Top

14 Februari 2020

 

Suatu kali saat saya mendoakan tentang keberadaan nama Tuhan yang sudah Dia sediakan dan sedang Tuhan singkapkan bagi umat-Nya, saya menerima sebuah penglihatan sebagai berikut:

 

Dalam suasana kegelapan nan mencekam di suatu lautan terlihat ada gelombang badai yang dahsyat, disertai dengan angin ribut dan hujan yang deras tercurah. Gelombang air laut terlihat begitu besar dan sangat tinggi, seakan siap ‘menelan’ dan menghancurkan apa pun yang ada di hadapannya. Lalu tiba-tiba saya melihat ada sepasang tangan raksasa yang sangat besar berwarna keemasan datang dan seperti berusaha melingkupi atau melindungi sesuatu. Lalu badai yang ada terlihat menghantam sisi luar telapak tangan raksasa itu, dan ombaknya memecah menjadi riak-riak kecil. Seperti tidak membawa pengaruh apa pun bagi tangan raksasa itu. Sementara itu di bagian dalam telapak tangan terlihat nuansa yang sama sekali bertolak belakang dengan apa yang ada di luar telapak tangan. Di bagian dalam lingkupan telapak tangan, airnya terlihat begitu tenang, teduh dan damai.

 

Lalu saya melihat sebuah kapal layar berwarna putih dengan layar terkembang penuh sedang berlayar mengarungi lautan yang tenang itu. Jadi di waktu bersamaan, saya seperti diperlihatkan ada 2 atmosfir yang sangat kontras. Di luar lingkupan telapak tangan ada gejolak gelombang badai yang berkecamuk dengan dahsyat, disertai angin ribut, hujan dan kilat yang menyambar-nyambar, suasananya gelap nan mencekam. Sedangkan di dalam tangan ada suasana damai sejahtera, penuh pengharapan dan penuh kemenangan. Dan menyiratkan selalu ada hari esok yang penuh kemenangan. Saya percaya tangan raksasa itu adalah gambaran dari tangan Tuhan yang perkasa, merupakan suatu atmosir rohani yang kita sebut sebagai dunianya Tuhan.

 

1. Ketika kita dengan TEKUN membangun dimensi rohani yang terkandung di dalam nama-Nya, sesungguhnya kita sedang memasuki dunianya Tuhan – jenis kehidupan yang stabil dan bebas dari goncangan yang dialami orang kebanyakan (Ibrani 12:28)

 

Mazmur 91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

 

Tuhan akan membuat kehidupan orang percaya yang berlindung dalam nama-Nya mengalami kehidupan yang dibedakan dan diistimewakan dari orang kebanyakan. Ambil contoh, katakanlah orang kebanyakan alami wabah penyakit, namun kehidupan orang percaya justru hidup dalam kesehatan ilahi – dijauhkan dari sakit penyakit. Kalaupun sakit, sakit hanya lewat, tidak tahan berlama-lama dalam hidupnya.

 

Saat kehidupan kebanyakan orang alami depresi karena adanya resesi ekonomi. Orang percaya alami hidupnya disertai Tuhan dan terus menikmati kehidupan yang berkecukupan bahkan berlimpah, dijauhkan dari kekurangan. Bahkan kehidupannya semakin dibawa Tuhan naik dan bukannya turun (Amsal 4:18). Mereka yang hidup dalam dunia-Nya Tuhan akan alami hidupnya dibedakan dan diistimewakan oleh Tuhan, karena tangan Tuhanlah yang menjagai dirinya bukan kekuatannya sendiri. Ia akan semakin bergantung dan melekat kepada Tuhan. Sehingga selalu terhubung dengan realita-Nya! #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus

 

Bagi Anda pengguna Instagram, ikuti account IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal