Top

15 September 2018

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

4. Ketika saya hidup sebagai hamba kebenaran yang taat, saya mulai ambil bagian dalam KerajaanNya yang tidak tergoncangkan!

Ketika seluruh dunia ini sedang terus berdiri dalam ketidakpastian, yang pasti akan hancur lebur dengan seketika saat alami kegoncangan. Tetapi karena saya sekarang hidup sebagai hamba kebenaran, saya tinggal di mana Majikan saya tinggal, di KerajaanNya yang TIDAK TERGONCANGKAN! (Ibr 12:28)
Saya mau terus pastikan saya terus membangun pendisiplinan membaca Firman setiap hari, bertekun dalam Firman, dan saya berdoa roh pengertian dan pewahyuan Tuhan curahkan atas hidupku, sehingga saya mulai dapat memahami setiap Firman yang membuat saya mulai dapat berdiri di atas Firman! Karena langit dan bumi boleh berlalu, tetapi FirmanNya KEKAL selama-lamanya! (Mat 24:35)
Saya percaya, bagi yang hidup di dalam KEBENARAN, kegoncangan yang Tuhan lakukan bukan ‘malapetaka’ tetapi justru masa di mana Tuhan memakai hidup kita untuk menyatakan kesuperioran KerajaanNya, menyatakan KerajaanNya yang jauh lebih tinggi dan berkuasa dibandingkan ‘kerajaan’ dunia ini. Tuhan memunculkan dan mempromosikan kita untuk menjadi kebanggaanNYA!

Hatiku meluap dengan ucapan syukur, Tuhan! Aku bersyukur kepadaMu karena Engkau membawaku masuk dalam KerajaanMu yang tak tergoncangkan. Kerinduanku adalah untuk terus menyukakan hatiMu, melayani Engkau dengan penuh ucapan syukur, dgn segala hormat! Aku mau pastikan aku tidak lagi mengizinkan ada kontaminasi / kecemaran dunia terus ada dalam hidupku, sehingga Engkau dapat memakai hidupku menjadi senjata kebenaran. Biarlah hidupku dapat menyukakan hatiMu, menjadi tanaman Tuhan yang ditanam di pelataran rumahMu!

5. Sebagai hamba kebenaran, kematian manusia lama saya harus permanen!

Karena untuk berfungsi sebagai roh yang menghidupkan menuntut ‘kematian’ dari diri sendiri. Saya mendapati bahwa lepas dari begitu banyaknya kejahatan di dunia ini, sebenarnya juga ada banyak orang baik di dunia ini. Orang-orang yang hidup memikirkan kepentingan orang lain, memberi diri menjadi pekerja sosial, dan lain-lain. Tetapi ini yang saya sadari, dampak yang kekal hanya dapat dihasilkan oleh orang-orang yang memiliki kehidupan.
Kehidupan sejati hanya ada di dalam Dia, hanya orang-orang yang terhubung langsung dengan Dialah yang dapat berfungsi sebagai roh yang menghidupkan.
Ilustrasinya adalah, Dia seperti sumber listrik, kita seperti socket extension yang punya banyak slot. Tanpa kita terhubung dengan sumber listrik, tidak peduli berapa banyak slot yang kita miliki, tidak ada listrik yang dapat dialirkan. Tanpa sumber listrik, socket extension tidak ada fungsinya. Tetapi ketika terhubung dengan sumber listrik, socket extension menjadi salah satu ‘sumber’ listrik itu sendiri! Sebelum kita mengalirkan kehidupan, kita dulu yang perlu terhubung dengan kehidupan! Hanya ketika kita ada di dalam Dia, kita bisa memberikan kehidupan bagi dunia yang sedang terus alami ‘kematian’.

Saya mau pastikan saya menjalani kehidupan saya sehari-hari sebagai hamba kebenaran! Karena hanya ketika saya menjadi hamba kebenaran, Tuhan dapat terus memproses, memurnikan, mengasah kehidupan saya untuk Ia arahkan ke arah manapun yang Ia kehendaki, menjadi anak panah di tangan pahlawan yang siap dilesatkan ke arah manapun yang Ia kehendaki! Terjadilah di dalam nama Yesus, Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus