Top

13 Desember 2019

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

4. Di dalam roh, Tuhan membawa orang percaya untuk mengalami penyunatan kedagingan – ada perubahan kecenderungan hati yang ingin Roh Kudus lakukan dalam hidup kita.

Jika dahulu kita diperbudak oleh dosa, melalui kuasa penebusan Darah Yesus, kita dimerdekakan dari perbudakan dosa. Tujuan dari penebusan tersebut supaya hidup kita jadi dimiliki oleh kebenaran! Kita memang bukan lagi budak dosa tapi kita sekarang adalah ‘budak dari kebenaran’. Tuhan membawa kita memiliki kuasa untuk menghentikan semua keinginan kedagingan yang selama ini mendikte kehidupan kita dan dengan mantap memutuskan untuk melangkah dalam kebenaran.

Kolose 2:11 (TSI) Karena kita sudah bersatu dengan Kristus, kita semua sungguh-sungguh sudah disunat— baik laki-laki maupun perempuan, bukan dengan sunat badani, tetapi sunat secara rohani. Arti dari sunat secara rohani adalah kita sudah dibebaskan dari perbudakan kepada keinginan-keinginan badani kita yang jahat.

Melalui interaksi dengan Roh Kudus dan firman-Nya (dalam alam roh) kita akan mendapati bagaimana Tuhan menuntun kita untuk mengalami perubahan dari kecenderungan hati yang kita miliki. Tuhan mencetak ulang keberadaan dan keinginan hati kita jadi lebih mengejar apa yang benar serta yang menyukakan hati Tuhan. Hidup dalam ketaatan tidak lagi menjadi suatu pergumulan bagi orang-orang percaya karena sumber kehidupan yang kita miliki ‘beralih’ dari yang awalnya bersumber pada diri sendiri berubah jadi bersumber pada Tuhan saja.

‘Rasa puas’ yang kita kejar dalam hidup kita jadi beralih secara natural – dari yang awalnya cenderung mengejar kesenangan duniawi atau lahiriah, jadi mulai ‘kehilangan selera’ terhadap hal-hal duniawi tersebut. Mulai mengejar hal-hal yang bersifat Ilahi dan memang memperkenan hati Tuhan.

Suara hati nurani akan lebih berperan dalam ‘mendidik ulang’ area keinginan yang kita miliki dalam kehidupan sehari-hari kita. Pada saat kita tidak memperhatikan suara hati nurani, biasanya akan mulai muncul ‘rasa bersalah’ dalam batin kita. Tapi meskipun ‘rasa bersalah’ yang muncul dari dalam hati nurani kita bukan berasal dari Tuhan, tapi Dia akan mempergunakan ‘rasa bersalah’ tersebut untuk melatih ulang batin kita agar mulai menikmati dan mengejar rasa damai sejahtera bahkan sukacita yang meluap dari dalam batin setiap kali kita menjalani kehidupan sehari-hari dalam langkah ketaatan.

Tuhan tidak berhenti hanya untuk menebus hidup kita dari kuasa dan belenggu dosa tapi dengan penuh kesabaran Dia terus ‘mendidik ulang’, mengubah kecenderungan hati yang kita miliki sehingga dengan penuh kerelaan dan sukacita, ada suatu pengambilan keputusan yang datang dari dalam diri kita sendiri untuk melangkah dalam kebenaran dan membangun kehidupan sehari-hari yang memperkenan hati Tuhan! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus