Top

13 Juni 2020

      130620_Renungan_Ps_Steven_Agustinus

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang upaya yang sering Iblis pakai untuk menghalangi umat Tuhan dalam beribadah dan melangkah menggenapi kehendak Tuhan.

 

1. Iblis terus berupaya memberikan tekanan hidup dan mengikat umat Tuhan dengan permasalahan hidup sehari-hari.

2. Iblis akan terus membuat umat Tuhan hidup dalam kompromi dengan dunia ini.

3. Iblis terus berupaya untuk mengkondisikan umat Tuhan tidak bisa beribadah secara utuh sebagai satu keluarga

 

Keluaran 10:8-11 (TB)  Lalu Musa dan Harun dibawalah kembali kepada Firaun dan berkatalah Firaun kepada mereka: “Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, Allahmu. Siapa-siapa sebenarnya yang akan pergi itu?” Jawab Musa: “Kami hendak pergi dengan orang-orang yang muda dan yang tua; dengan anak-anak lelaki kami dan perempuan, dengan kambing domba kami dan lembu sapi kami, sebab kami harus mengadakan perayaan untuk TUHAN.” Tetapi Firaun berkata kepada mereka: “TUHAN boleh menyertai kamu, jika aku membiarkan kamu pergi dengan anak-anakmu! Lihat, jahatlah maksudmu! Bukan demikian, KAMU BOLEH PERGI, TETAPI HANYA LAKI-LAKI, dan beribadahlah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki.” Lalu mereka diusir dari depan Firaun.

 

Adalah kehendak Tuhan untuk membawa seluruh keluarga mengalami keselamatan yang dari pada-Nya sehingga secara utuh seluruh keluarga yang ada jadi beribadah dan melayani Tuhan. Tapi ‘penguasa dunia’ ini dengan segala macam cara sedang terus berupaya untuk ‘memecah belah’ setiap anggota keluarga sehingga tidak bisa bersama-sama melayani Tuhan sebagai satu tim!

 

Kadang Musuh memecah belah setiap anggota keluarga melalui:

 

(a) ‘Selera beribadah yang berbeda’ antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga lainnya. Misalkan, ada anggota keluarga yang merasa ‘lebih bisa menikmati’ suatu ibadah jika semua dilakukan secara tenang dan syahdu – sementara ada anggota keluarga yang ‘merasa lebih puas’ jika suasana puji-pujiannya semarak, heboh, melompat-lompat, dan lain sebagainya.

 

(b) Fanatisme dari anggota keluarga untuk membuat perpisahan antar anggota keluarga dalam beribadah. Satu anggota merasa lebih asyik untuk beribadah di gereja ‘A’ karena di sana pengkhotbahnya selalu berganti-ganti, sehingga ‘terasa selalu baru dan fresh‘. Sedang satu anggota keluarga lainnya merasa lebih cocok di gereja yang lain karena gembalanya yang sangat kebapakan, dan seterusnya.

 

Seharusnya dalam kita menentukan di mana kita harus beribadah adalah dengan belajar mengenali apa yang menjadi ketentuan Tuhan dalam keluarga yang kita miliki dan juga destiny yang Tuhan tetapkan atas suatu gereja lokal. Dengan adanya keselarasan antara ketentuan Tuhan atas keluarga kita dan destiny suatu gereja lokal, maka di sanalah kita harus mulai ‘menanamkan akar rohani’ kita!

 

4. Iblis akan mengkondisikan untuk kita beribadah kepada Tuhan tanpa harus melibatkan resources kita.

 

Keluaran 10:24-25 (TB)  Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: “Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, HANYA KAMBING DOMBAMU DAN LEMBU SAPIMU HARUS DI TINGGALKAN, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu.” Tetapi Musa berkata: “Bahkan korban sembelihan dan korban bakaran harus engkau berikan kepada kami, supaya kami menyediakannya untuk TUHAN, Allah kami.

 

Merupakan kehendak Tuhan untuk kita bisa mempermuliakan Dia dengan harta benda yang kita terima dari Tuhan (Amsal 3:9). Ketika dengan sukacita kita memberi atau menabur ke pekerjaan Tuhan, sesungguhnya kita sedang mempermuliakan Dia dengan harta kita. Dan untuk mulai bisa menabur atau memberi bagi pekerjaan Tuhan, kita tidak perlu menunggu menjadi kaya raya atau melimpah dengan harta benda terlebih dahulu dan barulah kita belajar memberi atau menabur. Bahkan orang-orang miskin sekalipun harus belajar menabur atau memberi karena justru dengan mereka belajar memberi atau menabur mengikuti tuntunan Roh Kudus, mereka sedang menghancurkan ‘mentalitas orang miskin’ dalam kehidupan mereka!

 

2 Korintus 9:6-11 (TB)  Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. HENDAKLAH MASING-MASING MEMBERIKAN MENURUT KERELAAN HATINYA, JANGAN DENGAN SEDIH HATI ATAU KARENA PAKSAAN, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, IA MEMBERIKAN KEPADA ORANG MISKIN, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.” Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

 

Ketika kita mulai mempermuliakan Tuhan dengan harta kita, Tuhan akan:

 

  • Melimpahkan segala kasih karunia kepada kita,

 

  • Membuat kita selalu berkecukupan dalam segala sesuatu, bahkan

 

  • Berkelebihan dalam berbagai kebajikan,

 

  • Kita juga akan diperkaya dalam berbagai macam kemurahan hati,

 

  • Tuhan memberi kita banyak alasan untuk selalu hidup dalam ucapan syukur kepada-Nya!

 

Bangun sikap hati yang selalu berkemurahan dalam hal memberi atau menabur di ladang pelayanan yang Tuhan suruh untuk kita taburi dengan harta kita, dan taklukkan ketergantungan serta keterikatan hati kita dengan Mamon! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus