Top

13 Maret 2019

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin…

 

c. “MENYURUH AKU”…Ketika seseorang di “stretch” atau diregangkan pasti alami kondisi yang tidak mengenakkan pada awalnya, karena dipaksa melewati batas limit kita. Batas limit ini yang sebenarnya membuat kita “tertahan” di posisi kita yang lama. Pastikan kita TAAT, memberi diri untuk diregangkan meski mengalami “sakit” pada awalnya, namun percayalah itu menyehatkan! Ingat… tanpa salib tidak ada kemuliaan. Kita sedang mempraktekkan firman sangkal diri, pikul salib, mengikut Yesus (Matius 16:24) Dengan kita memberi diri untuk diregang secara rohani akan menghantarkan kita menerobos, menembus batas-batas kita yang lama.
d. “DALAMNYA” adalah HASIL dari KETAATAN kita, dimana kita dibawa masuk ke level yang baru, yang dulu tidak pernah bisa kita lalui. Ketika kita “TIDAK MENYERAH” akan ada TEROBOSAN BARU yang tercipta!

3. Aliran kehidupan zoe yang terus terpancar pasti akan memunculkan kehidupan yang berdampak, itu adalah hasil dari keterhubungan dan kebergantungan dengan flow of life dari Rumah Rohani.
Yehezkiel 47 : 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang DAUNNYA TIDAK LAYU dan BUAHNYA TIDAK HABIS-HABIS; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab POHON-POHON ITU MENDAPAT AIR DARI TEMPAT KUDUS ITU. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
Perhatikan bahwa pohon-pohon itu mengalami daunnya tidak layu, buahnya tidak habis-habis, karena mendapat SUPPLY AIR dari TEMPAT KUDUS itu. TEMPAT KUDUS adalah gambaran dari Bait Suci (Yeh 47:1) yaitu: flow of life yang mengalir keluar dari RUMAH ROHANI yang ada. Setiap pohon hanya bisa bertumbuh besar,  ketika ia tertanam dan berakar kuat di dalam rumah rohani. Di situlah seseorang alami keterhubungan dan kebergantungan dengan sumber anugerah. Sikap hati untuk memberi diri tertanam dan melebur di dalam rumah rohani membuat pertumbuhan akar-akar rohaninya menembus tanah semakin dalam sampai menemukan sumber air hidup dan barulah ia bertumbuh ke atas. Mustahil seseorang berdampak di luar sana tanpa memiliki keterhubungan di dalam rumah rohani. Jika seseorang terlihat “berdampak”, tapi tidak terhubung dengan rumah rohani secara akurat, saya mempertanyakan dari mana sumber airnya? namun yang pasti bukan berasal dari rumah rohani. Oleh karenanya IBADAH dan PRAYER GROUP menjadi sesuatu yang  harus diprioritaskan. Karena itu adalah AGENDA UTAMA di dalam rumah rohani. Di sanalah kita dibentuk, direndam dan dicetak ulang dalam POLA ILAHI lewat pekerjaan firman dan roh yang ada.
Coba kita renungkan, jika dalam 1 bulan ada 4x ibadah dan kita mangkir 2x saja artinya, kita kehilangan 50% kebergantungan dengan tempat kudus. Artinya dalam bulan itu kebergantungan kita hanya separuh saja. Pasti banyak hal yang tertinggal dan tidak terdevelop dengan baik.
Pastikan kita terus berfokus menumbuhkan aliran kehidupan zoe dalam kehidupan kita dan nikmatilah kehidupan yang semakin bertumbuh sehat, kuat dan berkemenangan dalam segala hal.#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus