Top

13 September 2019

Dalam doa, Roh Kudus menjelaskan sesuatu: Tuhan akan mengangkat kita terus naik dan tidak pernah turun. Berbagai kemampuan, berkat, posisi dan hal – hal lainnya yang akan membuat kita jauh lebih berdampak akan Dia curahkan secara limpah kepada kita. Tapi ingatlah, ketika itu semua terjadi, jangan pernah melepaskan KETERGANTUNGAN atau HATI YANG MENGANDALKAN TUHAN DALAM SETIAP LAKUMU.

 

Sejenak batin saya terkejut mendengar hal tersebut. Roh saya menjadi sangat gentar. Karena siapa yang tahu bahwa hati ini ternyata mulai mengandalkan kekuatan diri sendiri? Jika kita tidak waspada di tengah kondisi memiliki banyak kemampuan, berkat, dan posisi, maka besar kemungkinan kita menjadi mengandalkan itu semua. Apalagi jika kita sudah terhanyut dalam kehidupan yang nyaman karena berkat yang melimpah dan berbagai “kemudahan hidup”. Hati ini sangat mudah bergeser tanpa kita sadari. Kita menjadi mengandalkan diri sendiri dan tidak lagi mengandalkan Tuhan.

 

Saya tersadarkan, ada satu ‘strategi’ peperangan yang telah dipersiapkan musuh; jika ia tidak bisa menghantam kita dengan permasalahan hidup, maka ia akan menyerang kita dalam “kemudahan/kenyamanan” hidup. Jenis serangannya sangat halus. Menggeser kecenderungan hati, sehingga kita tidak lagi “mengingat dan menyadari” bahwa sesungguhnya kita tidak bisa hidup tanpa kekuatan yang daripada Tuhan. Kita dibuat lupa, bahwa hanya karena kesetiaan dan kedaulatan Tuhan saja maka kita bisa ‘naik’.

 

Roh Kudus sekali lagi menegaskan: WASPADAI KECENDERUNGAN HATI!!

 

Tuhan sangat paham kondisi hati manusia pada umumnya, dia pernah berinteraksi dengan bangsa Israel sebagai umat pilihanNya yang masih membawa pola dunia. Perbuatan yang ajaib menyertai bangsa Israel, tanda – tanda heran, dan berbagai perkara besar. Itu semua bertujuan agar hati dan pikiran bangsa Israel sadar bahwa tanpa Tuhan mereka tidak bisa berbuat apa – apa! Jadi tujuan Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya sesungguhnya bukan untuk bangsa – bangsa lain, tapi demi terjadinya perubahan kecenderungan hati bangsa Israel agar senantiasa mengandalkan Tuhan. Namun itu pun mereka masih tegar tengkuk (sombong).

 

Ketika kita terus hidup dalam ketaatan, sehingga dipimpin oleh Roh berada dalam pusat kehendak Tuhan yang sempurna. Maka di sanalah kita akan mengalami banyak keajaiban Tuhan. Tapi Roh dengan tegas berkata: “Itu semua bertujuan untuk membuat kita sadar, bahwa tanpa Tuhan, sesungguhnya kita bukan siapa – siapa dan tidak bisa melakukan apa – apa”. Jadi, sudah seharusnya perbuatan Tuhan yang ajaib membuat kita semakin bergantung kepada Tuhan. Sebab Tuhan tidak berhenti hanya ingin menunjukkan perbuatanNya yang ajaib, melainkan Ia akan menjadikan kita pribadi yang mendemonstrasikan kuasa Kerajaan Surga. Kita yang menjadi pelaku dari perbuatan Tuhan yang ajaib. Apa yang kita katakan, pasti terjadi. Apa yang mustahil menjadi mungkin dan apa yang tidak ada menjadi ada hanya dengan berkata – kata. Namun untuk mencapai posisi tersebut, dibutuhkan hati yang sudah “fix dan tidak tergoyahkan” dalam hal bergantung sepenuhnya atau mengandalkan Tuhan.

 

Yeremia 17:5-8 (TB) Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

 

Saya percaya, jika kita “berhasil” menjaga kecenderungan hati yang bergantung kepadaNya, maka hal yang supranatural akan kita alami dalam hidup sehari – hari. Walaupun sekeliling kita “kering”, tapi kita tetap akan bertumbuh. Sebab kita ada dalam duniaNya Tuhan yang tidak terpengaruh dengan kondisi serta lingkungan sekitar. Kecenderungan hati kita yang bergantung kepada Tuhan membuat kita terkoneksi dengan realita Kerajaan Surga yang membuat kita berdampak dan menghadirkan kerajaanNya di atas muka bumi ini. Ketergantungan dengan Tuhan adalah wujud konkrit dari kerendahan hati. Inilah yang membuat kita diangkat Tuhan untuk memerintah dengan berkata – kata.

 

Matius 5:3 (FAYH) “Berbahagialah orang yang rendah hati, karena Kerajaan Surga diberikan kepada mereka.

 

Dari perenungan di atas, hal ini yang akan saya lakukan tiap pagi sebelum melakukan aktivitas; saya akan sekali lagi menyerahkan hidup ini di altar Tuhan dan meminta untuk pemerintahan Tuhan sekali lagi berkuasa atas seluruh aspek hidup saya. Saya bukan siapa – apa tanpa realita hadiratNya. Saya juga akan memastikan selalu ada firman setiap pagi. Ada suara Tuhan yang saya terima dalam persekutuan yang hidup denganNya. Saya akan berdoa sampai Dia berfirman. Itulah wujud konkrit awal ketergantungan kita terhadap firmanNya sebelum beraktivitas! Sebab firmanNyalah yang menjadi patokan hidup kita sehari – hari. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus