Top

12 Mei 2020

1 Korintus 2:1-5 (TSI2) Demikian juga, Saudara-saudari, ketika saya pertama kali menyampaikan berita keselamatan di antara kalian— yaitu ajaran Allah yang dulu dirahasiakan kepada manusia, saya tidak menggunakan kata-kata yang indah-indah ataupun hikmat duniawi untuk mengajar. Karena pada waktu itu saya sudah mengambil keputusan bahwa selama bersama dengan kalian, saya akan melupakan semua ajaran lain kecuali Kristus Yesus dan kematian-Nya di kayu salib. Dan ketika saya datang, saya sedang lemah dan gemetar ketakutan. Biarpun ajaran dan kata-kata saya bukanlah kata-kata hikmat yang bisa meyakinkan orang, tetapi ajaran saya sudah diteguhkan oleh kuasa Roh Kudus. Dan hal itu baik, karena dengan demikian kepercayaan kalian atas dasar kuasa Allah saja— bukan atas dasar hikmat manusia.

 

Saat Paulus menjalankan tugas dan panggilan dari Tuhan, tantangan yang Paulus hadapi terbilang ‘cukup berat’. Penganiayaan fisik kerap kali dialami olehnya, baik itu dari orang Yahudi ataupun dari pemerintahan romawi. Dan semua mereka bertujuan ingin membunuh Paulus. Bahkan ia sudah pernah mati waktu dilempari batu, tapi ia bangkit kembali dan terus melanjutkan pemberitaan injil Kerajaan yang menyatakan Kristus ada dalam diri orang percaya!

 

Mungkin bagi sebagian orang yang mengalami aniaya parah, untuk berbicara atau melanjutkan pekerjaan yang sama tidaklah mudah. Ada rasa takut dan gentar untuk melanjutkan apa yang telah dilakukannya. Juga ada banyak pertimbangan dan pemikiran yang muncul agar tidak lagi menimbulkan kontroversi atau kemarahan sekelompok orang yang bisa menyebabkan kehilangan nyawa.

 

Paulus pernah ada dalam posisi seperti itu: lemah, gentar, dan juga takut. Itulah yang Paulus rasakan ketika berada di tengah – tengah jemaat Korintus. Tapi ternyata Paulus tidak ‘mementingkan dirinya sendiri’, ia mengambil sikap tegas untuk tidak mengedit atau mengubah dasar keyakinan Firman yang sering ia sampaikan. Dan tidak ‘memakai pengajaran lain’ (Ajaran Yudaisme) yang sebenarnya bisa membuatnya ‘aman’. Melainkan Paulus menyingkirkan berbagai opsi pilihan lainnya dan tetap berfokus menyampaikan KRISTUS DAN SALIB di tengah jemaat Korintus.

 

Keputusan Paulus melakukan hal itu sangatlah tepat. Itulah yang membuat perkataannya jadi sangat berkuasa!! Ada dimensi ilahi yang mem-back up setiap pernyataan Paulus yang langsung mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah, serta menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:3-6).

 

Dari perenungan ini saya belajar sesuatu; ketika kita sedang lemah, tidak berdaya, atau bahkan sedang merasakan berbagai perasaan negatif akibat situasi ataupun keadaan, maka yang kita perlukan adalah terus BERFOKUS pada panggilan yang Tuhan tetapkan. Bangkitlah dalam Roh untuk menyelesaikan panggilan itu dengan sempurna!! Jangan pernah mengedit panggilan yang Tuhan tetapkan hanya karena situasi dan keadaan yang sepertinya tidak mendukung.

 

Mungkin kita berkata, Mana mungkin orang yang sedang lemah bisa segera bangkit untuk menyelesaikan panggilan-Nya? Bisa, bagi Allah tidak ada yang mustahil. Saat kita mengambil keputusan untuk berfokus dan melanjutkan pekerjaan panggilan kita, maka pada saat itulah kekuatan dari Roh Kudus akan berkuasa atas diri kita dan memberikan anugerah-Nya untuk membuat kita bangkit lebih kuat mengalirkan kehidupan dan pikiran Kristus yang ada dalam diri kita.

 

2 Korintus 12:10 (TSI2) Oleh karena itu, sebagai utusan Kristus saya sudah belajar merasa senang ketika saya mengalami kelemahan, hinaan, kesusahan, penganiayaan atau kesengsaraan. Karena justru waktu saya lemah, saat itulah saya benar-benar mendapat kekuatan

 

Saya sangat yakin, inilah kuasa dari panggilan ilahi yang dengan setia kita jalankan. Kita akan menjadi generasi yang tidak bisa dihentikan untuk menyatakan Kristus di atas muka bumi ini. Fakta negatif tidak bisa menghentikan, situasi serta keadaan juga tidak sanggup menghentikan! Kita akan selesaikan panggilan ilahi ini sampai tuntas!! Bagian kita adalah BERFOKUS untuk hidup dalam PANGGILAN yang Tuhan tetapkan. Selebihnya adalah bagian Tuhan!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus