Top

15 Agustus 2018

Membangun kebiasaaan yang baru untuk mengkondisikan terjadinya perubahan permanen dalam hidup kita pertama-tama memang membutuhkan ketekunan.
Itu sebabnya benarlah prinsip tentang Rahasia Kerajaan Sorga: Jika engkau ‘memiliki’ maka kepadamu akan terus ditambahkan; sedang jika engkau ‘tidak memiliki’ maka apa yang ada padamu (termasuk yang engkau kira sudah engkau miliki) justru akan diambil daripadamu (Mat 13:11-12)

1. Peranan seorang bapa rohani adalah memastikan untuk setiap anak rohaninya jadi ‘memiliki’ setiap unsur/ dimensi rohani yang memang dibutuhkan untuk sang anak itu sendiri jadi terus bertumbuh, semakin maju didalam Tuhan.

Melalui penyampaian firman, doa-doa, impartasi pengaruh rohani ataupun penyampaian pesan nubuatan, seorang bapa rohani akan berupaya untuk memastikan setiap anak rohaninya jadi ‘memiliki’ apa yang dibutuhkan untuk dapat terus bertumbuh didalam Dia. Minimal, dengan sang anak rohani mau belajar membuka hati untuk meneladani/ jadi terinspirasi oleh kehidupan sang bapa rohani, maka dia telah memiliki suatu motivasi didalam hatinya sebagai modal untuk dapat mulai bertumbuh/ mengalami kemajuan didalam hidupnya…

2. Kuasa doa akan ikut beracara, mengkondisikan untuk orang-orang yang kita doakan jadi alami pekerjaan firman & Roh yang membuat mereka jadi ‘memiliki’ sesuatu sebagai modal awal untuk dia alami terobosan dan pertumbuhan didalam Dia.

Disinilah pentingnya untuk setiap pemimpin bisa mendoakan orang-orang yang ada dibawah peng-coverannya; para orang tua mendoakan anak-anaknya…
Seandainya semua orang belajar menyadari bahwa doa masih sangat berkuasa – dan mereka sungguh-sungguh menterapkannya atas orang-orang yang mereka kasihi, saya percaya, akan terjadi terobosan rohani secara besar-besaran dan merata di seluruh Tubuh Kristus!

Sementara menulis perenungan diatas, saya merasa ada suatu impresi rohani yang Roh Kudus tanamkan dalam batin saya: Semakin banyak orang percaya yang memahami essensi tentang Rahasia Kerajaan Sorga, akan terjadi banyak terobosan dan kemajuan dalam Tubuh Kristus.
Saya melihat adanya suatu penglihatan rohani: Ada hamba-hamba Tuhan tertentu yang memang hidup didalam ruang tahta, terhubung secara langsung – menyatu dengan hati Bapa, yang membuka diri untuk ‘membagi’ apa yang mereka miliki kepada rekan hamba Tuhan lain, jemaat/ orang percaya yang memang ‘tidak memiliki’. Saya melihat ada banyak orang yang berduyun-duyun mengerumuni hamba Tuhan tersebut dan hamba Tuhan tersebut mulai menumpangkan tangan dan mendoakan kerumunan orang banyak yang ada. Satu persatu mereka yang menerima penumpangan tangan, seperti menerima ‘sesuatu’ didalam tangan mereka – itulah ‘benih Ilahi’ yang dapat mereka pakai sebagai ‘modal awal’ untuk mengalami kemajuan/ terobosan dalam hidup mereka.

Bagi beberapa orang, ‘benih’ yang mereka terima, datang dalam bentuk suatu ‘pengaruh’, ‘dorongan’/ ‘motivasi. Bagi yang lain, berupa suatu ‘pengertian’, ‘perencanaan’ atau ‘keantusiasan’…
Yang pasti, dengan orang banyak itu mulai ‘memiliki’, mereka akan alami pekerjaan firman & Roh yang mengkondisikan diri mereka jadi menerima lebih banyak lagi dari Tuhan…
Doa saya, biarlah kuasa impartasi akan terus terjadi dalam kehidupanmu…
Maju terus, doa-doa saya terus menyertaimu. Gbu #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus