Top

15 Juli 2019

Semakin kita bisa melihat masa depan yang Tuhan tunjukkan, maka sewajarnyalah hidup kita saat ini menjadi efektif dan tertuju kepada yang Dia tetapkan. Sangat jelas sekali, hari – hari ke depan Tuhan akan memakai kita untuk memulihkan segala sesuatu dengan mulut kita. Memerintah sebagaimana sang Raja memerintah. Raja itu adalah Bapa kita.

Yesus yang adalah anak Allah mendemonstrasikan kuasa pemerintahan Kerajaan Surga dengan cara berkata – kata, sebab Ia melihat Bapa melakukannya. Hal yang sama harusnya terjadi atas kita. Sebagai anak Allah kita pun akan memerintah dan berkuasa dengan cara berkata – kata. Kita akan menjadi saksi bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja! Apa yang mustahil menjadi mungkin, dan apa yang tidak ada menjadi ada dengan cara berkata – kata.

Pagi ini saya kembali merasakan suatu signal yang kuat dari ruang takhta. Message dan arahan mengenai meleburkan diri dalam rumah rohani (BCC) merupakan hal teramat sangat penting. Karena di sanalah kita akan dilatih untuk memperkatakan firman, berdoa, bernubuat, dll. Di mana mulut kita akan menjadi pintu gerbang dari kekekalan yang akan menelan maut dalam kemenangan!

Jika kita ingin menjadi bagian dari ANAK – ANAK ALLAH YANG DINYATAKAN, maka ‘meleburkan’ diri dalam rumah rohani adalah jalan satu – satunya (Yes 2) Tidak ada pilihan lain.

Tapi masalahnya dunia ini selalu ingin menyesatkan kita, membuat kita tertarik dengan jati diri yang dunia tawarkan sehingga kita sibuk menjalani kehidupan kita sendiri. Dan gilanya, dunia ini dan keagamawiaan telah membuat kita percaya kepada maut sehingga kehidupan orang percaya selalu berakhir di liang kubur. Tidak ada yang benar – benar menyatakan kehidupan yang kekal di bumi untuk memerintah dan berkuasa selamanya! Padahal itulah yang Tuhan janjikan kepada kita.

1 Yohanes 2:25-27 (TB) Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Saya disadarkan oleh Roh Kudus, mengapa ada banyak orang yang susah sekali untuk meleburkan diri dalam rumah rohani yang ada? Atau, jika pun meleburkan diri, itu dilakukan hanya ‘ikut – ikutan’ saja tanpa pemahaman yang jelas. Mengapa itu semua bisa terjadi? Hal itu disebabkan oleh karena mereka tidak beroleh penyingkapan sendiri oleh pekerjaan Roh dan Firman. Jadi semua masih disebabkan karena faktor eksternal yang memberitahu, mengarahkan, dan mengkondisikan. Tidak heran pondasi kehidupannya rapuh. Sehingga mudah disesatkan dan tersesat oleh dunia ini. Pendek kata, pengenalan mereka akan Tuhan/ firman/ jati diri mereka masih diperoleh dari apa kata orang.

Tapi pagi hari ini saya rasakan adanya pekerjaan Roh dan Firman yang sedang dilepaskan dari ruang takhta. Membuat jemaat semakin haus akan realita Tuhan dan firmanNya yang membuat mereka gila – gilaan mengejar pengenalan akan Tuhan sampai memperolehnya. Penyingkapan kebenaran itulah yang akan mengajari/mendorong mereka sendiri untuk berfungsi dan meleburkan diri dalam rumah rohani. Sebab pekerjaan Roh dan Firman akan senantiasa menuntun kita berjalan dalam jalan – jalan Tuhan/pola yang Tuhan tetapkan!

Roh Kudus menegaskan dalam batin saya; masa – masa kita disesatkan dan tersesat di dunia sudah berakhir. Kita tahu persis di mana kita harusnya berada, yaitu di rumah Tuhan! Di sanalah kita akan memerintah dan berkuasa dengan cara berkata – kata! Pemulihan segala sesuatu di atas bumi ini akan berawal dari rumahNya (Yeh 47, Yes 2)

Ini waktunya kita meleburkan diri sepenuhnya dalam rumah rohani yang Tuhan tetapkan (BCC).#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus