Top

13 Juli 2018

Ada satu kisah yang lebih memperkuat keyakinan saya tentang prinsip memperkatakan firman. Yaitu saat Daud berada di Ziklag. Dimana seluruh keluarganya dan para keluarga dari pengikutnya di rampas pergi menjadi tawanan orang Amalek. Kondisinya begitu sangat menekan Daud. Karena orang – orang kepercayaannya pun mulai marah dan kecewa terhadap dirinya. Bukan situasi yang mudah tentunya untuk seorang pemimpin. Ibarat sudah jatuh (keluarganya ditawan) tertimpa tangga pula (ditekan oleh orang dan keadaan)

Tentunya hal seperti itu juga pernah terjadi, dan mungkin sedang kita alami saat ini dalam kasus yang berbeda. “Seolah” iblis dapat dengan leluasa menghancurkan keluarga kita, keuangan, mengambil sukacita, dan damai sejahtera, serta segala hal baik yang Tuhan berikan. Ditambah lagi intimidasi dari pendakwa saat kita dalam kondisi yang lemah.

Intimidasi tersebut seperti kalimat – kalimat penghukuman terhadap diri kita sendiri dan seolah kita sendiri yang memang sedang berbicara ; bahwa kita memang layak menerima kesusahan, tidak ada lagi harapan, ini adalah kutukan, dan tidak mungkin terjadi perubahan. Kata – kata itu tentunya membuat kita semakin terpuruk dan lebih berfokus pada masalah dan tantangan. Sadarilah, itu semua adalah tipu daya iblis!! Bangkit dan lawan!!! Sebab Tuhan kita jauh lebih besar dari apapun juga!!!

Perhatikan cara Daud menghadapi kondisi tersebut ;
1 Samuel 30:6 (TB) Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Begitulah juga yang harus kita lakukan. Kuatkan kepercayaan kita kepada Tuhan!! Apa yang kita yakini Tuhan bisa lakukan bagi kita, baiklah kita memperkatakan hal tersebut (Maz 31:24, Maz 33:9-22, Maz 42:11, Maz 62:8 Maz 84:11-12, Maz 130:7) Teruslah berkata – kata sampai kita rasa “tekanan” itu mulai terlepas!! Dan bangun manusia rohaniah kita dengan berkata – kata dalam bahasa roh secara sedemikian rupa (1 Kor 14:4) sampai kita alami ada kesadaran akan realita hadirat Tuhan yang terus bertumbuh mencengkram kita.

Berkata – kata dan berdoalah sampai damai sejahtera dan sukacita ilahi kembali menguasai diri kita. Karena inilah kondisi yang membuat manusia roh kita kembali peka mendengar suara Tuhan dan menerima arahanNya. Ini sangat penting, karena apapun masalah dan tantangannya, sesungguhnya yang kita butuhkan hanyalah firmanNya!!

Lalu ini yang dilakukan oleh Daud selanjutnya;
1 Samuel 30:8 (TB) Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Daud minta firman dari mulut Allah. Inilah hal yang harus kita contoh dari Daud. Ingat sungguh – sungguh, apapun situasi dan kondisi keadaan kita, jangan pernah kehilangan firman. INGAT, satu – satunya kita butuhkan adalah firmanNya!! Meminta firman dariNya adalah permintaan paling tepat. Sebab Allah kita adalah pribadi yang paling menyukai percakapan yang “bertemakan firman daripadaNya”. Kita akan mengalami, dengan begitu saja, Tuhan akan melepaskan firmanNya!! Itulah yang dialami oleh Daud ;

1 Samuel 30:8 (KJV) And David enquired at the LORD, saying, Shall I pursue after this troop? shall I overtake them? And he answered him,

Pursue (kejar): for thou shalt surely overtake (raih kembali/ambil alih) them, and without fail recover all (tata ulang/lakukan perbaikan sampai pulih seutuhnya)

Tuhan memerintahkan Daud untuk mengejar musuhnya, mengambil kembali tawanan, dan mengadakan pemulihan!!

Saya yakin, itu jugalah yang Tuhan inginkan kepada kita yang selama ini hanya diam, pasrah, dan terus tertekan ketika iblis memporak – porandakkan hidup kita dengan memanfaatkan berbagai situasi serta keadaan, dan ketidakuratan kita. Kita harus bangkit. Pakai mulut kita untuk memperkatakan apa yang kita yakini Tuhan dapat lakukan, doa dalam roh, dan terus mendesak sampai Dia berfirman.

Pukul mundur pekerjaan musuh! Dan selaraskan hidup kita dengan apa yang Dia firmankan. Lalu lakukan apa yang Tuhan perintahkan. Percayalah, Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita!! Sehingga kemenangan demi kemenangan akan menjadi porsi kita!! Pemulihan yang nyata pasti akan kita alami.

Bahkan semustahil apapun keadaannya, Ia sanggup melakukan apa yang mustahil menjadi mungkin, dan apa yang tidak ada menjadi ada, semudah membalikkan telapak tangan! Itulah Tuhan kita (Raja yang berdaulat) Apa yang telah Dia firmankan pasti terjadi dan sudah terjadi!! Bagian kita adalah memperkatakan firmanNya! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus