Top

12 Juni 2020

Kembali berbicara tentang upaya si Jahat dalam men-distract dan menghalangi umat Tuhan atau para pemimpin menyelesaikan kehendak Tuhan dalam hidup mereka – kita bisa belajar pola kerja yang dilakukan Iblis tersebut dari apa yang dilakukan Firaun terhadap umat Israel.

 

Keluaran 5:6-9 (TB)  Pada hari itu juga Firaun memerintahkan kepada pengerah-pengerah bangsa itu dan kepada mandur-mandur mereka sendiri: “Tidak boleh lagi kamu memberikan jerami kepada bangsa itu untuk membuat batu bata, seperti sampai sekarang; biarlah mereka sendiri yang pergi mengumpulkan jerami, tetapi jumlah batu bata, yang harus dibuat mereka sampai sekarang, bebankanlah itu juga kepada mereka dan jangan menguranginya, karena mereka pemalas. Itulah sebabnya mereka berteriak-teriak: Izinkanlah kami pergi mempersembahkan korban kepada Allah kami. PEKERJAAN ORANG-ORANG INI HARUS DIPERBERAT, SEHINGGA MEREKA TERIKAT PADA PEKERJAANNYA dan jangan mempedulikan perkataan dusta.”

 

1. Iblis terus berupaya memberikan tekanan hidup dan mengikat umat Tuhan dengan permasalahan hidup sehari-hari

 

Firaun adalah gambaran dari penguasa dunia ini! Umat Tuhan akan terus alami bagaimana Iblis memperberat kehidupan sehari-hari mereka dan membuat masalah ekonomi terus menjadi alasan untuk mengikat kehidupan umat Tuhan agar tidak bisa bergerak mengerjakan kehendak rencana-Nya, selama umat Tuhan terus hidup di bawah tipu muslihat Iblis – jadi beranggapan bahwa mereka masih hidup di bawah sistem dunia ini dan terus membutuhkan uang untuk menyambung hidup sehari-hari, padahal sesungguhnya Tuhan sudah menyediakan janji pemenuhan kebutuhan  hidup sehari-hari bagi umat-Nya yang mengejar kerajaan sorga dan penggenapan rencana-Nya (Matius 6:33).

 

Di sinilah dibutuhkan kehidupan iman! Umat Tuhan harus belajar menghubungkan diri mereka dengan realita Tuhan sehingga mereka akan dapat mendengar suara atau arahan Roh-Nya. Dan begitu mereka menerima arahan Tuhan, mereka segera mengambil langkah iman untuk menaati-Nya! Itulah landasan kehidupan orang benar yang harus berdasarkan firman dan iman (Roma 1:17)!

 

2. Iblis akan terus membuat umat Tuhan hidup dalam kompromi dengan dunia ini

 

Keluaran 8:25-28 (TB)  Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Pergilah, PERSEMBAHKANLAH KORBAN KEPADA ALLAHMU DI NEGERI INI.” Tetapi Musa berkata: “Tidak mungkin kami berbuat demikian, sebab korban yang akan kami persembahkan kepada TUHAN, Allah kami, adalah kekejian bagi orang Mesir. Apabila kami mempersembahkan korban yang menjadi kekejian bagi orang Mesir itu, di depan mata mereka, tidakkah mereka akan melempari kami dengan batu? Kami harus pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, seperti yang difirmankan-Nya kepada kami.” Lalu kata Firaun: “Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku.”

 

Alkitab menegaskan bahwa persahabatan dengan dunia merupakan suatu permusuhan dengan Allah sendiri (Yakobus 4:4), artinya Tuhan tidak menghendaki dalam kehidupan kita ini terus ada percampuran antara yang lahiriah atau duniawi dengan yang Ilahi!

 

Waspadailah opini orang banyak yang menyatakan bahwa dalam kita mengiring Tuhan tidak boleh ‘terlalu ekstrem’, atau opini yang menyatakan bahwa “keberadaan kita sebagai manusia biasa ini akan terus memiliki banyak kelemahan dan kekurangan karena masih hidup dalam darah dan daging” ataupun sebagainya. Semua pemikiran tersebut hanya akan membuat kita jadi ‘mengkompromikan’ antara standar hidup yang Tuhan tetapkan dengan standar kemanusiawian yang dimiliki oleh orang banyak ataupun orang-orang agamawi!

 

Sementara kita dilatih untuk membangun manusia roh, akan selalu ada opini yang melemahkan kita dengan berkata: “Masa sih doa harus seagresif itu?“, “Saya pikir, Tuhan tidak tuli sehingga kita harus berdoa dengan suara yang keras“, “Masa berdoa kok terus berbahasa roh“, dan berbagai opini lainnya.

 

Itu semua adalah opini dan pemikiran yang membuat kita beribadah, membangun manusia roh kita, ataupun mengikut agenda Tuhan tapi dengan mengikuti standar dunia ini – boleh beribadah tapi tetap di dalam negeri ini.! Itulah salah satu jenis tipu daya Iblis yang masih banyak berhasil memperdaya kehidupan orang-orang percaya! Dalam kita mengikut Tuhan, Dia memang membawa kita menjadi berbeda!

 

Yohanes 15:19 (TB)  Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. TETAPI KAMU BUKAN DARI DUNIA, MELAINKAN AKU TELAH MEMILIH KAMU DARI DUNIA, SEBAB ITULAH DUNIA MEMBENCI KAMU.

 

Jangan biarkan tipu daya si Jahat membuat kita jadi berkeinginan untuk diterima oleh dunia ini, mengikut Tuhan dalam standar yang ditetapkan atau diingini oleh dunia ini. Hiduplah di dalam standar Tuhan, meskipun memposisikan kita jadi dibenci oleh dunia ini! Jangan takut karena walau dunia ini akan membenci kita, tapi Kristus sudah mengalahkan dunia ini! Di dalam Kristus akan ikut menikmati kemenangan-Nya atas dunia ini!

 

Yohanes 16:33 (TB)  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, AKU TELAH MENGALAHKAN DUNIA.”

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus