Top

13 November 2019

Roma 6:11 (TB) Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

 

Ayat ini berbicara kembali dalam batin saya untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari – hari :

 

1. Saat kita mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan, maka pada saat itulah kita ‘mati’ dari segala agenda pribadi

 

Setiap hari kita bukan lagi melakukan kehendak kita sendiri, melainkan kehendak Tuhan yang diberikan melalui firman-Nya di saat kita bersekutu dengan Dia! Firman yang tiap hari datang dalam diri kita, itulah agenda dan arahan yang Tuhan berikan. Kita tidak perlu ‘bingung’ dalam membuat perencanaan saat kita sungguh – sungguh hidup hanya dari firman-Nya. Sebab berjalan dalam rencana Tuhan tidaklah serumit yang kita pikirkan. Selama kita mati dari kepentingan diri sendiri, maka firman dan pekerjaan Roh-Nya akan datang membangkitkan kita untuk menjadi pelaku firman setiap hari.

 

2. Firman Tuhan adalah jati diri kita yang baru di dalam Kristus, yang lama sudah mati!

 

Ini waktunya kita melihat setiap firman yang disampaikan sebagai JATI DIRI KITA yang sejati. Inilah yang membuat kita hidup atau aktif untuk menolak jati diri yang dunia tawarkan (Ibrani 11:24). Dengan demikian kita dapat berfokus membangun diri seturut dengan apa yang Tuhan sampaikan. Kekuatan dan kekonsistenan kita dalam berfokus pada firman atau jati diri inilah yang akan membuat kita berada di atas rata – rata (mengalahkan dunia).

 

1 Yohanes 5:4-5 (TB) …sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

 

Saya mendapati, ada banyak orang percaya yang tergiur dengan jati diri yang dunia tawarkan dan ‘cara kerja’ yang dunia berikan untuk mencapai kesuksesan. Alhasil terus terjadi percampuran antara pola dunia dan pola Tuhan (hidup kita jadi rusak, kehilangan arah dan tujuan hidup sejati). Inilah yang menyebabkan ada banyak orang percaya yang menjadi korban dari sistem dunia!

 

Tapi sekarang waktunya kita memandang atau mengarahkan hati dan pikiran untuk tertuju hanya pada firman-Nya saja!

 

3. Semakin kita mati dari diri sendiri dan hidup hanya bagi Allah, maka hidup kita akan makin mudah dipimpin oleh Tuhan (tidak berbelat – belit, lurus – lurus saja) dan akan memanifestasikan Kristus dalam hidup sehari – hari

 

Galatia 2:20 (TB) …namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

 

Saya yakin, jika kita berfokus pada firman (jati diri di dalam Kristus) maka minimal hidup kita akan berdampak seperti Paulus! Saya jadi sadar akan kekuatan dari FOKUS. Ini ternyata sangat menolong kita untuk menghalau segala ‘pengalihan’ jati diri yang dunia tawarkan.

 

Ibrani 12:2 (TB) Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

 

Jika kita ingin hidup yang berdampak oleh karena iman seperti yang tertulis pada Ibrani 11 (orang – orang yang telah hidup dalam jati diri mereka di dalam Tuhan) maka Ibrani 12 harus menjadi patokan kita. FOKUS! Arahkan mata kita hanya tertuju kepada Kristus dan firman-Nya, sehingga kita dapat Tuhan bangkitkan menjadi para raksasa atau pahlawan iman yang mengalahkan dunia!!

 

Firman-Nya akan datang tiap hari memimpin kita berjalan dalam kehendak-Nya saja! Bagian kita adalah menaati seturut takaran iman tersebut (jangan bandingkan diri kita dengan jati diri orang lain, fokus pada apa yang Tuhan sampaikan).

 

Inilah yang membuat terjadi kebangkitan tubuh Kristus! Kita akan bekerjasama sebagai satu tim (bukan individualistis lagi – sudah mati dari kehidupan diri sendiri – Roma 6:11) yang mengerjakan agenda-Nya seturut dengan jati diri kita di dalam Tuhan. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus