Top

12 Novembee 2018

Yesaya 49:1-7 (TB)
1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
3 Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”
4 Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”
5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya — maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku —, firman-Nya:
6 “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”
7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: “Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau.”

Roh Kudus mengarahkan saya membaca berulang – ulang perikop di atas. Sehingga saya mendapati beberapa pemahaman:

1. Untuk mengetahui jati diri kita di dalam Tuhan ternyata memang butuh proses.

Tidak bisa instant. Ada waktu pembaharuan akal budi yang harus kita tempuh seiring dengan kuat kerja Roh Kudus dan Firman dalam diri kita. Seperti halnya Yesaya, baru di pasal 49 ini ia berbicara mengenai jati dirinya di dalam Tuhan secara rinci. Sama halnya juga dengan kita. Setiap hari Tuhan ingin membukakan jati diri kita di dalam Kristus. Semakin kita fokus mengejar Tuhan dan hanya melakukan kehendakNya saja, dan berinteraksi dengan FirmanNya, maka Roh akan menyingkapkan jati diri kita secara lebih mendalam. Mata rohani kita akan dibukakan untuk bisa melihat dengan jelas siapa kita di dalam Kristus. Ini proses setiap hari! Seiring dengan pembaharuan akal budi, sejauh itulah “metamorpho” keberadaan kita menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Perubahannya setahap demi setahap, tapi permanen dan bertumbuh serta memberikan dampak yang nyata. Jadi, tidak ada cara lain untuk bisa mengalami penyingkapan jati diri di dalam Tuhan.

2. Saat kita melihat jati diri kita di dalam Kristus, hal itu ternyata masih belum seberapa dengan rencana Tuhan yang lebih besar dari apa yang bisa kita lihat.

Seperti halnya yang dialami oleh Yesaya; ia hanya bisa melihat jati dirinya sebagai hamba Tuhan untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Sedangkan Tuhan memiliki rencana yang lebih besar dari apa yang Yesaya bisa lihat; “Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Begitulah yang sesungguhnya terjadi atas kita. Roh Kudus memang akan menyingkapkan jati diri kita di dalam Dia oleh karena pekerjaan Roh dan Firman, namun juga mempunyai rencana yang lebih dahsyat dari apa yang bisa kita lihat. Artinya begitu dahsyat dan hebatNya rancangan Tuhan atas kita. Tuhan akan memakai kita memanifestasikan keilahianNya yang tanpa batas.

3. Saya yakin, jika saya percaya terhadap Tuhan yang dahysat, mempunyai rencana yang lebih besar dari apa yang bisa kita lihat, maka RohNya akan senantiasa menuntun saya berjalan dalam segala keilahianNya.

Dan membuat saya selalu menjadi pribadi yang haus akan Tuhan dan ingin alami perjumpaan dengan Dia!! Sebab berbagai dimensi keilahianNya akan terus dibukakan, sehingga membuat kita ingin lagi mengalami Tuhan. Dimanapun RohNya membawa saya, disitulah saya bisa melihat jati diri yang lebih utuh di dalam Kristus! Disaat saya melihat, saat itulah Dia mengangkat kita lebih lagi dalam realita hadiratNya untuk melihat Dia dalam dimensi berikutNya. Begitulah seterusnya sampai rupa Kristus menjadi nyata dan keilahian Tuhan menjadi penuh! Dengan demikian, melalui hidup kita, raja – raja, para pembesar, dan bangsa – bangsa akan bertekuk lutut menyembah Allah yang hidup!! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus