Top

12 November 2019

Saya terus melihat di dalam roh, ada banyak orang percaya yang sedang membawa luka-luka batin. Bukan karena Tuhan tidak mau menyembuhkan mereka, melainkan orang yang bersangkutan tidak mau menuntaskan dengan serius dalam hadirat-Nya. Mereka “hanya merasa” sudah sembuh padahal luka tersebut masih terbuka! Jadi masih ada saja permasalahan “kepribadian” dan emosi negatif yang bermunculan: merasa tidak diperhatikan, merasa kurang pujian, sulit menundukkan diri pada otoritas, sulit menerima teguran, maksud baik orang dianggap niat jahat, kebenaran yang disampaikan dianggap memojokkan dirinya, selalu mengungkit kesalahan orang lain yang sudah bertahun – tahun berlalu, sulit melihat kebaikan orang, emosi yang terus labil bergantung pada situasi dan keadaan, sulit menerima kekurangan orang lain namun ingin selalu dimengerti oleh orang lain, cepat marah dan mudah tersinggung, orang sekitarnya harus terus menjaga perasaannya agar tidak menyinggung, dll. Itu semua menunjukkan masih banyak luka batin yang belum mengalami kesembuhan secara total.

 

Tuhan ingin menyembuhkan kita karena Dia punya rencana yang besar! Ia mau memakai kita berfungsi sebagai kemah Allah untuk memulihkan hidup banyak orang lain (Wahyu 21) karena sumber masalah di dunia ini adalah orang! Orang – orang yang terluka hidupnya. Jadi solusi dari segala permasalahan dunia ini adalah orang yang UTUH (tidak membawa luka) hidupnya. Itulah keberadaan kita sebagai orang percaya!

 

Saya merasa, salah satu aspek penyebab belum terjadinya pemulihan segala sesuatu secara nyata disebabkan oleh hidup orang percaya yang belum serius menangani konflik batinnya sendiri. Mereka masih terus berkutat pada masalah sakit hati. Sehingga hidup orang percaya sendiri banyak masalah. Bagaimana bisa menjadi solusi?

 

Tapi saya yakin pekerjaan Roh dan Firman sedang terus terjadi dengan sangat kuat. Dengan berbagai macam cara Roh Kudus akan menyembuhkan luka – luka dalam hidup orang percaya. Karena Tuhan akan memunculkan gereja-Nya bukan sebagai pribadi yang penuh luka, namun kudus dan tidak bercacat cela.

 

Oleh karena itu dibutuhkan tindakan aktif dari kita sebagai wujud kerjasama dengan pribadi Roh Kudus:

 

1. Sadari, bahwa luka batin, sakit hati, kecewa adalah DOSA & Bapa sangat tidak suka akan hal tersebut.

 

Karena Bapa telah mengampuni dan melupakan kesalahan kita, bagaimana bisa kita terus menyimpan kesalahan orang dan tidak melupakannya? Itu adalah kejahatan di mata Tuhan! Dan akan membuat hidup kita sulit bertumbuh. Karena tidak adanya atmosfir damai sejahtera dan sukacita dalam diri kita. Hidup kita menjadi KERING sehingga menjadi tempat “bermain iblis” (Matius 12:43) dan batin kita disiksa dan kesehatan tubuh kita akan terus digerogoti (Matius 18:34-35).

Kesadaran bahwa itu dosa harusnya memunculkan niat untuk MERDEKA DARI KONFLIK BATIN. Kesadaran dan niat itulah yang akan menjadi pintu untuk Roh Kudus menyembuhkan kehidupan kita. Jamahan kasih-Nya akan membuat kita UTUH atau tahir dari segala konflik batin.

 

2. Membaca firman dan berdoa merupakan tindakan aktif yang tidak boleh lepas dari hidup orang percaya.

 

Selama kita bermalas-malasan melakukan hal tersebut, maka tidak akan pernah terjadi kesembuhan yang sempurna. Musuh akan dengan mudah melepaskan anak panah api berapi untuk membuat luka-luka baru dalam diri kita. Kita jadi kembali mudah tersinggung dan tergoncang!

Tapi jika kita membangun dasar keyakinan yang kokoh terhadap kebenaran (percaya penuh) maka dari dalam batin kita akan terpancar aliran – aliran air hidup (Yohanes 7:38, Yehezkiel 47).

 

Inilah yang akan membuat kita bersih dari segala konflik batin dan memadamkan setiap panah api si jahat. Hidup kita jadi memiliki “anti gores dan anti gempa”. Sebab hidup kita tidak lagi bergantung pada orang, situasi, dan keadaan sekitar melainkan hanya pada Roh dan Firman yang ada di dalam kita. Jadi emosi kita tidak lagi diombang-ambingkan oleh hal-hal eksternal, melainkan dapat terus bergelora (damai dan sukacita) sebab ada firman dan realita-Nya dalam batin yang menjadi fokus perhatian kita sepenuhnya.

 

Saya makin sadar sekarang, penanggulangan konflik bukan dikerjakan oleh satu pihak saja (Tuhan) tapi harus ada tindakan aktif dari kita yang mau disembuhkan dan dipulihkan menjadi pribadi yang utuh. Ini saatnya kita mengambil sikap aktif, sehingga agenda Tuhan untuk memulihkan segala sesuatu dapat terlaksana dengan sempurna melalui hidup kita orang percaya yang telah dipulihkan! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus