Top

14 Januari 2020

Berikut adalah beberapa hal yang secara pribadi dilakukan oleh Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya; terima hal-hal di bawah ini sebagai suatu fakta kebenaran, yakini hal tersebut, terus bawa dalam doa dan pergunakan sebagai bahan untuk kita mulai berkata-kata dengan pribadi Roh Kudus:

 

1. Dialah pribadi yang membawa kita mengalami kelahiran baru, menjadi Ciptaan Baru (Yohanes 3:5-8)

 

2. Dialah pribadi yang membuat diri kita mengalami perubahan hidup yang drastis dan dramatis – kita betul-betul menjadi pribadi yang sama sekali berbeda (2 Korintus 5:15-17)

 

Jika kita mendapati hidup kita ‘masih sama seperti yang dulu’, segeralah meminta untuk Roh Kudus membawa kita mengalami perubahan hidup secara drastis dan dramatis. Seharusnya keberadaan lama kita ‘sudah mati’ dan ada ‘pribadi yang lain’ yang hidup di dalam kita – keberadaan Kristus sendiri – sehingga kita pun jadi menjalani hari-hari kita dengan personality yang berbeda.

3. Dialah pribadi yang memberi kesaksian dalam batin kita bahwa kita adalah anak Allah, membawa kita terhubung secara pribadi dengan Bapa surgawi dan menemukan jati diri kita di dalam Dia (Roma 8:15-17, Yohanes 15:1-5).

 

Keterhubungan dengan ruang takhta atau keberadaan Bapa adalah unsur paling esensial dengan kehidupan kekristenan kita. Tanpa suatu hubungan yang nyata dengan keberadaan Bapa, kekristenan tidak lebih dari sekedar kegiatan keagamaan belaka. Dari hubungan atau fellowship dengan Bapa di ruang takhta kita menemukan jati diri kita – rancangan kekal yang Bapa miliki tentang diri kita; Jati diri = Menjadi sosok pribadi seperti yang memang Tuhan rancangkan. Orang yang menjalani hidup sesuai dengan jati dirinya yang sejati di dalam Tuhan akan selalu hidup dalam kemerdekaan dan kebahagiaan sejati.

 

4. Dialah pribadi yang akan selalu menyertai kita dan hidup di dalam kita; membuat kita selalu memiliki kekuatan, anugerah dan hikmat yang kita butuhkan guna menjalani kehidupan sehari-hari yang memperkenan hati-Nya (Yohanes 14:16-17)

 

Di saat kita membutuhkan kekuatan, anugerah atau hikmat, yang harus kita lakukan hanyalah meminta untuk Roh Kudus di dalam kita mulai ‘mengalirkannya’ dari dalam manusia roh kita. Kekuatan, anugerah atau hikmat yang kita butuhkan akan mengalir dan bermanifestasi dari dalam manusia roh kita.

 

5. Dialah pribadi yang dengan tekun dan setia akan terus menunggu dan mempergunakan setiap kesempatan yang ada untuk membawa kita mengalami kematian dari keakuan (Efesus 1:13-14)

 

Jika kita masih terus bergumul dengan masalah keakuan, yang harus kita lakukan hanyalah membuka hati dan ‘mengijinkan’ Roh Kudus untuk melakukan ‘tugas-Nya’ yaitu ‘membunuh’ keakuan kita. Tanda atau ciri yang menyatakan bahwa keakuan sudah mati terlihat dari tidak adanya cinta akan diri sendiri, cinta akan dunia maupun cinta akan uang dalam diri kita; tidak ada lagi minat atau ketertarikan terhadap hal-hal yang bersifat duniawi atau kedagingan.

 

6. Dialah pribadi yang akan selalu menjadi mediator di hadapan Bapa untuk kepentingan kita (Yohanes 14:16, Roma 8:26-27)

 

Jika kita membutuhkan ‘audience‘ – temu muka dengan sang Raja segala raja, mintalah Roh Kudus untuk membawa kita bertemu dengan-Nya. Hanya Roh Kudus yang bisa membawa kita bertemu dengan sang Raja di ruang takhta. Di sanalah semua urusan di bumi ini akan menjadi selesai secara tuntas; ketika kita menerima janji atau firman dari sang Raja! #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus