Top

15 Februari 2020

 

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang hidup di dalam dunianya Tuhan.

 

1. Ketika kita dengan TEKUN membangun dimensi rohani yang terkandung di dalam nama-Nya, sesungguhnya kita sedang memasuki dunianya Tuhan: jenis kehidupan yang stabil dan bebas dari goncangan yang dialami orang kebanyakan (Ibrani 12:28)

 

2. Iblis selalu menawarkan kehidupan alternatif yang akan menyeret kita keluar dari pusat kehendak Tuhan yang sempurna, namun ketahuilah itu hanya akan menyeret perahu kehidupan kita memasuki dunia yang penuh gejolak dan dukacita.

 

Saya mendapati tujuan Tuhan membuat umat-Nya dibedakan dan diistimewakan adalah untuk membuat orang percaya tetap bisa BERFOKUS melanjutkan perjalanan hidupnya dalam jalan-jalan Tuhan atau rencana yang Dia sudah tetapkan bagi kita. Dan tidak terbelokkan karena adanya distraction. Bayangkan jika kehidupan seseorang penuh gejolak atau tekanan, alih-alih menjalani rencana Tuhan, adanya berbagai masalah dan tekanan hidup saja akan membuat orang yang bersangkutan jadi tenggelam dalam berbagai konflik batin dan mengalami dukacita yang tidak berkesudahan; karena fokus hidupnya tertambat pada masalah dan tantangan hidup yang dialaminya. Dan iblis selalu berupaya menanamkan pada orang kebanyakan bahwa hal ini adalah “wajar saja” jika setiap orang mengalami hal itu. Namun sesungguhnya hal ini TIDAK WAJAR di mata Tuhan!

 

Ketika kita mulai tergoda untuk mengikuti jalan hidup orang dunia kebanyakan, mengikuti kehidupan yang orang dunia sebut kesuksesan, kenikmatan, ketenaran, dll; maka tanpa sadar, kita mulai dibelokkan keluar dari pusat kehendak Tuhan yang sempurna. Tuhan adalah Bapa yang baik, pasti Dia memiliki rencana yang lebih baik ketimbang apa yang dunia tawarkan atau rencana kita sendiri. Sadari di balik kesuksesan yang dunia tawarkan, selalu ada berbagai duka dan nestapa yang tidak terlihat. Tidak ada motif yang murni dari iblis. Jika dia menawarkan sesuatu yang kelihatannya ‘baik’, ‘enak’, ‘mudah’ di belakangnya sudah menunggu berbagai hal yang akan menyiksa dan memperbudak atau membelenggu orang yang bersangkutan ke dalam berbagai beban dan dosa. Tujuannya tidak lain untuk memutus dan menjauhkan kita dari realita Tuhan.

 

Hal ini bertolak belakang dengan apa yang disediakan Bapa. Sebagai bapa yang baik, Dia tahu persis segala sesuatu yang terbaik bagi anak-anakNya. Jika Bapa menawarkan sesuatu yang terlihat seperti jalan salib (awalnya tidak enak, jalan yang sunyi, berbau kematian daging), sesungguhnya di balik itu semua selalu ada kemenangan, kebebasan sejati, damai sejahtera dan kehidupan yang penuh sukacita. Dan Dia sudah mengirim seorang Penolong bagi kita, lewat Roh Kudus-Nya Ia akan menuntun kita memasuki kehidupan yang Bapa gariskan, yaitu; hidup dalam pusat kehendak Tuhan yang sempurna.

 

3. Ketekunan kita dalam membangun dasar keyakinan akan mengkondisikan kita memasuki dunianya Tuhan dan tinggal di dalamnya!

 

Ketika kita mau bergumul dalam doa, maka kita akan dibebaskan dari pergumulan akan dunia ini. Karena tanda Tuhan menjagai kita dari segala penguruh buruk dunia ini adalah adanya FIRMAN yang menjadi TANDA METERAI di pikiran kita. Makin kita meluangkan waktu untuk merenungkan, mengimajinasikan dan mendeklarasikan firman, maka lambat laun pola pikir kita yang manusiawi dan duniawi akan mulai dibongkar. Banyak konsep pikir yang masih bertentangan dengan firman yang harus dibongkar satu persatu. Karena jika tidak dibongkar, pola pikir yang tidak akurat itu akan menyeret kita kembali keluar dari realita Tuhan.

 

Ambil contoh: ada sebagian orang yang merasa sulit sekali untuk mengampuni – padahal firman-Nya jelas, ampunilah dan engkau akan diampuni juga. Pola pikir yang salah dalam dirinya akan mengarahkan dia untuk mempertahankan dirinya dan menutup pintu hatinya dari mengampuni. Tentu ada konsekuensi dari pola pikirnya itu. Hatinya akan mulai mengeras dan membatu. Hati yang keras akan sulit menerima taburan benih firman. Karena firman tidak bisa bertumbuh, maupun berakar di tanah berbatu-batu. Meski dengar banyak firman, tapi minim sekali yang masuk. Akibatnya, meski sekian lama menjadi orang percaya, tapi kehidupan Kristus tetap kerdil dan layu. Lama kelamaan keagamawianlah yang masuk mengganti kehidupan Kristus di dalam dirinya.

 

Ketekunan kita untuk merenungkan firman PASTI akan menghasilkan BUAH. Dan hanya lewat buahlah orang lain bisa mengenali jenis kehidupan apa yang mengalir dari dalam dirinya. Terus bertekun dalam memakai mulut kita untuk menabur benih firman. Yakini dan lakukanlah sesuai dengan apa yang kau perkatakan. Dan bersiaplah, tuaian pasti akan kita nikmati suatu hari nanti. Sekarang benih sudah berubah menjadi buah! Amin! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus