Top

13 April 2019

Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Saat saya merenungkan ayat diatas, saya semakin diyakinkan bahwa ketetapan kita untuk terus mengkondisikan diri agar selalu di banjiri dengan emosi yang positif dan bertindak ‘mengaktifasi’ emosi positif tersebut dengan cara memperkatakan firman betul-betul akan mengobarkan kuasa kehidupan Roh didalam batin kita!
Teraktifasinya emosi yang positif karena memperkatakan firman, diidentikkan dengan teraktifasinya kehidupan Roh dalam diri seseorang; jadi dengan kata lain, adanya kehidupan Roh dalam diri seseorang juga akan di tandai dengan semakin nyatanya emosi positif dalam diri orang yang bersangkutan. Keceriaan, sukacita, damai sejahtera, ucapan syukur dan berbagai emosi positif lainnya seharusnya jadi semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari orang percaya yang terus melekat kepadaNya – bertumbuh dalam kehidupan Roh.
1. Tidak peduli apa yang sedang menjadi ‘mood’ kita, mulailah mempergunakan mulut kita untuk mendeklarasikan firman tentang kemenangan, keakuratan, kehidupan yang Ilahi/ memperkenan hati Tuhan hingga emosi kita jadi meluap-luap/ mengekspresikan berbagai emosi positif lainnya.
Saya meyakini bahwa deklarasi/ perkataan mulut kita memiliki kuasa untuk mengubahkan emosi negatif yang sedang berkecamuk dalam batin, lalu mengubahnya menjadi gelora emosi yang positif didalam hidup kita.
Setiap kita membutuhkan lingkupan atmosfir rohani yang positif, ceria, penuh ucapan syukur untuk dapat bertumbuh didalam Dia secara normal! Kita tidak akan bisa mendapatkan atmosfir yang positif tersebut dari hal-hal yang eksternal/ lingkungan sekeliling kita. Kita harus ‘menciptakan sendiri’ atmosfir positif yang kita butuhkan dan karena itulah kita harus mempergunakan mulut kita untuk memperkatakan firmanNya! Disaat kita berkata-kata, Roh Kudus akan mengambil alih deklarasi kita tersebut dan meresponinya dengan cara menyatakan Diri sebagai sang Penghibur kepada kita. Dia sendiri yang akan memunculkan emosi positif tersebut didalam batin kita!
Memang bagi beberapa orang, dibutuhkan suatu kekonsistenan dalam melakukan deklarasi sebelum anda mulai menikmati hasilnya; jika anda (selama ini) belum pernah menikmati atmosfir rohani yang positif, terkadang dibutuhkan suatu kurun waktu tertentu sebelum anda mulai betul-betul merasakan/ menikmati realita dari hadirnya roh yang berkemenangan, roh ucapan syukur atau manifestasi berbagai jenis roh yang berasal dari Tuhan lainnya didalam batinmu… Tapi percayalah, kekonsistenan & kesungguhan kita dalam memperkatakan firman tidak akan pernah mengecewakan – Dia adalah Allah yang setia; dalam kesetiaanNya, Dia akan memastikan engkau dapat menikmati buah-buah dari taburanmu…!
2. Seringkali dengan mengidentifikasi jenis emosi yang sedang bergerak dalam batin kita, kita akan bisa mengenali jenis dimensi rohani yang sedang berada disekeliling hidup kita & dipastikan bakal mempengaruhi kehidupan kita secara lebih luas.
Jika kita mengidentifikasi adanya emosi yang negatif yang terus ‘membayangi’ diri kita, kita harus terus memperkatakan firmanNya & menolak emosi negatif tersebut. Jika kita tidak bertindak secara aktif untuk terus mengusir emosi negatif yang ada, maka cepat atau lambat, hal tersebut akan mulai mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yang kita miliki. Sebaliknya, jika kita bisa terus mengkondisikan hidup kita untuk selalu alami adanya gelora emosi yang positif, kita-pun jadi terkondisikan untuk selalu mengalami terjadinya berbagai peristiwa hidup yang membuat kita jadi bersyukur, bersorak-sorak dan menikmati berbagai situasi yang mencetuskan/ memeteraikan gelora emosi positif dalam hidup kita.
Ingatlah selalu, melalui perkataan yang kita ucapkan, kita diberi kekuasaan untuk mengaktifasi bekerjanya kehidupan Roh ataupun justru kematian….
Pastikan kita terus mempergunakan mulut kita guna mengaktifasi bekerjanya kuasa kehidupan Ilahi…#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus