Top

15 November 2019

Efesus 6:12 (TB) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

 

Roh Kudus memastikan saya untuk terus “waspada” dengan mengingatkan kembali pada ayat di atas. Sebab tanpa sadar diri, kita menjadi berfokus pada hal – hal lahiriah, dan akhirnya kehilangan kesadaran terhadap alam roh dimana musuh terus bergerak di sana. Roh menegaskan kepada saya: Kuasai alam roh dengan aliran air hidup dan kebenaran firman-Nya. Jagai hati (roh kita) dan pikiran yang merupakan konektor dan monitor terhadap alam rohani.

 

Yesus membukakan pengertian kepada kita tentang apa yang terjadi di alam roh: bahwa roh jahat sangat menyukai tempat gersang dan kering serta kosong. Artinya musuh akan leluasa menyerang ketika kita kering. Tempat gersang dan kering berbicara mengenai diri kita yang tidak memancarkan aliran air hidup dan tempat kosong berbicara mengenai diri kita yang tidak terisi oleh firman (Matius 12:43-45).

 

Memang, pada kenyataannya hal itu seringkali diabaikan oleh kita. Sehingga kita tidak lagi berfokus menjaga hati dan pikiran dalam segala kewaspadaan. Hidup sehari – hari dijalani tanpa ada aliran air hidup yang mengalir dan firman yang direnungkan. Inilah CELAH BESAR bagi musuh untuk menyerang kita. Lebih baik kita PANCARKAN AIR KEHIDUPAN DENGAN SKALA yang lebih besar (memulai hari dengan mengalami lawatan firman dan Roh) dari pada harus melalui hari dengan keras menghadapi orang, situasi, keadaan yang ditunggangi roh maut, kebencian, dan kemarahan.

 

Perhatikan, peperangan kita memang di dalam roh. Namun di alam lahiriah ini, ‘musuh’ akan memakai ‘orang – orang’ yang kering dan kosong di sekitar kita untuk melakukan “penyerangan”! Jadi, pastikan dahulu kita sudah beres (tidak kering dan tidak kosong) agar kita bisa berperang dengan benar dan dengan kuat menghadapi orang – orang, situasi, dan keadaan di alam lahiriah ini.

 

Fokus terus di dalam roh. Fokus untuk memancarkan aliran air hidup dalam peperangan. Jangan tergoda untuk melakukan ‘penyerangan’ (melampiaskan amarah) di alam lahiriah. Upayakan untuk terus memancarkan ucapan syukur, doa, dan pengharapan lewat mulut kita. Sadarilah, memang kita sedang Tuhan tempatkan diangkatan yang “kering dan kosong” ini.

 

Matius 12:43-45 (TB)
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. DEMIKIAN JUGA AKAN BERLAKU ATAS ANGKATAN YANG JAHAT INI.”

 

Jadi, jangan minta Tuhan mengangkat kita dari angkatan yang jahat ini. Sebab di sanalah memang Tuhan menempatkan kita untuk mengalirkan kehidupan. Berhentilah menggerutu dan bertanya – tanya tentang orang dan situasi kondisi yang kita hadapi di sekitar kita. Itu memang porsi bagian peperangan yang harus kita lewati dengan senantiasa memancarkan aliran air hidup dan firman-Nya. Pokoknya lakukan saja tugas kita. Selebihnya adalah bagiannya Tuhan.

 

Pastinya kita sudah menang, dan lebih dari pemenang. Pastikan saja kita berjalan bersama Tuhan yang memberikan kemenangan tersebut (memancarkan aliran air hidup dan memenuhi diri dengan firman).

 

Saya yakin, ini juga merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk memunculkan kita seperti Samuel. Walaupun kita terus diperhadapkan oleh orang – orang yang kering dan kosong, justru hal itu membuat kita semakin gila mencari Tuhan dan bertumbuh oleh firman dengan signifikan. Membuat posisi rohani kita terus naik dan diangkat oleh Tuhan menjadi orang berpengaruh, terpandang, dan disegani atas suatu bangsa. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus