Top

13 Februari 2020

 

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang mata yang melihat, telinga yang mendengar dan hati yang taat. Dan pembahasan kita berfokus pada keberadaan Ishak yang ditulis dalam kitab Kejadian 26.

 

2. Pastikan aliran air hidup terus membual dari dalam diri kita

 

Adanya aliran air hidup mudah dikenali dari diri kita: wajah kita cerah, mulut mudah tersenyum, mata tajam dan antusias, serta gestur tubuh bersemangat – ini adalah gambaran vitalitas hidup. Memang dalam keseharian, ada saja yang bisa terjadi dan membuat kita kesal, marah atau kecewa. Tapi jangan berlama-lama dengan hal itu, segeralah bangkit dan taklukkan roh dukacita itu dengan roh yang berkemenangan! Memang terkadang membutuhkan waktu, tapi lakukanlah sesuatu, bertindak AKTIF adalah kata kuncinya. Karena roh-roh dunia selalu berupaya membuat kita pasif, alias pasrah dalam arti negatif.

 

Kata GERAR dalam Kejadian 26, diambil dari bahasa aslinya “gârar” (baca: gaw-rar) yang artinya “drag away” atau DISERET olehnya! Jangan sampai kita membiarkan diri kita diseret oleh arus dunia hingga kita terputus dari hadirat Tuhan! Miliki roh yang aktif dan terus kobarkan kehidupan Roh dalam diri kita sampai aliran air hidup mengalir semakin deras. Sehingga kita bisa MELAWAN pekerjaan roh dunia yang ada dan menaklukkannya dalam kemenangan.

 

3. Musuh selalu berupaya menimbun aliran air hidup itu

 

Musuh selalu CEMBURU dengan apa yang terjadi dengan hidup kita yang disertai Tuhan dan selalu berusaha menggenapi rencana Tuhan; karenanya iblis lewat pekerjaannya selalu ‘bersemangat’ berusaha menimbun aliran air hidup dalam batin kita dengan TANAH. Tanah adalah gambaran perkara-perkara duniawi, kondisi-kondisi manusiawi yang terus musuh upayakan supaya menimbuni diri kita. Memang dalam penciptaannya, manusia terdiri dari 2 unsur. Satu unsur berasal dari debu TANAH dan satu unsur lagi berasal dari ROH (Kejadian 2:7).

 

Jika kita berhasil ditimbun oleh pekerjaan musuh, maka aliran kehidupan kita sebagai gambaran kehidupan roh akan mampet dan koneksi atau hubungan kita dengan Bapa jadi terputus. Saat itulah pemikiran kita, emosi kita, sudut pandang dan pengambilan keputusan kita akan menjadi sangat manusiawi dan duniawi. Dari ‘roh yang menghidupkan’ kita diseret menjadi ‘mahluk hidup’. Saat kita menjadi mahluk hidup, kita tidak ada bedanya dengan orang lain.

 

YANG MEMBEDAKAN Ishak dengan orang Filistin adalah meski Ishak dan orang Filistin tinggal di tanah yang sama dan mengalami musim kekeringan yang sama, namun Ishak disertai Tuhan, selalu ada pekerjaan Firman dan Roh yang membuat Ishak tinggal dalam dunianya Tuhan. Sehingga Ishak dan keluarganya selalu diliputi damai sejahtera dan apa yang dia kerjakan selalu dibuat Tuhan berhasil!

 

4. Jika kita sudah tertimbun oleh pekerjaan musuh, segera tanggulangi dengan MENGGALI KEMBALI timbunan yang ada sampai kita mendapat adanya aliran air hidup yang membual kembali dari dalam hati kita.

 

Kenali jika kita sudah mulai ‘tertimbun’. Pemikiran kita mulai kembali berpikir manusiawi dan tidak lagi memiliki pengharapan atau iman. Emosi kita tidak lagi bersukacita, mudah marah, tersinggung, kecewa, diliputi berbagai konflik batin. Mulut kita mulai suka komplain, bersungut-sungut. Wajah kita muram dan tatapannya juga kosong, frustrasi atau memancarkan emosi negatif. Jika hal-hal ini terjadi, artinya musuh sudah berhasil menimbun aliran air hidup kita.

 

Mulai pergunakanlah mulut kita untuk berdoa dalam bahasa roh, sambil mendengarkan diri kita sendiri berkata-kata. Pastikan kita fokus sampai kesadaran sekeliling kita diganti oleh kesadaran akan Tuhan. Jika kita mulai merasakan ada perasaan seperti menembus (ada terobosan) sekecil apa pun dan kita mulai menerima impresi, atau diingatkan sebuah prinsip firman, maka mulailah mendeklarasikan firman atau impresi yang kita terima itu dalam bahasa Indonesia. Jika sudah selesai deklarasi, mulai berdoa lagi dalam bahasa roh; Terima firman dan deklarasikan kembali. Lakukan hal ini berulang-ulang sampai batin kita alami kelegaan dan ada gelora air yang meluap-luap muncul kembali dari hati kita!

 

Sudah sewajarnya inilah kondisi hidup kita sehari-hari sebagai orang percaya. Alami terus penyertaan Tuhan, pastikan selalu ada aliran air hidup yang terus memancar dan semakin hari semakin deras! Alamilah dan tetap jagai aliran Roh-Nya setiap hari. Sehingga kita alami kondisi yang berkemenangan dalam hidup sehari-hari. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus