Top

12 Juli 2018

Ada salah satu contoh di Alkitab yang dapat menolong kita untuk melihat dampak saat kita mengambil keputusan untuk terus aktif memperkatakan firman dan mengejar Tuhan secara MGH. Yaitu wanita yang alami pendarahan selama 12 tahun. Dalam versi alkitab terjemahan ‘Ampliefied bible’ tertulis seperti ini: For she kept saying (ia terus/tekun berkata – kata pada dirinya) If I only touch His garments, I shall be restored to health (Mark 5:28)

Saat kita membaca kisah tersebut secara menyeluruh, maka kita pasti mendapatkan beberapa pemahaman yang bisa diaplikasikan dalam hidup sehari – hari, diantaranya adalah:

1. Tentunya bagi kita yang sedang alami adanya sakit penyakit tertentu dan sudah lama tidak sembuh – sembuh, bahkan dokter pun sudah angkat tangan, ada harapan bagi kita.

12 tahun wanita ini menderita sakit, namun seketika ia alami kesembuhan. Tapi itu bukan “seketika” terjadi. Ada prosesnya, yaitu memperkatakan apa yang kita yakini Tuhan sanggup perbuat bagi kita. Ingat, Dia Raja yang berdaulat. Jadi apapun (seturut dengan kebenaran) yang kita yakini dapat Ia lakukan bagi kita, maka hal itu dapat terwujud. Bahkan semustahil apapun.

Karena bagi Dia tidak ada yang mustahil!! Bagian kita hanya terus berkata – kata dengan tekun firman yang kita yakini dapat Ia lakukan bagi kita. Saat kita sudah mengarahkan pikiran dan keyakinan kita bahwa satu – satunya kesembuhan hanya di dalam Dia (tidak ada alternatif lain dan tidak mencari alternatif lain) dan aktif memperkatakan firman, maka kesembuhan dan kesehatan ilahi pasti akan menjadi bagian kita!!

2. Teruslah memperkatakan firman sampai kita bisa ‘merasakan’ adanya pekerjaan Roh dan Firman yang membuat kita hidup (bergelora/antusias/ada dalam puncak energi)

Mungkin kita tidak sakit secara fisik seperti wanita pendarahan itu, tapi kondisi kita sering alami kefrustasian, kekecewaan, tidak berpengharapan. Itu pertanda adanya pekerjaan iblis yang sedang membuat kehidupan kita merosot, entah itu disebabkan karena ketidakuratan kita ataupun karena tipu daya iblis yang memanfaatkan situasi serta keadaan.

Sewaktu kita mengambil keputusan untuk memperkatakan firman dengan tekun, maka kita akan dikoneksikan oleh Roh Kudus untuk berasosiasi dengan dimensi keperkasaan ilahi. Sehingga kita akan alami seperti ada kekuatan, pengharapan, dan otoritas ilahi yang diinjeksikan oleh Roh Kudus ke dalam diri kita yang membuat kita bangkit dalam kuasa Roh untuk menjadi penakluk masalah dan tantangan dengan kuasa kebenaran!

3. Teruslah mendesak dalam roh, fokus melihat Tuhan, dan fokus pada firmanNya sampai kita bisa mengalami Tuhan itu nyata.

Perempuan pendarahan itu menjamah punca jubah Yesus bukanlah tanpa tantangan. Ada banyak orang – orang yang mengerumuni Yesus. Bukan perkara mudah untuk dapat melakukan hal tersebut. Sama halnya dengan kita yang mungkin sedang dalam tekanan kehidupan, bukan hal yang gampang untuk bisa berdoa dan hanya berfokus pada Tuhan. Pasti iblis akan membuat kita lebih berfokus pada masalah, dan kita akan selalu beranggapan jika masalah dan tantangannya besar dan rumit maka solusi yang diperlukan juga harus sebanding dengan besarnya masalah tersebut. Tapi tidak bagi perempuan tersebut.

Masalah dia cukup berat, 12 tahun pendarahan, tapi oleh karena dia terus memperkatakan firman, maka ia bisa melihat satu – satunya jawaban hanya menjamah jubah Yesus! Hanya itu solusinya. Ya, sesederhana itu saja!! Semudah itu saja!! Jadi dia tidak lagi terfokus pada banyak orang besar yang menjadi penghalang dia untuk menjamah Yesus. Fokus ia hanya pada Yesus dan terus melangkah untuk menjamah Yesus.

Pertanyaannya, maukah kita mempercayai hal yang sama dengan perempuan itu? Bahwa satu – satunya yang kita butuhkan sebagai solusi hanyalah mengalami jamahan Tuhan? Jika kita mempercayai hal yang sama, maka sudah sewajarnya kita fokus dan terus mendesak dalam doa dan penyembahan (bukan pada masalah) sampai kita menjamah realitaNya dan alami jamahanNya! Saat itu terjadi, maka segala masalah dan tantangan apapun dapat kita taklukkan di dalam Dia yang memberikan kekuatan!!

4. Keputusan kita untuk memperkatakan firman sampai alami Tuhan itu nyata, akan memposisikan kita menjadi inspirator kemenangan bagi orang lain.

Dan menjadi saksi hidup dan suratan terbuka; bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja. Sehingga akan ada banyak orang yang mengikuti jejak kaki yang sama untuk alami jamahan Tuhan!!
Itulah yang terjadi kepada perempuan itu. Jika kita membaca cerita – cerita selanjutnya, ada banyak orang yang datang pada Yesus untuk menjamah jubahnya. Dan mereka alami kesembuhan yang sama!!

Matius 14:34-36 (TB) Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Darimana orang – orang itu beroleh iman yang sama? Pasti dari perempuan yang alami kesembuhan itu. Kesaksian hidupnya pada banyak orang membuat mereka yang mendengar bangkit dari keterpurukan dan melangkah untuk dapat menjamah jubah Yesus.

Saya yakin, hal itu pun akan terjadi pada kita yang mau bertekun memperkatakan firman, menghafal ayat firman, menggali kebenaran, dan terus aktif mengejar dan fokus padaNya dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Tuhan akan membangun kita menjadi kemah Allah di tengah mereka. Sehingga siapapun yang berinteraksi dengan kita dapat melihat dan mendengar bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja!! Dan mereka dapat beroleh pemulihan dari Tuhan yang kita sembah (Wahyu 21) #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus