Top

14 Maret 2020

 

Ketika Tuhan membawa umat-Nya untuk mempersiapkan diri guna memasuki peperangan, ada dua aspek penting yang harus diperhatikan:

 

1. Umat Tuhan harus menanggulangi segala bentuk ketakutan ataupun emosi negatif yang masih ada dalam hidupnya. 

 

Ketika Roh Tuhan menguasai Gideon dan Tuhan menggerakkan dia untuk meniup sangkakalanya, menggerakkan orang-orang Israel untuk memerangi bangsa Midian yang selama ini menekan mereka, berkumpullah 32 ribu orang. Tapi ada 22 ribu yang datang dengan membawa roh ketakutan dalam hidup mereka (Hakim-hakim 7:3).

 

Dalam hukum peperangan yang Tuhan sudah tetapkan, orang-orang yang hidupnya dikuasai ketakutan atau emosi negatif tidak boleh ikut maju berperang karena ketakutan yang mereka bawa akan menulari prajurit-prajurit yang lain (Ulangan 20:1-4).

 

Tidak bisa tidak, setiap orang percaya harus mulai dilatih untuk hidup, mempraktekkan membangun manusia roh dan melakukan deklarasi firman sehingga keberadaan mereka tidak terus hidup dalam kungkungan roh ketakutan atau berbagai emosi negatif lainnya! Sebaliknya, dari bertekun dalam melakukan deklarasi firman atau membangun manusia roh hingga hatinya berkobar-kobar, akan terjadi berbagai terobosan dan perubahan nature kehidupan.

 

Setiap orang percaya tidak lagi hidup secara manusiawi atau lahiriah; sebaliknya, melalui mengkondisikan diri untuk terus mengalami pekerjaan firman dan Roh, setiap orang percaya jadi mulai berpindah, mulai hidup dalam keilahian dan kemuliaan Tuhan! Api Roh Kudus dan kuasa firman jadi mencetak ulang kecenderungan dari respon atau reaksi dan emosi yang kita miliki.

 

2. Umat Tuhan harus mulai membangun kewaspadaan rohani – spiritual alertness, dan dengan disiplin terus menjagai pikiran atau hatinya untuk tetap tertuju hanya kepada firman.

 

Ketika Tuhan menyeleksi kesepuluh ribu pasukan yang Gideon miliki, Dia memerintahkan Gideon untuk membawa mereka minum dari suatu sungai; yang minum secara mencedok air sungai dengan mempergunakan tangannya dipisahkan tersendiri, dari mereka yang minum secara langsung dengan mulutnya (Hakim-hakim 7:4-6).

 

Mereka yang meminum air dengan cara mencedok mempergunakan tangannya menunjukkan adanya kewaspadaan – alertness, dalam hidup mereka; dan merekalah yang dipilih Tuhan untuk menjadi para prajurit Gideon.

 

Para pemimpin wajib melatih seluruh jemaat untuk membangun mentalitas seorang prajurit – selalu waspada terhadap berbagai pikiran atau pemikiran yang melintasi pikiran mereka. Sesungguhnya, area pikiran merupakan medan peperangan yang harus selalu dikontrol dan dikuasai agar selalu selaras dengan firman.

 

Filipi 4:8 (FAYH)  Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. ARAHKANLAH PIKIRAN SAUDARA kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. RENUNGKANLAH hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. INGATLAH akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.

 

Di area pikiranlah Iblis menyuarakan berbagai ‘suara-suara’ intimidasi demi untuk menekan atau mengintimidasi umat Tuhan (1 Petrus 5:7-9) tapi dari area pikiran juga umat Tuhan harus memenangkan peperangan rohani yang ada (2 Korintus 10:3-6).

 

Sebelum kita bisa menaklukkan musuh ‘di luar sana’, pertama-tama kita harus menaklukkan musuh ‘di dalam diri kita’! Dengan setiap orang percaya dilatih untuk menaklukkan segala pikiran di bawah Kristus (2 Korintus 10:5-6) maka setiap orang percaya yang paling lemah sekalipun akan mulai dapat berseru: Aku ini pahlawan! (Yoel 3:10). #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

(Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti akun IG terbaru Ps Steven Agustinus di @psstevenpersonal – Gbu)