Top

13 Januari 2020

Kisah Para Rasul 19:1-2 (TB) Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: “SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS, KETIKA KAMU MENJADI PERCAYA?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”

Keberadaan dan peranan dari pribadi Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya sangatlah vital. Mulai dari membawa pribadi orang percaya mengalami kelahiran baru hingga membawa orang percaya terhubung dengan realita Kerajaan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan dapat dikatakan tanpa peranan Roh Kudus, hidup orang – orang percaya tidak ada beda dengan kebanyakan orang lain yang hidup di luar Kristus. Yang luar biasa adalah, Roh Kudus itu memang diberikan oleh Bapa bagi orang – orang percaya secara cuma-cuma – tidak dibutuhkan suatu usaha atau upaya lahiriah untuk mengalami interaksi dengan pribadi Roh Kudus ini.

Yohanes 14:16-17 (TB) AKU AKAN MINTA KEPADA BAPA, DAN IA AKAN MEMBERIKAN KEPADAMU SEORANG PENOLONG YANG LAIN, SUPAYA IA MENYERTAI KAMU SELAMA-LAMANYA, YAITU ROH KEBENARAN. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. TETAPI KAMU MENGENAL DIA, SEBAB IA MENYERTAI KAMU DAN AKAN DIAM DI DALAM KAMU.

Alasan hingga kini masih ada banyak orang percaya yang belum mengalami realita keberadaan dan fungsi dari pribadi Roh Kudus dikarenakan mereka masih belum mengalami pembaharuan akal budi (Rom 12:1-2). Roh-roh dunia dan roh agamawi telah sedemikian rupa berhasil mencetak dan membentuk kehidupan serta konsep pikir orang – orang dalam dunia ini, termasuk orang – orang percaya. Sehingga meski banyak yang sudah mengalami kelahiran baru, menjadi Ciptaan Baru, tapi masih tetap hidup secara manusiawi seperti kebanyakan orang lain dalam dunia ini!

Menjalani hidup sebagai orang percaya sesungguhnya menjalani kehidupan yang berbeda dan istimewa. Kita menjalani kehidupan sehari-hari di bumi ini dengan menikmati resources sorgawi yang tanpa batas! Tapi itu semua hanya akan dinikmati oleh orang percaya yang terhubung dengan realita Kerajaan sorga, dan keterhubungan kita dengan realita kerajaan itu sangat dipengaruhi oleh fungsi dan keberadaan dari karya Roh Kudus dalam hidup kita!

1. Ketika kita terus mengkondisikan diri untuk mengalami pembaharuan akal budi, kita akan mulai menyadari dan mengenali keberadaan dan karya Roh Kudus di dalam hidup kita.

Proses untuk mengalami pembaharuan akal budi yang kita butuhkan agar mulai terhubung dengan keberadaan dan pribadi Roh Kudus dimulai dengan kita :

(a) Mengumpulkan semua data dan pernyataan firman yang berkaitan dengan fungsi dan keberadaan dari pribadi Roh Kudus.

(b) Meyakininya sebagai suatu fakta kebenaran yang melampaui fakta lahiriah dalam kehidupan kita, tidak peduli apa yang menjadi pemahaman (salah) yang kita miliki selama ini, tidak peduli apa yang menjadi pengalaman hidup ataupun pengalaman rohani kita, begitu fakta kebenaran dibukakan kepada kita, kita harus memilih untuk meyakininya!

(c) Kita mengimajinasikan dan mendoakannya hingga batin kita berkobar-kobar! Terjadinya kobaran dalam batin kita menandakan bahwa prinsip firman yang kita terima sebagai fakta kebenaran sudah mulai bekerja dalam hidup kita!

2. Kita mulai (sengaja) berkata-kata, menyampaikan apa yang ada dalam hati kita berkaitan dengan firman yang kita terima tersebut dengan suatu kesadaran mental yang ditujukan kepada pribadi Roh Kudus.

Disinilah pentingnya kita (melatih diri) mengimajinasikan firman dalam doa-doa kita. Tanpa kita sadari, kita sedang membangun suatu ‘kondisi mental’ yang menyatakan tentang keberadaan dari pribadi Roh Kudus. Ada mulai terbangun dalam pikiran, imajinasi atau mental kita tentang adanya suatu kesadaran akan hadirnya pribadi Roh Kudus dalam hidup kita (walaupun tidak terlihat secara mata jasmaniah tapi realita dan kehadiran-Nya tetap dapat kita rasakan).

Dia memang tidak terlihat dengan mata jasmani, tapi kita bisa membangun kesadaran mental akan keberadaan-Nya dalam batin kita! Dengan kita mulai berkata-kata, memperkatakan apa yang ada dalam hati kita dengan (kesadaran mental) yang ditujukan kepada pribadi Roh Kudus, maka sesungguhnya kita sedang mulai membangun keterhubungan dengan keberadaan-Nya!

Amsal 18:20-21 (TB) Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Komunikasi dengan pribadi dan keberadaan Roh Kudus akan mulai terbangun saat kita berkata-kata, memperkatakan apa yang ada dalam hati kita dengan suatu kesadaran mental yang ditujukan kepada-Nya. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus