Top

13 Maret 2020

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang pentingnya seorang pemimpin untuk selalu membangun kewaspadaan rohani – spiritual alertness, dan memastikan selalu hidup dengan membawa kematian Kristus dalam hidupnya, sehingga kuasa kebangkitan Kristus juga akan selalu bekerja dalam kehidupan sehari-harinya.

 

Tanpa hidup dalam kematian daging, seorang pemimpin bisa dengan mudah jadi terlena dan hidup dalam ketidakakuratan – jika tidak bisa dikatakan hidup dalam dosa.

 

1. Seorang pemimpin yang tidak lagi hidup dalam kematian daging dengan mudah akan memanipulasi jemaat dengan mempergunakan karunia atau kharisma yang selama ini bekerja dalam hidupnya.

2. Bagi seorang pemimpin yang hidupnya teledor, tanpa sadar, keinginan hati yang ia miliki (yang tidak lagi tersalib bersama Kristus) akan mendorongnya untuk mulai memanfaatkan posisi yang ia emban guna mewujudkan kepentingan atau keinginan hatinya sendiri serta menuntut perlakukan istimewa dari jemaat atau anak rohani yang ia layani.

3. Pemimpin yang tidak bertobat akan cenderung menutupi dosa yang ia lakukan dalam keteledoran atau kebodohannya dengan dosa-dosa yang lain lagi.

 

Pastikan kita terus memiliki roh yang lembut, mudah dibentuk, mau berubah, cinta kebenaran! Saya sering menemukan adanya pemimpin yang baru  mengakui kejatuhan atau perbuatan dosanya karena ia ketahuan! Bukan karena bertobat, menyadari kesalahannya dan mau berubah! Seandainya ia tidak ketahuan, otomatis kecenderungannya adalah terus melanjutkan kehidupan dalam dosa yang sudah ia mulai. Dari satu perbuatan dosa, ia terus melanjutkan dan menutupi dosa tersebut dengan dosa-dosa yang lain.

 

Tapi saya percaya, inilah saatnya roh yang mengadili dan membakar sedang dicurahkan Tuhan atas gereja-Nya! Tuhan betul-betul sedang berurusan dengan jemaat dan hamba-hamba-Nya untuk memastikan gereja-Nya hidup dalam kebenaran, kekudusan dan kemuliaan Sorga!

 

Saya berdoa, tidak ada lagi jemaat atau hamba Tuhan yang terus bermain-main dengan dosa; masih sering merasa adanya takut akan Tuhan tapi pada saat yang sama, juga masih merasa sayang untuk sepenuhnya memutuskan hubungan dan membuang dosa!

 

Saya berdoa, biarlah Roh Kudus membersihkan kehidupan setiap kita sehingga dorongan atau kecenderungan hati yang kita miliki, sepenuhnya tertuju hanya kepada kebenaran! Kita mulai menjadi pribadi yang memang mencintai Tuhan secara mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan! Kita rela melakukan apa saja – termasuk membuang segala bentuk kehidupan ganda, kehidupan yang bermain-main dengan dosa; menyelaraskan hidup kita sepenuhnya dengan kebenaran sehingga kita betul-betul memiliki kehidupan yang memperkenan hati-Nya!

 

Saya berdoa, biarlah setiap kita – sebagai jemaat maupun hamba-hamba Tuhan, terus menjalani kehidupan sehari-hari kita dengan roh yang bertobat dan selalu rindu dibangun dalam kebenaran!

 

Tuhan tidak menghendaki hanya sekedar memakai hidup kita secara luar biasa; Dia rindu kehidupan sehari-hari kita dapat terbangun membawa kehidupan yang Ilahi dan memperkenan hati-Nya sehingga kita dilayakkan untuk menjadi wakil Tuhan, menjadi representasi-Nya di bumi ini! Roh yang mengadili dan membakar sedang dicurahkan atas gereja-Nya. Terima dan alamilah perubahan nature dalam kehidupanmu!

 

Yesaya 4:4-6 (TB)  apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

 

Biar melalui keberadaan kita yang hidup dalam Kerajaan yang tak tergoncangkan, bangsa-bangsa di seluruh muka bumi ini mendapatkan adanya tudung dan pondok untuk tempat mereka bernaung. Kehidupan kita menjadi ‘Tanda’ dan sekaligus ‘Alamat’ untuk bangsa-bangsa dapat mengalami dan berjumpa dengan realita Tuhan (Yesaya 8:17-18). #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

(Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti akun IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal – Gbu)