Top

13 April 2020

 

Saat sedang membaca kitab Kisah Para Rasul, Roh Kudus bicara dalam batin saya: “Dibutuhkan invasi Kerajaan Surga di atas muka bumi!”

 

Saya jadi paham, mengapa gereja mula – mula dapat menggoncangkan dunia yang ada pada saat itu dengan keilahian dan berbagai perbuatan Tuhan yang ajaib? Hal itu disebabkan karena adanya invasi Kerajaan Surga. Roh Kudus tercurah dan para malaikat Tuhan turun dari surga.

 

Tidak heran jika kita membaca ada banyak peranan malaikat pada saat itu. Dari membebaskan rasul – rasul pada waktu di penjara, sampai membawa Filipus berpindah tempat dengan cara menghilangkannya begitu saja. Dan juga melakukan berbagai kesembuhan ajaib. Tidak ketinggalan penampakan malaikat yang dengan kasat mata sering terjadi.

 

Tidak hanya hal – hal itu saja, suara Tuhan juga begitu sangat jelas terdengar. Penglihatan, mimpi, dan nubuatan begitu nyata. Demikian pula perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Juga kuasa doa yang sangat kuat. Dan arahan – arahan Tuhan yang begitu jelas bagi umat pilihan-Nya.

 

Itu semua terjadi bukan karena hebatnya para rasul, melainkan karena adanya invasi Kerajaan Surga bersamaan dengan pencurahan Roh Kudus yang terjadi di loteng Yerusalem. Itulah┬ákondisi gereja mula – mula yang kita anggap “masih gereja bayi”.

 

Bagaimana dengan kondisi gereja saat ini? Jauh dari kata ‘bayi’. Jangan – jangan justru masih dikandungan, belum terlahir. Sebab kondisi gereja pada masa kini sangatlah jauh berbeda dengan kondisi gereja mula-mula!

 

Kualitas orang – orangnya pun juga berbeda dibandingkan di zaman kisah rasul. Semakin mereka ditekan untuk tidak memberitakan injil, justru membuat mereka makin ‘menggila’. Mereka tidak mengasihi nyawa mereka. Mereka mau berlomba – lomba mengikuti teladan Yesus! Tidak heran kuasa Tuhan terus menyertai mereka.

 

Anehnya, kita menerima Roh Kudus yang sama tapi hasilnya tidak sama! Kita juga bertekun dalam pengajaran para rasul tapi mentalitasnya berbeda. Apa yang salah dengan kita yang hidup pada saat ini?!

 

Harusnya kita jadi lebih ilahi dari jemaat di saat itu. Harusnya perbuatan Tuhan sekarang lebih dahsyat dari pada waktu itu. Harusnya mentalitas kita saat ini lebih tangguh dan kuat daripada waktu itu.

 

Saya jadi paham, dan harus mengakui, bahwa kita belum seperti itu. Realita Tuhan, mukjizat, mentalitas prajurit, dan berbagai demonstrasi kuasa lainnya masih seputar empat tembok gereja – belum menjamah keberadaan masyarakat. Pengakuan ini perlu kita perkatakan agar kita bisa ‘mengejar’ ketertinggalan yang cukup jauh.

 

Gereja mula – mula sungguh berada di tengah masyarakat. Mereka tidak canggung dan tidak takut dan tidak pernah merasa ‘eksklusif’. Mereka bisa berinteraksi dengan berbagai strata sosial di masyarakat – dari pengemis sampai pejabat. Dan selalu ada keajaiban yang terjadi. Mereka menjadi kemah Allah di atas muka bumi ini. Mereka melanjutkan perbuatan Yesus dengan level yang baru. Bayangkan saja, bayangan para rasul saja dapat menyembuhkan banyak orang. Itulah kondisi gereja mula – mula yang langsung berinteraksi di tengah masyarakat.

 

Saya mau berseru – seru di hadapan Tuhan. Saya mau minta apa yang memang seharusnya terjadi. Fakta dan kondisi yang saat ini terjadi bukanlah yang seharusnya. Kalaupun memang bukan saya yang dipakai Tuhan, hal itu tidaklah masalah. Yang penting saya bisa melihat ada invasi Kerajaan surga yang begitu nyata. Yang penting saya bisa melihat dan menyaksikan kembali ada gereja Tuhan yang mendemonstrasikan kemuliaan sorga, bahkan seharusnya lebih dari apa yang terjadi di zaman kisah rasul. Saya mau berdoa dan berseru kepada Tuhan sampai itu semua terjadi. Kita membutuhkan invasi Kerajaan Surga untuk menyatakan Kerajaan Allah di atas muka bumi ini. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus