Top

15 Agustus 2019

Kolose 3:1-4 (TB) Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

 

Perikop di atas sungguh mengajarkan saya tentang kecenderungan hati. Begitulah seharusnya arah pikiran kita yang sudah mati bagi dosa dan memberi diri untukNya sehingga Roh Kristus ada dalam diri kita. Perkara – perkara di ataslah yang harusnya kita pikirkan. Itulah pola satu – satunya yang dapat membuat kita menyatakan kemuliaan Kristus di atas muka bumi ini.

 

Apa yang dimaksud ‘perkara di atas’ adalah realita hadiratNya dan Firman yang keluar dari mulut Allah!! Kesadaran akan realita Tuhan sudah seharusnya menjadi habitat kita. Dan firmanNya menjadi pegangan hidup kita satu – satunya. Begitulah orang benar seharusnya hidup. Itulah jalan satu – satunya untuk mengalami kehidupan yang terus naik dan tidak pernah turun. Kita ditetapkan untuk memerintah dan berkuasa (menjadi kepala/ patokan/ pola ilahi) bukan menjadi budak dari sistem dunia (ekor/ pengikut)

 

Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

 

Ulangan 28:13-14 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”

 

Selama ini kita berpikir dengan cara manusiawi untuk bisa hidup berkemenangan dan memerintah. Padahal Firman Tuhan sangat jelas tertulis: hiduplah hanya dari firmanNya (merenungkan dan memperkatakan firman siang dan malam) dan melakukan apa yang Dia tetapkan. Tapi ternyata itu “saja” sangat sulit kita lakukan. Karena sekian waktu lamanya pikiran kita/ akal budi dan kecenderungan hati telah dipikat oleh dunia ini untuk memikirkan hal – hal dari dunia (kehidupan dalam sistem babel, ke-glamor-an, dan kesuksesan duniawi)

 

Saya makin sadar, ternyata untuk kehidupan kita berkemenangan, memerintah, dan berkuasa ditentukan oleh PIKIRAN. APA YANG KITA PIKIRKAN SANGAT MENENTUKAN.

 

Amsal 4:23 (VMD) Di atas segala-galanya, hati-hatilah terhadap yang kaupikirkan karena pikiranmu mengendalikan hidupmu.

 

Hidup kita mau naik atau turun dikendalikan oleh pikiran. Jika kita memikirkan hal – hal yang di atas, maka secara otomatis kita akan naik dan memerintah di atas bumi. Oleh kedaulatanNya kita dimunculkan untuk menjadi para penakluk dunia!

 

Saya mau berketetapan untuk memikirkan hal – hal yang dari atas. Itulah gaya hidup ilahi yang membuat saya terkoneksi pada kekekalanNya. Sehingga kehidupan saya di bumi dapat senantiasa terkoneksi akurat dengan Kerajaan Surga!

 

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Yohanes 7:38-39 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

 

Yohanes 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

 

Saya akan pastikan pembacaan firman saya akan makin mati – matian, gila – gilaan, dan habis – habisan. Saya akan membuat “rekor” baru dalam pembacaan firman dan memperkatakan firman. Bukan hanya sejam sekali, melainkan berkali – kali! Saya bertekad dan berketetapan untuk melakukannya. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus