Top

13 February 2019

Pada awalnya manusia diciptakan untuk tinggal dalam dunianya Tuhan. Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan Firman-Nya. Dan setelah membentuk segala sesuatu, barulah Tuhan menjadikan manusia. Manusia di taruh di Taman Eden untuk melakukan agendaNya, yaitu untuk memerintah bumi (Kej 1:26-28) dan mulai memelihara, mengusahakan taman itu (Kej 2:15-16).

Dari sejak awal Tuhanlah yang berinisiatif menetapkan agenda kerjaNya dan bukan inisiatif manusia itu sendiri. Bagian manusia adalah taat (menjadi executor). Ketika manusia taat, hidup dalam keakuratan di mata Bapa, ada anugrah dan persediaan Bapa yang membuat manusia dapat menerima apapun yang dia butuhkan untuk dapat menuntaskan agenda kerja Bapa. Bahkan saat manusia membutuhkan penolong, yang saat itu belum ada, Bapa dapat menciptakan penolong bagi Adam (Kej 2:18).

Lalu dosa masuk dan menyeruak di dalam taman Eden saat manusia mengambil perkataan dusta yang dilepaskan oleh ular, sebagai manifestasi iblis (Kej 3:1-6). Ketika manusia memakan perkataan dusta itu, manusiapun keluar dari dunianya Tuhan dan masuk ke dalam dunia dosa. Dunia iblis adalah dunia penuh kutukan dan maut. Manusia harus mengandalkan kelicikan supaya dapat survive. Nature “mengandalkan kekuatan diri sendiri” dan “mengandalkan kelicikan/akal bulus” mulai merasuk mencemari nature awal manusia yang “tulus dan mengandalkan Tuhan”. Manusia berubah menjadi pemberontak, ingin menjadi initiator ketimbang executor…sebagai konsekuensinya kehidupan manusia terus mengalami degradasi, turun dari posisi anak Allah menjadi sekedar ciptaan. Keluar dari posisi “roh yang menghidupkan “ menjadi “mahluk hidup”. Dari mahluk sorgawi menjadi mahluk lahiriah dan duniawi.

Namun sesuatu yang ilahi sedang terus terjadi. Tuhan terus melepaskan pekerjaan firman dan RohNya, Dia membangkitkan kembali Nabi-nabiNya, hamba-hambaNya dari masa ke masa, dari waktu ke waktu, supaya manusia mengalami pemulihan demi pemulihan dan dapat dibawa kembali masuk ke dalam dunia-Nya.

1. Setiap Firman yang Tuhan lepaskan akan membawa kita masuk dalam duniaNya

Yesaya 35 : 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”

Firman yang dilepaskan dari mulut Bapa sesungguhnya membawa nature yang berbeda yang akan mengcounter/melawan setiap FAKTA yang sedang kita hadapi. Disadari ataupun tidak sesungguhnya fakta juga memancarkan frekuensi tertentu, fakta selalu “berbicara” dan berusaha menanamkan nature duniawi/manusiawi kepada kita yang mendengarnya. Oleh karenanya Tuhan bertindak menolong kita untuk MELAWAN FAKTA DENGAN FIRMAN-NYA. Ketika firmanNya datang, Ia memiliki suatu kekuatan untuk menarik kita keluar dari FAKTA (FACTS) dan membawa kita masuk ke dalam REALITA-NYA. (HIS REALM)

2. Firman demi firman yang kita deklarasikan sedang membangun infrakstruktur rohani, Jalan Kudus yang akan membawa orang yang bersungguh hati mencari Tuhan terhubung dengan Realita Sorga

Yesaya 35 : 8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.

Pekerjaan firman dan roh yang kita terima seperti pedang bermata dua yang akan membawa kita melangkah memasuki ke Jalan KudusNya. Firman itu juga menuntut agar hidup kita semakin diselaraskan dengan Jalan-jalanNya.  Kala kita hanya mau menerima berkat Tuhan, namun menolak untuk hidup mengikuti jalanNya, sesungguhnya kita sedang menipu diri sendiri. Karena tanpa adanya perubahan dalam diri kita, cepat atau lambat masalah atau fakta yang sama pasti akan datang kembali.

Alkitab mencatat di jalan KudusNya tidak ada orang tidak tahir dan tidak ada orang pandir. Orang yg tidak tahir (dari kata Ibrani, tame) adalah gambaran dari orang yg hidupnya tidak bersih, tidak tulus dan agamawi. Orang yang pandir (dari kata Ibrani, eviyl) adalah gambaran orang yang menolak hikmat, suka menyalahkan orang, suka bertengkar dan tidak bermoral. Singkat kata, orang yang terus mengeraskan hati dan tidak mau mengubahkan kebiasaan hidupnya, pasti tidak akan berjalan menikmati jalan KudusNya.

Yes 35:9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,

Di jalan kudusNya ini orang-orang yang dikasihiNya, akan menikmati kebebasan dari dunia yang garang, kejam dan menekan, dunia yang membuat orang mudah putus asa. Meski kita masih hidup di tengah dunia yang jahat ini, kita tidak lagi berjalan di jalan orang fasik, melainkan kita berjalan di jalan Kudus-Nya, di mana penyertaan Tuhan sungguh nyata: kita selalu menerima kekuatan ilahiNya, menerima pertolonganNya di segala waktu dan keadaan, sehingga kita menjalani hidup sehari-hari dengan penuh kemenangan.#AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus