Top

15 Januari 2020

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

7. Dialah pribadi yang akan selalu membawa kita mengenal kebenaran dan menuntun kita berjalan dalam segala kebenaran – selalu menikmati bekerjanya kuasa terobosan ilahi (Yohanes 14:16-18, 8:32)

 

Mintalah untuk Roh Kudus terus mengobarkan hati yang mencintai kebenaran dan haus-lapar akan kebenaran-Nya. Setiap orang yang dibawa oleh Roh Kudus untuk ‘mengenal’ kebenaran – dalam dimensi seperti seorang suami yang ‘mengenal’ istrinya melalui persetubuhan – secara otomatis akan mengalami kemerdekaan pada aspek-aspek kehidupan yang berkaitan dengan kebenaran tersebut. Terjadi perombakan atas berbagai ‘pola dunia’ dalam aspek hidup tersebut. Ada roh terobosan yang bekerja di area hidup tersebut.

 

8. Dialah pribadi yang akan memampukan diri kita selalu memiliki pengharapan, keoptimisan atau hati yang meluap-luap atau antusias (Yohanes 14:26)

 

Roh Kudus sebagai penghibur akan selalu mengkondisikan emosi kita selalu ada pada level optimis, antusias dan penuh pengharapan. Di saat emosi kita sedang bergerak ke arah yang negatif, dengan aktif kita harus segera meminta untuk Roh Kudus ‘menghibur’ batin kita! Terlalu lama ada di bawah tudung dukacita atau perkabungan (memiliki emosi negatif) tidak baik untuk perkembangan iman atau kehidupan rohani kita.

 

Pada saat kita berkata-kata kepada Roh Kudus, Dia akan membawa kita berdoa, berkata-kata dalam bahasa roh; aliran air hidup yang tercipta melalui berkata-kata dalam bahasa roh tersebut akan menghapuskan segala dukacita, perkabugan, kekecewaan dan berbagai emosi negatif lainnya.

 

9. Dialah pribadi yang akan mengajarkan segala sesuatu dan memberikan dorongan untuk kita melakukan hal yang benar (Yohanes 14:26, 1 Yohanes 2:27)

 

Roh Kudus adalah pribadi yang aktif dan dinamis; jika kita terus melibatkan keberadaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari kita, kita akan mendapati secara perlahan tapi pasti, seluruh aspek hidup kita akan mulai menyatakan keilahian-Nya.

 

Seringkali dalam hidup sehari-hari, kita membiarkan diri kita melakukan  kesalahan, ketidakakuratan tanpa kita melakukan pembenahan. Jika kesalahan tersebut berkaitan dengan orang lain, seringkali kita berpikir bahwa cukup dengan kita menyatakan permintaan maaf kita kepada orang yang bersangkutan, maka semua urusan atau permasalahan sudah bisa diangap selesai. Kita tidak pernah berpikir bahwa seringkali kesalahan yang kita perbuat menuntut adanya tindakan perbaikan – kita melakukan hal yang benar dalam upaya untuk memperbaiki kesalahan yang sudah kita lakukan! Dengan bertekad untuk selalu ‘melakukan hal yang benar’, hidup kita akan terus menjadi solusi atau jawaban bagi banyak permasalahan.

 

10. Dialah pribadi yang akan terus mengingatkan dan memberikan nasehat kepada kita untuk menghadapi berbagai peristiwa hidup sehari-hari dari sudut pandang pikiran Kristus (Yohanes 14:26, 1 Korintus 2:16)

 

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seringkali kita terjebak untuk menilai atau melihat kehidupan dalam dunia ini hanya berdasar sudut pandang: ‘benar-salah’ dan ‘hitam-putih’ belaka. Sehingga sebagai akibatnya, mudah bagi kita untuk menghakimi seseorang – seringkali, tindakan kita menghakimi seseorang hanya akan membuat orang yang bersangkutan jadi lebih terlukai dari yang sebelumnya.

 

Misalkan, pada saat kita mendoakan seseorang yang sedang sakit atau bermasalah, kita menegaskan tentang pentingnya iman untuk terjadinya mukjizat. Setelah kita berdoa untuk orang tersebut dan sepertinya ‘belum ada apa pun yang terjadi’, segera kita membuat analogi bahwa penyebab tidak terjadinya mukjizat adalah karena tidak adanya iman dalam diri orang yang bersangkutan, dan alasan orang tersebut tidak memiliki iman adalah karena kehidupan sehari-harinya yang masih sering mengumpat serta berkeluh kesah.

 

Padahal belum tentu penyebab ‘belum terjadinya mukjizat’ adalah karena keluh kesah orang yang bersangkutan (seperti yang kita asumsikan selama ini). Roh akan menolong kita untuk memiliki pikiran Kristus berkaitan dengan kondisi hidup yang sedang kita hadapi sekaligus menemukan solusinya. Roh juga akan menolong kita membangun rutinitas hidup atau kebiasaan yang ilahi dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari. Sehingga hidup sehari-hari kita jadi makin ilahi. Setiap respon yang kita tunjukkan dalam menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari akan selalu ilahi. #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus