Top

14 Mei 2018

Dari peristiwa yang hari-hari ini sedang terjadi, ini waktunya sebagai gereja kita :

1. Lakukan serangan balik kepada pihak musuh melalui doa, deklarasi & nubuatan firman

Gereja adalah institusi rohani yang diperlengkapi dengan kuasa oleh Tuhan (Mat 16:18-19) Ini bukan waktunya untuk gereja berdoa dengan cara memohon-mohon/ menangis seperti tanpa harapan. Ini saatnya untuk gereja bangkit di dalam Roh dan mulai mempergunakan kuasa Ilahinya untuk mengikat dan melepaskan. Kita mengikat semua aktifitas roh penyesatan (Gagah berani melakukan tindakan yang merugikan orang banyak), begitu pula dengan roh intimidasi & roh ketakutan (yang coba disebar dan dimanfaatkan oleh musuh untuk membuat kekacauan atas kehidupan bangsa ini) Kita lepaskan roh damai sejahtera, kesatuan & kestabilan dalam berbagai segi kehidupan berbangsa & bernegara.

Terus deklarasikan kehancuran dari pihak-pihak yang mengingini kekacauan atas Indonesia; deklarasikan bahwa niat jahat yang mereka rancang atas bangsa ini justru akan mendatangkan kebaikan Tuhan atas bangsa ini.

Deklarasikan tentang masa depan Indonesia yang gilang gemilang dan penuh pengharapan! Deklarasikan bahwa orang-orang benar akan memimpin Indonesia untuk memasuki penggenapan cita-cita pendiri bangsa ini! Deklarasikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi pola bagi bangsa-bangsa dan sekaligus di pakai Tuhan untuk menjadi mentor bagi bangsa-bangsa lain dalam usaha mereka membangun kemajemukan.

2. Terus lepaskan pengampunan & minta Tuhan memenuhi batin kita dengan kasihNya

Mengikuti perkembangan fakta di lapangan membuat kita jadi mudah merasa geram, marah – bahkan siap mencaci maki pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam menghambat usaha para penegak hukum dalam mengerjakan tugas mereka demi menegakkan keamanan masyarakat dan kedaulatan negara. Tapi justru itu juga yang Iblis inginkan dari kita gerejaNya. Dengan berhasil membuat kita hidup dalam kebencian, maka artinya iblis juga berhasil memberangus kuasa yang ada dalam gereja!

Melepaskan pengampunan pada mereka yang sudah menimbulkan korban memang tidak mudah; mendoakan mereka yang sudah merugikan kita di banyak aspek memang membutuhkan keIlahian Tuhan. Tapi itulah yang Tuhan mau; dan Roh Kudus akan memampukan kita untuk melakukannya (Mat 5:43-48) Belajarlah dari Yesus yang dalam penderitaanNya masih tetap memintakan pengampunan Bapa atas para penganiayaNya (Luk 23:33-34)

Mintalah kepada Tuhan untuk selalu memenuhi batin kita dengan kasih & damai sejahteraNya. Bangsa ini perlu melihat lahirnya orang-orang yang berbeda: Hidup dalam kasih, pengampunan & keyakinan akan masa depan yang sudah di tetapkan oleh Tuhan Рyang gilang gemilang dan penuh pengharapan! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus