Top

13 Juni 2019

Sekali waktu, saya mengajukan pertanyaan kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa tetap ada banyak orang percaya yang mengalami hal-hal yang dialami orang dunia; bahkan tidak jarang saya melihat orang-orang percaya masih trs mengalami kekalahan juga, seperti stress dalam pekerjaan, terpuruk dalam finansial, memiliki hubungan keluarga yang rusak, dst. Mengapa?

 

Roh Kudus memberi saya pengertian, bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan kita mendapat ‘musibah’. Karena rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera yang memberikan kita masa depan yang penuh harapan (Yer 29:11). Namun, Dia tidak pernah memaksa. Dia tidak ingin kita hidup dalam jalan-jalanNya karena hasil paksaan. Ia mengasihi kita dengan sempurna, dan Ia ingin kita dapat mengasihi Dia kembali tanpa terpaksa. Itu sebabnya, dengan cemburu, Ia menempatkan RohNya dalam diri kita (Yak 4:5).

 

Saya dibawa Roh Kudus untuk menyadari bahwa ketika kita terus menggunakan kekuatan diri sendiri, terus meminta Tuhan memahami keberadaan kita yang sedang ditekan dari sana dan sini, sesungguhnya kita sedang menutup diri dari Tuhan. Kita mengambil sikap membatasi Tuhan, dan tanpa kita sadari kita seakan-akan berpikir bahwa kondisinya terlalu sulit, bahkan rasanya sulit untuk Tuhan menolong kita dan melakukan sesuatu di momen tersebut. Padahal sesungguhnya Dia adalah Allah yang berdaulat dan maha kuasa! Tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa! Tanpa FirmanNya, kita tidak dapat hidup! (Maz 119:92)

 

Saya menyadari bahwa ketika saya terus mengandalkan kehidupan dari kehidupan bios saja, saya ini hanyalah seperti bunga rumput, yang dengan cepat akan layu dan mati (1 Pet 1:24). Saya sadar bahwa saya perlu terus menumbuhkan kehidupan Zoe, kehidupan yang sifatnya ilahi yang saya terima dari Bapa ketika kita dilahirkan baru (1 Pet 1:23).

 

Sesungguhnya setiap kali kita menghadapi masalah sebagai akibat dari ketidakakuratan kita, Dia begitu rindu menolong kita. Melalui Roh Kudus dan hamba-hambaNya, Tuhan melepaskan Firman bagi kita, berupaya untuk menyadarkan kita agar kita bertobat dan berbalik kepadaNya, serta kembali membawa kita menikmati hidup berkemenangan.

 

Roh Kudus menyatakan kepada saya bahwa ada begitu banyak momen dalam kehidupan kita, ketika kita sedang terjepit, sesungguhnya Bapa menanti-nantikan untuk kita datang ke ruang tahta kasih karuniaNya, karena di situ ada ‘Mercy‘ dan ‘Grace‘ yang tidak terbatas. Namun banyak yang justru sibuk dengan dirinya sendiri dan masalahnya, berupaya dengan segala macam cara (selain cara ilahi) untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Alasan mengapa ada kekalahan dan situasi-situasi menyedihkan yang dialami oleh orang-orang percaya adalah karena mereka tidak memberi ruang untuk Tuhan menolong mereka. Karena dasar keyakinan mereka belum tercetak berdasarkan Firman.

 

Sementara, Tuhan bergerak berdasarkan iman (Luk 18:8), dan orang yang mengaku mempercayai Yesus, sebagai orang benar sudah seharusnya hidup oleh iman (Rm 1:17, Hab 2:4). Saya menyadari bahwa saya perlu terus mengalami pembaharuan akal budi sehingga apa yang saya percayai bukan lagi hal-hal atau prinsip-prinsip dunia yang justru bertentangan dengan pengenalan akan Allah. Saya berketetapan untuk terus bertekun dalam Firman, alami pembaharuan akal budi oleh pekerjaan Roh dan FirmanNya, sehingga prinsip-prinsip ilahi-lah yang tertanam menjadi dasar keyakinan saya. Saya percaya ketika iman saya (kepercayaan saya) dibangun oleh dasar keyakinan akan Firman, baru pada saat itulah saya memiliki iman yang mengalahkan dunia! (1 Yoh 5:4)

 

Saya bersyukur karena Bapa memberikan Roh Kudus dalam kehidupan saya, untuk terus mempengaruhi saya, menolong saya untuk dapat membuka hati dan mau berjalan di jalan-jalanNya dengan sukarela dan sukacita. Karena memang sesungguhnya saya adalah milik Tuhan.

 

Setiap ‘mess’ atau  kekacauan yang ada dalam hidupku, dengan anugerahNya, Dia jadikan menjadi ‘message’. Saya percaya, ketika saya membuka hati, ‘mengizinkan’ tanganNya mengambil alih kehidupan saya dan mau menaati tuntunan RohNya; setiap ketidakakuratan saya yang tadinya menjadi sebuah celah di mana Iblis memiliki ‘legalitas’ untuk merusak kehidupan saya, akan ditutup! Sehingga apa yang tadinya kacau dalam hidup saya, berubah menjadi sebuah pesan ilahi karena kuasa Firman dan RohNya mengubahkan hidup saya. Puji Tuhan, kasih setiaMu begitu besar!

 

Dalam segala situasi, saya mau mempercayakan hidup saya kepadaNya dan tidak bersandar pada pengertian saya sendiri. Dalam segala hal, saya mau pastikan saya mengandalkan Dia dengan mengikuti tuntunanNya! (Ams 3:5-6) #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus