Top

15 Maret 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

2. Doa dengan suara intensitas yang lebih kuat akan membungkam mulut musuh dan pendendam

 

Mazmur 8 : 2
(2) (8-3) Dari MULUT BAYI-BAYI dan ANAK-ANAK YANG MENYUSU telah Kauletakkan DASAR KEKUATAN karena lawan-Mu, untuk MEMBUNGKAM MUSUH dan PENDENDAM.

 

Lewat ayat di atas saya menemukan beberapa fakta rohani:

 

a. Sejak kita alami kelahiran baru, Tuhan sudah memberi DASAR KEKUATAN untuk melawan musuh. Secara potensi kita bisa melawan musuh. Pastikan dasar kita adalah apa yang menjadi firmanNya.

 

b. Bayi-bayi adalah bahasa metafora untuk orang percaya yang murni/tulus tidak memiliki selubung-selubung kemanusiawian dan keduniawian. Anak yang menyusu mengambarkan orang percaya yang selalu diliputi roh yang haus dan lapar akan Tuhan/kebenaran. Ada kerinduan untuk terus mencari Tuhan dan kebenaranNya.

 

c. Bayi yang lapar tidak pernah kompromi/sungkan untuk meminta susu. Bila ia lapar pasti ia akan menangis dengan suara keras, saking kerasnya bisa membangunkan seisi rumah di tengah malam!

 

Bahkan tetangga pun bisa mendengar. Demikian pula kita sebagai ciptaan baru bisa berdoa dengan suara yang jelas dan lantang.

 

1 Petrus 5 : 8–9

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang MENGAUM-AUM dan MENCARI ORANG yang DAPAT DITELANNYA. LAWANLAH DIA dengan IMAN yang TEGUH, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

 

Pernah mendengar singa mengaum? Auman singa itu sangat kuat dan keras intensitasnya. Bersifat intimidatif dan menakutkan. Suara singa yang mengaum-aum adalah gambaran suara yang dilepaskan oleh iblis di alam roh. Terdengar dengan kuat di pikiran, wujudnya berupa suara-suara sumbang, suara-suara kekuatiran.

 

Tidak heran orang yang telah mendengar auman singa akan merasa kecut hatinya, mulai diliputi rasa kuatir, tanpa diperintah dari pikiran kita seperti mulai membuat skenario-skenario gambaran buruk dan negatif, auman ini membuat kita menjadi kerdil dan siap ditelan oleh musuh.

 

Saya mendapati kita harus melawan auman singa itu dengan intensitas suara yang lebih keras. Keras di sini bukan sekedar berteriak keras, namun ada kebebasan dalam batin kita untuk mengekpresikan dengan lantang sesuai dengan pekerjaan firman dan roh yang terjadi dalam batin kita.

 

Mungkin awalnya kita merasa masih ada dalam tekanan, tapi berdoalah terus mendesak dalam hadiratNya sampai kita rasa ada roh yang berkobar-kobar, lanjutkan berdoa dalam roh dan deklarasi dengan suara yang keras dan terus mendesak sampai alami kebebasan mengekspresikan apa yang kita rasakan dalam batin kita.

 

Saat itu hati kita yang sudah tumpat dengan kata-kata firman dapat mengalir keluar dengan deras! Dan suara auman itu berhasil kita bungkam dengan firman dan pekerjaan Roh-Nya! #AkuCintaTuhan

 

Message ini baru akan berakhir besok.

 

Ps. Steven Agustinus