Top

12 Oktober 2019

Dalam setiap momen perjumpaan Tuhan dengan manusia, sesungguhnya Ia sedang menyatakan diriNya sebagai satu pribadi yang bisa kita kenali melalui sifat – sifatNya. SifatNya itu bisa kita ketahui ketika Dia berfirman. Jadi, tidaklah sulit untuk mengenal Tuhan saat – saat ini. Kita cukup memperhatikan firman apa yang keluar dari mulutNya. Dari situlah sesungguhnya roh pewahyuan akan diberikan untuk menyingkapkan keberadaan Tuhan kepada kita. Saat kita bisa ‘menangkap’ (melihat) hal itu, maka saat itu juga kita diangkat oleh Roh untuk mengalami penyertaan Tuhan (berada dalam jalan Tuhan) seperti yang kita kenali.

 

Saya coba memperhatikan firman Tuhan yang pada akhir – akhir ini terus berbicara di tengah – tengah kita. Ia sedang terus menyampaikan tentang damai sejahtera dan sukacita dalam segala kondisi dan apapun juga. Apa yang keluar dari mulutNya merupakan signal dariNya untuk kita lebih memperhatikan pribadi Dia yang menyertai kita. Sebab yang kita butuhkan memang pribadiNya saja, bukan yang lain.

 

Roh Kudus membawa saya melihat Dia sebagai Jehova Shalom – Allah Damai sejahtera kita, Allah yang membuat kita menjadi utuh (Completeness – Yes 9:6) Saya yakin, Jehova Shalom ada di tengah – tengah kita. Ia akan memberikan kepada kita damai yang melampaui segala pikiran manusiawi. Sehingga dalam kondisi apapun juga kita dapat tenang dan damai. Serta tidak bisa tersentuh oleh pekerjaan musuh sedikitpun! Kita hidup dalam zona bebas musuh walau di tengah peperangan sengit. Pikiran kita sepenuhnya dikuasai oleh kebenaran (Maz 23:5) tidak ada tipu daya iblis!

 

Bagian yang perlu kita lakukan adalah memenuhi pikiran dengan segala kebenaran. ‘Paksa’ imajinasi kita untuk membayangkan prinsip kebenaran dan janji Tuhan. Lakukan perenungan firman secara berkesinambungan. Buang segala pemikiran negatif yang ada. Semakin kita tekun menindak lanjuti prinsip kebenaran dengan cara merenungkan, mengimajinasikan dan memperkatakannya, maka KEBENARAN itu akan berakar kuat. Tidak tergoyahkan dan tumbuh memenuhi seluruh ruang pikiran kita, yang membuat kita menjadi pelaku kebenaran dalam hidup sehari – hari.

 

Kondisi inilah yang membuat kita TENANG dan TENTRAM dalam menghadapi apapun juga. Sebab kita tidak lagi bergantung pada hal – hal eksternal. Melainkan hanya pada FIRMANNYA yang ada dalam hati dan pikiran kita. Itulah satu – satunya yang kita percayai.

 

Yesaya 32:17 (TB) Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

 

Saya yakin, ada banyak sekali manusia yang sedang menanti – nantikan KEDAMAIAN tapi tidak mendapatkannya. Namun Tuhan menyatakan DiriNya kepada kita sebagai ‘ALLAH DAMAI SEJAHTERA’. Hal itu bertujuan agar kita menjadi sama seperti Dia, membawa damai!! Sehingga diri kita akan dipakai oleh Tuhan untuk menghadirkan damai yang melampaui segala akal pada sekeliling kita.

 

Roma 8:19 (TB) Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

 

Matius 5:9 (TB) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

 

Ketenangan dan ketentraman yang kita manifestasikan dalam hidup sehari – hari akan menjadi PEMBEDA yang sangat konkrit antara kita dengan manusia lainnya. Sehingga hidup kita akan menjadi ‘titik perjumpaan’ antara manusia dengan Bapa kita di surga. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus