Top

13 Oktober 2018

Membangun Logika Ilahi memang tidak akan terwujud dlm semalam – apalagi untuk setiap area hidup kita. Tapi sekali Logika Ilahi terbangun di suatu area hidup, perubahan yang akan terjadi di area hidup tersebut akan permanen! (Rom 12:2) Pembaharuan akal budi, proses pembangunan Logika Ilahi adalah merupakan proses transformasi kehidupan – dari kata Yunani Metamorphoo – suatu perubahan yang sifatnya bertahap tapi permanen.
Mulailah melatih kebiasaan berpikir yang sistematis, terstruktur & valid sesuai dengan firman.
Iblis selalu mempergunakan tipu muslihat (hoax) untuk meracuni kehidupan orang-orang percaya yang culun/ naif & tidak memiliki Logika Ilahi. Berbagai fakta lahiriah seringkali dipergunakan oleh musuh untuk mengacaukan dasar keyakinan yang selama ini dimiliki oleh orang-orang percaya sehingga mereka jadi kehilangan kehidupan Iman yang seharusnya menjadi fondasi kehidupan sehari-hari dari setiap orang percaya! Alasan Tuhan mengijinkan orang percaya masih menghadapi berbagai ‘benturan’ antara fakta lahiriah/ sehari-hari dengan kebenaran firman adalah karena memang dunia ini sudah dicemari oleh dosa (sehingga selalu bertentangan dengan kebenaran firmanNya) tapi sesungguhnya, alasan paling fondasional adalah karena Tuhan berkeinginan mengubahkan dunia ini melalui kehidupan orang-orang percaya yang Ia miliki. Disaat orang percaya menghadapi kontradiksi antara fakta lahiriah dengan kebenaran firman, Tuhan justru sedang memposisikan orang percaya tersebut untuk bisa menjadi alatNya yg bakal Dia pakai guna mengubah fakta lahiriah yang ada jadi selaras/ sesuai dengan firman yang sudah Ia perkatakan dalam hidup sang orang percaya tersebut…

Jangan biarkan tipu daya (hoax) musuh terus memperdaya diri kita!
Jika Iblis mulai melancarkan tipu daya (hoax)nya dalam pikiran kita, cernalah terlebih dahulu sebelum ‘menelannya’ bulat-bulat; cernalah secara obyektif dengan mempergunakan firman & keberadaan Tuhan sebagai patokan.
Misalkan, kita baru saja menghadapi suatu tantangan hidup: Ada beberapa peristiwa buruk yang kita alami. Biasanya, Iblis akan langsung melancarkan serangan tipu dayanya. Dia akan mempergunakan berbagai perasaan negatif untuk mempertegas berbagai pemikiran yang tidak akurat yang sedang dia lepaskan atas hidup kita: ‘Wah saya sudah tidak kuat menghadapi ini semua…’, ‘Mengapa Tuhan ijinkan hal ini terjadi atasku? Bukankah selama ini aku sudah setia melayani Tuhan…?’ dan lain-lain.

Disaat kita sedang menghadapi berbagai permasalahan & ditambah bergejolaknya emosi negatif, adalah sangat mudsh untuk menerima/ meyakini berbagai pemikiran (hoax) yang Iblis taburkan dalam pikiran kita.
Tapi ketika kita sudah membangun Logika Ilahi, semua pemikiran negatif yang Iblis taburkan tersebut akan terpatahkan secara begitu saja…

Dari prinsip firman dalam 1 Kor 10:13, kita mengetahui dengan pasti:
(1) Tidak ada satupun permasalahan hidup yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita yang akan jadi tidak terkendali dan melebihi kekuatan kita untuk menanggungnya.
(2) Kedaulatan & kesetiaan Tuhan adalah merupakan jaminan yang memberi kepastian bahwa kita pasti akan sanggup menghadapi permasalahan yang ada dan pasti keluar sebagai pemenangnya!
(3) Dengan kita tetap menggenggam Tangan Tuhan, Dia akan terus memberi kekuatan untuk kita menghadapi apa yang harus dihadapi dan sekaligus menuntun/ menunjukkan jalan keluar dari setiap permasalahan tersebut.
Dengan terbangunnya Logika Ilahi seperti diatas, otomatis semua serangan hoax dari si Jahat sama sekali tidak akan memberi dampak atas hidup kita!
Sebaliknya, berbagai peristiwa buruk tersebut justru membuat kita sebagai orang percaya, jadi makin MGH dalam mengejar Tuhan! Kita mengetahui dengan pasti bahwa satu-satunya solusi dan sumber kemenangan kita adalah Dia sendiri! Adanya permasalahan tidak lain hanyalah sebuah sarana untuk Tuhan menyatakan kemuliaanNya dalam hidup kita!

Jadi dengan makin terbangunnya Logika Ilahi dalam hidup orang percaya, mereka jadi terus terkondisikan untuk meresponi semua yang terjadi dalam hidup ini dengan penuh keantusiasan. Melalui berbagai peristiwa hidup yang dijalani, orang-orang percaya jadi memiliki kesempatan untuk :
a) Bersentuhan dengan hikmat Allah (1 Kor 2:6-7)
b) Terkondisikan untuk menikmati dimensi kemuliaan yang memang sudah Bapa sediakan (1 Kor 2:7)
c) Terkondisikan untuk menikmati berbagai penyediaan Ilahi yang sudah Bapa persiapkan (1 Kor 2:9-10)
d) Terkondisikan untukk mengalami berbagai penyingkapan, Impartasi, & manifestasi pekerjaan Roh (1 Kor 2:11-12)
e) Terkondisikan untuk mengalami partnership dengan pribadi Roh Kudus (1 Kor 2:13)
f) Terkondisikan untuk hidup sebagai manusia batiniah yang ‘tinggal’ di tubuh lahiriah ini(1 Kor 2:14)
g) Terkondisikan untuk hidup secara berbeda – diistimewakan oleh Tuhan sendiri (1 Kor 2:15-16)

Ayo terus bertekun untuk membangun logika Ilahi dalam kehidupan kita…!#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus