Top

15 Juni 2020

Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Renungkanlah hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Ingatlah akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.

 

Saat sedang beraktivitas, saya bertanya kepada Roh Kudus: Apakah tidak boleh untuk kita terpikir atau juga memikirkan hal yang ‘buruk’ dalam diri orang lain? Toh tidaklah mungkin orang yang sedang bertindak buruk pada diri kita akan beroleh pemikiran baik dalam pikiran kita. Sebab itulah reaksi spontan dari pikiran jika ada hal buruk dari orang lain yang terekspos di hadapan kita. Bagaimana caranya kita masih dapat memikirkan kebaikan dan keindahan di dalam diri orang tersebut? bukankah itu suatu hal yang mustahil?

 

Lalu Roh Kudus menjelaskan: Alasan dari Tuhan memerintahkan agar kita tetap memikirkan kebaikan dan keindahan dalam diri orang lain dalam segala situasi ataupun keadaan adalah, sebab pikiran juga merupakan suatu doa, jadi apa yang kita pikirkan merupakan doa yang kita panjatkan. Jadi sekalipun ada orang yang berperilaku buruk, kita harus tetap berharap dirinya berubah jadi baik dan bahkan menjadi ilahi. Caranya dengan berpikir segala yang baik dan yang indah tentang keberadaan diri orang tersebut.

 

Tapi mungkin kita berkata: “Tidak ada hal yang baik dan indah dalam diri orang tersebut!” Jikalau memang separah itu menurut kita, haruslah kita sadar bahwa Tuhan tetap punya hal baik dan rencana indah dalam diri orang tersebut. Tuhan punya rancangan yang baik, Ia tidak pernah memiliki rencana yang buruk pada orang yang jahat sekalipun. Ia tetap Bapa yang berbuat baik kepada semua orang.

 

Atas dasar itulah kita berkewajiban atau harus tetap memikirkan kebaikan dan keindahan dalam diri orang lain sebab kita adalah anak-Nya. Latih pikiran kita untuk mengharapkan perubahan pada diri orang lain, latih juga pikiran kita untuk mengasihi orang lain sebagaimana Bapa mengasihi kita. Masakan kita yang telah beroleh kasih dari-Nya justru menahan kasih itu mengalir melalui diri kita? Tuhan tidak menghendaki kita menjadi ‘penghalang’ kasih-Nya. Ia menghendaki kita menjadi sarana untuk mereka mengalami jamahan kasih-Nya.

 

Saat kita senantiasa memikirkan hal – hal yang baik dan indah dalam diri orang lain, maka sesungguhnya kita sedang memasuki suatu dimensi pengenalan akan Bapa yang lebih lagi. Kita akan semakin melihat Dia sebagaimana Dia adanya.

 

Matthew 5:8 (Easy English Bible) Happy are the people who have only good thoughts. They will come near to God and see him –(Berbahagialah orang yang hanya memiliki PIKIRAN yang BAIK. Mereka akan datang mendekat kepada Allah dan melihat-Nya).

 

Saat kita melihat Dia maka kita akan menjadi serupa dengan Dia (1 Yohanes 3:2) Sehingga setiap orang yang berinteraksi dengan kita akan mengalami jamahan kasih Bapa di surga. Oleh karena itu kitab Filipi 4:8 harus kita praktekkan. Roh Kudus akan tolong kita untuk menjadi pelaku firman. Pastinya kita juga sudah lelah memikirkan hal buruk dalam diri orang lain. Orang itu pun tidak berubah karena kita berpikir buruk, malahan keadaan kita sendiri yang berpikir buruk tentang orang lain yang justru menjadi semakin buruk (diliputi oleh emosi negatif).

 

Jadi jangan mau hidup kita dihancurkan oleh berbagai pemikiran buruk! Sekarang waktunya kita bangkit dan mendisiplin diri kita untuk BERDOA ATAU BERPIKIR, memikirkan segala yang baik dan indah di dalam diri orang lain! Agar hidup kita pun sehat dan semakin dekat dan dicengkeram oleh realita hadirat-Nya saja! Hari – hari hidup kita layak untuk menikmati realita Kerajaan Sorga di atas bumi ini, penuh dengan sukacita dan damai sejahtera! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus