab hidup dan kekuatan berasal dari Dia. Kepada kamu sudah diajarkan tentang kebenaran. Kamu harus terus yakin akan kebenaran pengajaran itu, dan selalu bersyukur.

 

3. Melalui interaksi dengan dimensi alam roh, kita juga akan dapat mengenali sumber dari berbagai jenis pengajaran, filosofi hidup ataupun berbagai pemikiran yang melintasi pikiran kita.

 

Kolose 2:8 (TSI)  Berjaga-jagalah supaya kalian tidak dipengaruhi oleh siapa pun untuk mengikuti ajaran sesat. Berhati-hatilah terhadap orang yang mau mengajar kalian tentang hal-hal yang mereka anggap sebagai ajaran yang dalam, padahal itu sebenarnya hanya pikiran manusia saja. Jangan ikut tertipu oleh mereka, karena sebenarnya ajaran mereka berasal dari para penguasa gelap yang memerintah di dunia ini— bukan dari Kristus.

 

#AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus