Top

15 November 2018

Ada beberapa fakta rohani yang cukup menarik dalam kitab Hakim-hakim pasal 6 yang saya temukan mengenai penyingkapan jati diri Gideon di dalam Tuhan:
1. Gideon hidup diangkatan yang bengkok hatinya dan mengalami penjajahan dan ketakutan yang luar biasa oleh bangsa Midian.
Sehingga bangsa Israel tidak berdaya dan harus bersembunyi di goa – goa demi bisa bertahan hidup. Mereka tidak bisa melawan dan bersuara. Walaupun jumlah mereka cukup banyak, tapi musuh berhasil membuat mentalitas mereka menjadi “kaum minoritas”. Dan berupaya membunuh mereka secara perlahan dengan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledai pun tidak. Kondisi Israel tersebut sangat mirip dengan keberadaan gereja yang berada dalam suatu bangsa yang “memainkan politik isu SARA”! Dengan membangun paradigma berpikir adanya kaum minoritas dan mayoritas! Akhirnya membuat gereja tidak bisa bersuara dengan lantang menyatakan kebenaran. Bahkan orang percaya akhirnya terintimidasi dengan “keamanan” diri agar tidak terjadi konflik yang merugikan. Hal ini sama dengan keberadaan bangsa Isreal yang akhirnya harus bersembunyi di goa – goa! Mereka terintimidasi, takut, dan tidak bisa berbuat apa – apa! Tapi saya percaya, masa – masa ini akan berakhir!! Saat umatNya kembali terkoneksi dengan kasih setia dan kedaulatanNya, maka kita akan melihat orang percaya atas negeri akan diangkat dan diposisikan oleh Tuhan untuk memerintah dan menghadirkan realita Kerajaan Surga. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umatNya. Saat kecenderungan hati umatNya kembali pada Dia, maka Tuhan pun tidak pernah menunda – nunda pertolonganNya!

2. Sebelum Tuhan membangkitkan Gideon, maka terlebih dahulu Ia mengutus nabi untuk berbicara pada umatNya.
Dimensi profetis yang dilepaskan itulah yang menjadi rahim kebangkitan para pahlawan yang gagah berani. Dan Gideon dalam kedaulatanNya dipilih untuk memimpin 300 pasukan yang dibangkitkanNya! Dimensi profetis adalah pekerjaan Roh dan Firman yang sangat kuat yang berasal dari Tuhan sendiri untuk membangkitkan umatNya agar hidup akurat seturut dengan pola yang Ia tetapkan. Biasanya Ia akan memakai orang – orang yang dibangun akurat hidupnya sebagai saluran dari dimensi profetis ini. Saya percaya keberadaan dimensi ‘profetis yang sejati’ atas suatu bangsa akan melahirkan generasi yang berbeda. Generasi yang hidup hanya dari firman dan mengalahkan dunia ini oleh iman. Dimensi inilah yang akan membuat suatu generasi menjadi utuh (keluar dari dalam goa persembunyian – bebas dari konflik batin – gejolak emosi negatif) untuk menantang sistem “perbudakan” terhadap uang/mamon dan segala bentuk kelaliman yang ada. Mereka akan bekerjasama sebagai satu tim/pelayanan Tubuh Kristus untuk bahu membahu menghadirkan realita Kerajaan Surga dengan kuasa iman!!

3. Saat Tuhan menyatakan jati dirinya di dalam Tuhan, Gideon “masih sulit percaya”.
Tapi ia tidak pasif, ia berupaya meyakinkan dirinya sendiri dengan apa yang Tuhan firmankan. Ia beberapa kali meminta “tanda” dari Tuhan. Biasanya ada banyak pengkhotbah mengartikan hal itu sebagai bentuk “menguji” panggilan hidup! Sehingga ada banyak orang terus berargumen dengan Tuhan ketika mendengar firmanNya! Mereka akhirnya berupaya menguji suara Tuhan dengan berbagai macam cara. Tidak salah tentunya melakukan hal tersebut. Tapi saya menemukan perspektif lain dari kisah Gideon. Keberanian ia meminta tanda dari Tuhan bukan karena ia ragu terhadap Tuhan, melainkan ia ragu terhadap dirinya sendiri. Oleh karenanya ia bergerak secara aktif meyakinkan dirinya sendiri sampai rohnya berkobar sebagai tanda adanya penyingkapan pewahyuan tentang Allah yang membuat Ia melihat Tuhan yang berfirman kepadaNya!! Sikap seperti itulah yang kita butuhkan!! Haus akan firmanNya dan terus meyakinkan diri dengan firmanNya!! Tidak ada cara lain, menggosokkan diri dengan firmanNya merupakan cara satu – satunya untuk membangkitkan kita menjadi para pahlawan iman (memikirkan, merenungkan, memperkatakan firman, mengkaitkan firman dalam hidup sehari – hari, dan percaya pada keajaiban dari firmanNya) #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus