13 November 2021

Keberadaan realita Tuhan di tengah umat-Nya seringkali tidak dirasakan, bahkan manifestasi dari kehadiran-Nya sendiri dibatasi oleh berbagai liturgi dan ketentuan – ketentuan ibadah. Padahal kita tahu bersama, Tuhan adalah pribadi yang dinamis, Dia adalah Tuhan, jadi bukan manusia yang mengatur – ngatur Tuhan. Bahkan Ia menegaskan, bahwa diri kita harus segera menyesuaikan diri dengan kehadiran-Nya. Kita yang terlebih membutuhkan Tuhan, jadi sudah sewajarnya kita mengejar Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan.

Yesaya 55:6 (TB)  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 

Dunia kekristenan telah terjebak dalam berbagai liturgi keagamawiaan tanpa adanya lagi manifestasi realita hadirat Tuhan. Bahkan hal ini sudah dianggap biasa. Lebih parah lagi hal tersebut dianggap ‘hal yang benar’, sehingga sewaktu Tuhan memanifestasikan diri-Nya, justru dianggap ‘sesat’. Sadarlah, ‘keagamawiaan’ akan selalu berlawanan dengan kegerakan Roh!

Tapi kita tidak perlu kaget dengan kondisi tersebut, sebab dari zaman Yesus sendiri, Ia memang terus dimusuhi oleh orang – orang agamawi. Tidak pernah cocok antara Yesus dengan ahli Taurat dan orang Farisi serta Saduki. Tidak segan Yesus menyebut mereka keturunan ULAR BELUDAK. Oleh karena itu, kita perlu mengevaluasi batin kita, jangan – jangan kita membawa ‘roh yang sama’ seperti mereka.

Untuk mengenali keberadaan diri kita, kita hanya cukup melakukan ‘pengecekan’ apakah kita masih haus dan lapar akan realita Tuhan? Apakah kita masih mengejar perjumpaan pribadi dengan Tuhan secara sedemikian rupa? Apakah kita masih berdoa dan menyembah sampai pekerjaan Roh serta firman menjadi berkobar-kobar dalam batin kita? Jika hati kita mulai ‘padam’, maka tidak ada salahnya kita minta kepada Roh Kudus untuk kembali memberi hati yang mencintai Tuhan agar menguasai batin kita. Pendek kata, jangan mau terjebak dalam ‘liturgi keagamawiaan’ dalam mencari Tuhan.

Secara pribadi saya bisa merasa, ada roh yang lapar dan haus akan Tuhan yang terus berkobar dalam batin saya. Mengenai hal ini saya yakin, hati yang mengejar Tuhan akan menjadi kunci untuk terjadinya kebangunan rohani atas suatu kota dan bangsa. Bahkan jika ada satu orang saja di dalam kota, yang sungguh – sungguh mengejar realita Tuhan, maka melalui pribadi orang tersebut Tuhan akan mentransformasi suatu kota. Apalagi jika ada sekelompok orang yang mengejar Tuhan secara sedemikian rupa, maka hati manusia akan berbalik dari segala jalannya yang jahat.

2 Tawarikh 16:9 (TB)  Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia…

Ibrani 11:6 (TB)  Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 

Maleakhi 3:1-5 (TB) Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam. 

Ini waktunya kita kembali ke hal YANG SANGAT ESENSIAL dalam hidup ini, yaitu hati yang lapar dan haus akan realita Tuhan. Itulah yang DICARI oleh Tuhan untuk Ia memanifestasikan Diri-Nya di atas bumi ini. Amin. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

____

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi