Top

13 November 2018

Saat kita terkoneksi dengan keberadaan Tuhan sebagai Allah yang setia dan berdaulat, ternyata kita harus segera memperbaharui akal budi kita yang telah tercetak oleh dunia ini. Karena tanpa sadar pola pikir kita telah terlatih untuk berpikir berdasarkan ‘sebab – akibat’. Sehingga cara kita menilai segala sesuatu berdasarkan hari yang telah berlalu atau apa yang kita lakukan hari ini. Misalkan contoh ; saat kita melihat seseorang yang hidupnya dahulu sangat buruk dan hari ini sangat duniawi, maka kita langsung berpikir masa depannya pasti suram! Jangankan terhadap orang lain, seringkali kita juga sering berpikir hal yang sama terhadap diri kita sendiri yang masih belum akurat! Alhasil, aliran kasih dan kehidupan ilahi yang harusnya terpancar dengan deras menjamah kehidupan orang lain dan membangkitkan diri kita sendiri menjadi tersumbat oleh konsep pikir kita yang salah!
Padahal bagi Tuhan yang berdaulat dan bagi Allah yang setia untuk mengubah hidup kita dan mengubah hidup orang lain semudah Ia membalikkan telapak tangan! Dan Ia adalah pribadi yang tidak pantang menyerah dengan orang lain dan diri kita. Ia telah menetapkan waktunya perubahan. Bahkan sekalipun kita sudah menganggap mustahil dan tidak mungkin, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil!
Markus 9:20-23 (TB)
20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.
22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Saya sungguh belajar sesuatu dari apa yang tertulis di atas ; bahwa pengenalan akan Tuhan itu ternyata sangat penting. Sebab jika kita tidak mengenal Dia, maka ada banyak celah dalam diri kita yang membuat musuh dapat menipu kita. Sehingga dengan mudah kita kehilangan harapan, damai sejahtera, dan sukacita! Tapi jika kita melihat Dia sebagai Allah yang berdaulat dan setia, maka pengharapan itu akan selalu muncul, damai dan sukacita senantiasa menyala dalam batin kita. Sebab kita tau dengan pasti, bahwa semua ada dalam kendali Tuhan yang sanggup mengubahkan diri kita dan orang lain dengan seketika. Bisa! Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!
Permasalahannya kita “sudah punya cara perubahan” yang berbeda dengan caraNya Tuhan. Inilah yang membuat seolah “fakta negatif” jauh lebih besar dan berkuasa dari rencana Tuhan. Padahal seburuk apapun fakta negatif yang ada, jika Allah yang berdaulat itu sudah berfirman, maka fakta negatif pasti alami perubahan!! Oleh karena itu, agar tetap terkoneksi dengan kedaulatan Tuhan, maka kita perlu dengan tekun beroperasi di dalam Roh dengan cara memperkatakan firmanNya!! Dan jangan tertipu dengan pengalihan fokus dari si jahat. Sebab ia akan berupaya menarik kita keluar dari kondisi manusia batiniah kita yang berkobar – kobar penuh pengharapan. Upaya musuh untuk “membesar – besarkan” fakta negatif yang ada harus kita abaikan. Fokus saja pada kedaulatanNya dan kesetiaanNya!! Saat kita tetap bergantung dan percaya kepada kedaulatanNya, maka kita akan mengalami perubahan demi perubahan terjadi secara begitu saja!! Sebab tidak ada yang mustahil bagi kita yang percaya!! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus