Top

13 Mei 2020

Kalimat “Allah yang tidak terbatas” terus terngiang – ngiang dalam batin saya, membuat saya semakin yakin bahwa saya sedang terkoneksi dengan Allah yang tidak terbatas. Jadi harapan saya hanya boleh tertuju kepada Dia, bukan kepada uang yang terbatas, juga bukan kepada manusia yang terbatas – melainkan hanya kepada Dia yang tidak terbatas.

 

Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita, baik dengan menggunakan sarana ataupun dengan cara yang supranatural. Namun prinsipnya bukan pada hal itu, melainkan pada mendengar suara Tuhan dan mentaatinya.

 

Tuhan memerintahkan Elia untuk ‘pergi ke sungai kerit’ saat masa kekeringan terjadi di Israel dan Elia hanya taat. Di sana Tuhan memelihara Elia dengan menggunakan ‘SARANA’ sungai yang ada. Juga menggunakan ‘burung gagak’ untuk menghantarkan makanan. Selanjutnya juga Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi ke janda sarfat. Di sanalah Tuhan juga memelihara Elia dengan menggunakan ‘sarana’, yaitu janda sarfat itu sendiri. Tapi ada juga pengalaman Elia dipelihara oleh Tuhan ‘tanpa sarana’ lahiriah.

 

1 Raja-raja 19:5-8 (TB) Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!” Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula. Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.” Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

 

Secara ilahi malaikat mengantarkan ‘roti bakar’ dan ‘kendi isi air’. Tanpa ada orang lain yang menghantarkan, tanpa ada burung gagak, tanpa ada sungai yang berisi air. Tapi tiba – tiba ada di tengah – tengah padang gurun, lalu yang ajaibnya lagi makanan dan minuman itu dapat memberi Elia kekuatan selama 40 hari.

 

Saya belajar sesuatu, bahwa Tuhan ‘tidak bisa didikte’ dengan berbagai rumusan cara yang kita ketahui. Sebab pada prinsipnya Tuhan tidak terbatas dengan itu semua. Dia sanggup bergerak dengan berbagai macam cara, baik dengan menggunakan sarana ataupun tidak. Jadi fokus saja pada suara Tuhan. Jika Ia memerintahkan untuk menyiapkan ‘sarana’, maka lakukanlah bagian kita sebaik mungkin. Jika pun tidak, Ia tetap Allah yang tidak pernah kehilangan akal. Itulah yang terjadi pada Elia. Selama dirinya terus mau dengar – dengaran dengan suara Tuhan dan tetap berjalan seturut agenda surgawi, maka Tuhan bertanggung jawab memelihara kehidupannya.

 

Jangankan Elia, bangsa Israel yang keras kepala dan terus melawan, tetap saja diberi Tuhan makanan dari surga (Manna turun dari langit) setiap hari selama 40 tahun. Apalagi kita yang mau mentaati dan berjalan seturut dengan agenda Kerajaan, tidaklah mungkin Tuhan meninggalkan kita!!

 

Tiba – tiba terlintas ayat firman di bawah ini:

 

Yeremia 17:5 (TB) Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

 

Yeremia 17:7-8 (FAYH) “Tetapi berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN dan yang berharap kepada-Nya. Ia seperti pohon yang tumbuh di tepi sungai, yang akarnya mencapai air—pohon yang tidak takut panas dan tidak kuatir akan musim kering yang panjang. Daun-daunnya tetap hijau dan ia terus-menerus menghasilkan buah yang baik.

 

Saya percaya, itu suara Tuhan untuk saya. Sikap hati itulah yang akan membuat saya terkoneksi dengan Tuhan yang tidak terbatas oleh apa pun juga. Manusia terbatas, uang terbatas bahkan segala hal yang lahiriah pastilah terbatas. Jadi saya harus pastikan hati saya tidak menjauh dari Tuhan dan berharap dan bergantung hanya pada Tuhan saja.

 

Bergantung kepada Tuhan sesungguhnya bukanlah ‘kondisi pasif’, melainkan terus aktif mengejar dan mendesak masuk dalam realita-Nya sampai Ia berfirman, dan memastikan diri kita menjadi pelaku dari apa yang Dia firmankan!! Itulah kehidupan yang senantiasa harus saya jalani. Saya percaya kepada Tuhan yang tidak terbatas!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus