Top

14 November 2019

Tiba – tiba Roh Kudus berbicara dalam batin saya: Pastikan aliran air hidup yang mengalir dari dalam batinmu terus bertumbuh jadi semakin besar seperti sungai yang tidak terbendung. Sebab ada peperangan dalam hidup sehari – hari untuk melawan arus sungai babel.

 

Lalu saya melihat di dalam Roh, sungai babel itu airnya berwarna hitam dan berbau busuk. Ada banyak binatang mati dan “orang mati” di dalamnya. Air sungai tersebut sangat kental dan mengerikan, arusnya sangat besar. Sementara, air tersebut justru dijadikan sumber “kehidupan”. Ada banyak orang yang menggayung air itu dan membawanya pulang ke rumahnya. Mereka minum dari air itu!

 

Lalu saya melihat, seketika orang – orang di rumah itu menjadi penuh amarah, lalu bertengkar, dan saling membenci sehingga akhirnya membunuh. Lalu mayat – mayat mereka membusuk dan menjadi air berwarna hitam yang mengalir keluar untuk menyatu dengan arus sungai besar itu. Begitu seterusnya siklus sungai babel menambah besaran arusnya setiap hari.

 

Lalu Roh Kudus menjelaskan suara dan penglihatan tersebut:

 

1. Berhati – hatilah terhadap media sosial, berita, dan berbagai peristiwa negatif yang selalu dipancarkan melalui dunia maya – jaga hatimu dengan segala kewaspadaan!

 

Karena ada banyak kehidupan pribadi dan rumah tangga yang rusak oleh karena hal tersebut. Mereka adalah orang – orang yang “kecanduan medsos” sehingga memprioritaskan hal itu dari pada Tuhan. Berhati – hatilah terhadap segala isi di dalamnya dan roh yang bergerak di dalamnya. Ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan!

 

2. Ada banyak roh dendam, kepahitan, dan kemarahan yang siap ditularkan kepada mereka yang sering berlalu lalang di media sosial – Hati – hati!

 

Tidak hanya itu, roh hedonisme dan materialisme juga turut menarik orang untuk menjalani gaya hidup yang memimpin pada kematian. Dan rasa frustasi juga turut di dalamnya. Hal – hal itu akan semakin kental di dunia maya dan semakin keruh serta mengerikan. Tidak akan bertambah baik! Yang jahat akan semakin jahat!

 

3. Teruslah menjaga hati juga di dunia nyata, sebab ada banyak orang yang tanpa sadar terus membuka diri terhadap “roh kematian” (amarah, benci, kesal, dendam).

 

Sehingga mereka akan senantiasa melampiaskan itu semua dalam hidup sehari – hari. Waspadai! Ini bukan hal biasa, ini peperangan yang harus kita menangkan tiap hari. Jangan pernah berpikir peperangan kita melawan darah dan daging, bukan! Kita hanya akan tertipu dan akhirnya menyerang orang. Itulah yang musuh inginkan, pertengkaran. Jika sudah bertengkar maka aliran air kematian itu akan semakin membesar dan merusak kehidupan banyak orang lain. Dan memblokir aliran air hidup yang harusnya mengalir dari dalam batin kita.

 

4. Pastikan kita bangkit dalam kuasa Roh untuk mengalirkan aliran air hidup yang lebih besar dari dalam batin kita.

 

Fokus pada hal tersebut, ijinkan cengkeraman realita Tuhan dan pekerjaan firman terus meluap – luap dari dalam batin. DORONG BALIK ARUS SUNGAI KEMATIAN. Ini bagaikan pertandingan gulat yang harus kita menangkan. Apa pun yang terjadi, kuasai atmosfer rohani yang ada dengan realita Tuhan, penuhi pikiran yang ada dengan kebenaran. Dan percayalah hanya kepada Tuhan.

 

Yoh 7:37-38 (TB) Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

 

Untuk memastikan aliran air hidup mengalir dengan deras dari dalam batin kita, ada dua hal yang harus kita lakukan:

 

a. Jagai hati yang haus dan lapar akan realita dan firman-Nya (minta kepada Roh Kudus dimensi roh yang haus akan Tuhan). Dan jadikan Tuhan sebagai sumber satu – satunya yang dapat memuaskan batin kita. Sikap hati inilah yang akan membuat kita terus mendesak dalam roh agar dapat berinteraksi dengan keilahian-Nya! Roh kita aktif mengejar Tuhan.

 

b. Percayalah kepada pribadi-Nya yang KEKAL atau ABADI. Saat kita percaya, maka aliran air hidup itu terpancar atau mengalir. Maksudnya terpancar adalah: Diri kita menjadi terkoneksi/terhubung/menyatu dengan pribadi-Nya dan kerajaan-Nya yang kekal (Yoh 4:14). Saat kita terkoneksi, maka pada saat itulah realita Tuhan menyelimuti batin kita. Inilah yang membuat kita menaklukkan arus sungai babel dalam dunia ini. Hidup kita akan senantiasa diliputi oleh kebenaran (kita sanggup mendengar Tuhan berfirman), sukacita, dan damai sejahtera yang melampaui segala akal.

 

c. Viralkan kabar baik dan kebenaran, sebarkan di medsos. Minimal kita bisa menyelamatkan mereka yang mencintai kebenaran dan memerdekakan mereka yang sedang terikat oleh berbagai pencemaran. Memang, yang jahat akan semakin jahat, tapi ada juga orang benar yang sedang tersiksa batin di sana. Bagian kita adalah memberikan kebenaran yang memerdekakan mereka! Setelah kita sebarkan, fokuskan kembali diri kita pada firman-Nya, tidak perlu berlama – lama di media sosial yang ada.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus