15 September 2021

Pagi ini saya terbangun dengan suatu rasa excitement di dalam batin. Rasa excited tersebut disebabkan karena dari sejak dalam tidur, saya seperti terus mengucapkan ayat:

Mazmur 139:16 (TB)  mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. 

Jadi, ayat itulah yang saya dan Mom Elly (istri saya) gunakan sebagai bahan doa kami. Kami memulai dengan mengimajinasikan ayat di atas sambil memulai doa dalam bahasa roh. Sementara saya berdoa dalam bahasa roh, saya bisa merasakan adanya rintihan dan erangan yang muncul di dalam bahasa roh saya. Saya pun langsung tersadar bahwa itu adalah manifestasi dari roh syafaat. Jadi saya terus mengikuti atau mengekspresikan kondisi emosi saya yang seperti sedang mengerang tersebut.

Tiba-tiba saya menangkap suatu impresi rohani yang menyatakan bahwa selama ini ada begitu banyak distraction yang masuk dan berhasil men-distract kehidupan kami. Saya pun menaikkan doa permohonan pengampunan kepada Tuhan. Kami bertobat dari kebiasaan kami yang membiarkan berbagai data, fakta lahiriah, maupun apa yang kami lihat, dengar atau kami rasakan secara manusiawi yang terus mempengaruhi pengambilan keputusan kami.

Perhatikan hal ini: Jangan pernah berusaha membenarkan diri sendiri ataupun berdebat dengan Roh Kudus, tetapi belajarlah dengan rendah hati untuk menerima apa pun teguran ataupun pernyataan Roh yang sedang memberitahukan kepada kita akan kesalahan atau masih adanya ketidakakuratan dalam hidup kita. Sebab itulah arti dari hati yang bertobat – mau mengakui maupun menerima apa pun teguran dari Tuhan dan mau menjalani jalan hidup yang baru yang ditunjukkan oleh Roh-Nya.

Sementara saya menaikkan doa pertobatan, saya bisa merasakan bagaimana kata-kata doa bahasa roh saya jadi seperti memiliki bobot yang berbeda. Ada suatu luapan dinamika rohani yang lebih kuat seperti menyeruak keluar dari dalam batin saya. Saya menangkap bahwa itulah luapan air kehidupan yang membersihkan batin saya dari berbagai bentuk pencemaran rohani yang membuat hidup saya jadi mudah ter-distract oleh hal-hal lahiriah yang saya jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara doa terus dinaikkan, ada banyak impresi yang masuk dalam batin saya dan semua itu saya deklarasikan dalam doa! Ada impresi tentang telinga rohani yang lebih tajam yang Tuhan berikan. Hati atau roh yang lebih lembut, mudah dibentuk, mudah diajar dan mau berubah – roh ketaatan yang Tuhan berikan. Kemudian datangnya arahan dan tuntunan Roh yang lebih jelas atau detail dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam kehidupan sehari-hari ini akan terus terwujud hari-hari yang sudah Tuhan tetapkan atau tuliskan dalam kitab-Nya.

Bahkan kami mulai dituntun oleh Roh Kudus untuk mulai mendoakan keluarga, anak-anak rohani dan seluruh jemaat yang Tuhan percayakan untuk juga mengalami manifestasi hari-hari yang sudah Tuhan tetapkan dan tuliskan di dalam kitab-Nya. Wow, saya merasa bagaimana Roh Kudus membawa kehidupan doa kami memasuki dimensi yang berbeda!

Ada juga dinamika peperangan rohani yang Tuhan bawa untuk kami masuki, yaitu saat kami berdoa untuk memastikan hari-hari yang Tuhan tetapkan dan sudah Dia tuliskan dalam kitab-Nya, dapat terwujud sepenuhnya atas kehidupan kami, keluarga, anak-anak rohani serta seluruh jemaat yang terhubung dengan pelayanan ini. Kami bisa merasakan adanya perlawanan di dalam roh. Dengan segala upaya, Musuh terus berupaya untuk men-distract dan menjauhkan umat Tuhan dari mengalami hari-hari yang sudah Tuhan tetapkan dan Dia tuliskan dalam kitab-Nya tersebut!

Sementara terus berdoa, kami pakai ayat-ayat firman yang Roh Kudus ingatkan untuk menjadi senjata rohani guna menyerang dan menghancurkan berbagai tipu daya serta rancangan jahat Iblis. Kami perangi segala bentuk sakit penyakit, kelemahan tubuh serta berbagai pergumulan atau tekanan hidup dan konflik yang berpotensi memecah belah kehidupan umat-Nya yang sudah ditetapkan untuk berjalan bersama dengan kami dalam perjalanan destiny ini.

Roh Kudus juga memberikan impresi untuk memanggil semua orang yang seharusnya datang untuk men-support kami dalam pelayanan. Memanggil orang-orang yang sudah Tuhan tetapkan untuk bersinergi dan mewujudkan kehendak Tuhan sebagai satu Tubuh! Kami juga berdoa untuk kedatangan dari orang-orang yang seharusnya bertemu dengan kami dan mengalami terobosan, perubahan dan dibangkitkan melalui pelayanan ini! Kami panggil semua orang tersebut untuk datang dari timur, barat, utara dan selatan!!

Satu kesimpulan yang menarik yang Roh Kudus tanamkan dalam hati saya: Jika dengan tekun kita mempraktekkan pola ‘mendoakan firman’ seperti ini, maka tanpa disadari, hidup kita ini akan terbangun menjadi rumah bagi roh doa dan roh penyembahan. Tuhan memang sedang terus mencari orang-orang percaya yang ‘layak’ (dan Dia layakkan) untuk menjadi pendoa dan pen-syafaat, yakni orang-orang yang menegosiasikan berbagai hal dari kehidupan umat-Nya bagi kepentingan kerajaan di bumi ini.

Saya berdoa, biarlah Tuhan ikut melayakkan diri saya untuk berfungsi di area tersebut. Tuhan membutuhkan para negosiator di dalam Roh, maka saya pun mendedikasikan diri untuk memenuhi apa yang Dia butuhkan. Terjadilah dalam nama Yesus, amin!

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

__________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, Nomor Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106